FUNGSI CERITA RAKYAT BAGI MASYARAKAT

Posted: 16 April 2011 in Catatan Budaya
Tag:, ,

Cerita rakyat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan budaya suatu komunitas. Hampir dapat dipastikan bahwa tak ada satu pun komunitas yang tidak memiliki cerita rakyat, baik yang berupa legenda, mitos, atau pun sekedar dongeng belaka.
Bila digali secara mendalam, cerita rakyat akan semakin memperkaya khasanah budaya dan sejarah peradaban suatu bangsa. Pada umumnya cerita rakyat menceritakan asal-usul suatu masyarakat beserta nilai-nilai budaya yang mereka anut.
Di Kabupaten Banyuasin, cerita rakyat seperti Si Tampok Pinang, Burung Kuwaw, Putri Biyuku, dan Ario Bajung masih dikenal masyarakat. Cerita rakyat masih sering dinikmati oleh warga masyarakat karena dapat dijadikan sebagai contoh dan pelipur lara, serta bersifat jenaka. Oleh karena itu, cerita rakyat biasanya mengandung ajaran budi pekerti atau pendidikan moral dan hiburan bagi masyarakat.
Menurut Izy Prasetya bila mempelajari dengan seksama, ternyata cerita rakyat yang hidup di kalangan masyarakat itu memiliki fungsi bermacam-macam. Setidaknya cerita rakyat memiliki tiga fungsi, yaitu 1) fungsi hiburan, 2) fungsi pendidikan, dan 3) fungsi penggalang kesetiakawanan sosial.
Cerita rakyat jelas merupakan suatu bentuk hiburan. Dengan mendengarkan cerita rakyat sepeti dongeng, mite atau legenda, kita sekan-akan diajak berkelana ke alam lain yang tidak kita jumpai dalam pengalaman hidup sehari-hari. Para penuturnya pun sering mempunyai kecenderungan untuk mengembangkan cerita yang pernah didengarnya dengan jalan menuturkan fantasinya sendiri. Dengan demikian cerita itu pada satu pihak menyebar secara luas di kalangan masyarakat dalam bentuk dan isi yang relatif tetap karena kuatnya si penutur pada tradisi, tetapi pada lain pihak juga banyak mengalami perubahan, karena hasratnya untuk menyalurkan angan-angannya serta citarasanya sendiri. Dengan gaya penuturan sendiri pula. Hal yang terakhir inilah yang menjadi salah satu sebab lahirnya versi-versi baru dari cerita rakyat. Dan justru perubahan dari para penutur yang kemudian itulah cerita rakyat dapat mempertahankan kelestarian hidupnya.
Perubahan versi sering pula terjadi bila cerita rakyat itu menyebar ke daerah lain yang masyarakatnya memiliki lingkungan budaya yang berbeda. Dengan perubahan versi itu, cerita rakyat yang menyebar tadi seolah-olah mengalami revisi.
Unsur-unsur yang tidak sesuai dengan pola kebudayaan dari masyarakat yang menerima cerita rakyat itu ditanggalkan, sedangkan unsur-unsur yang bersesuaian pola kebudayaan diserap dan dipadukan, sehingga pada akhirnya cerita rakyat tersebut tidak lagi dirasakan sebagai sesuatu yang dating dari luar, melainkan telah dirasakan sebagai miliknya sendiri.
Dalam hal ini unsur hiburan yang terkandung dalam cerita rakyat versi baru tersebut makin dapat dirasakan secara akrab. Unsur hiburan cerita rakyat dapat pula terlihat pada saat apa cerita rakyat itu dituturkan. Biasanya penuturan cerita rakyat memilih waktu-waktu senggang, seperti pada malam hari sesudah orang bekerja berat atau sibuk dengan berbagai tugasnya di siang hari. Lebih-lebih di kalangan anak-anak, khususnya didaerah pedalaman yang belum memiliki penerangan listrik, bagi mereka penuturan cerita rakyat sangatlah mengasyikkan. Pada malam hari tak ada tempat bermain di luar rumah karena tidak ada listrik sehingga sangat gelap, jadi bila ada orang tua yang mendongeng diserambi atau di surau-surau, anak-anak berkerumun mendengarkannya.
Fungsi Cerita rakyat selain sebagai hiburan juga berfungsi sebagai sarana pendidikan. Sesungguhnya orang yang bercerita pada dasaranya ingin menyampaikan pesan atau amanat yang dapat bermanfaat bagi watak dan kepribadian para pendengarnya. Tetapi jika pesan itu disampaikan secara langsung kepada orang yang hendak dituju sebagai nasehat, maka daya pukau dari apa yang disampaikan itu menjadi hilang. Jadi pesan atau nasehat itu akan lebih mudah diterima jika dijalin dalam cerita yang mengasyikkan, sehingga tanpa terasa para pendengarnya dapat menyerap ajaran-ajaran yang terkandung dalam cerita itu sesuai dengan taraf dan tingkat kedewasaan jiwanya masing-masing.
Cerita rakyat juga memiliki fungsi sebagai penggalang rasa kesetiakawanan diantara warga masyarakat yang menjadi pemilik cerita rakyat tersebut. Di atas telah dijelaskan bahwa cerita rakyat itu lahir ditengah masyarakat tanpa diketahui lagi siapa yang menciptakan pertama kali.
Fungsi lain lagi dari cerita rakyat adalah sebagai pengokoh nilai-nilai sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat. Dalam cerita rakyat terkadang ajaran-ajaran etika dan moral bisa dipakai sebagai pedoman bagi masyarakat. Di samping itu di dalamnya juga terdapat larangan dan pantangan yang perlu dihindari. Cerita rakyat bagi warga masyarakat pendukungnya bisa menjadi tuntunan tingkah laku dalam pergaulan sosial (wan).

Komentar
  1. [...] Detail Dongeng: FUNGSI CERITA RAKYAT BAGI MASYARAKAT « Catatan Irwan P. Ratu Bangsawan Pulsa Paling Murah Article Directory Free [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s