<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lentera</title>
	<atom:link href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com</link>
	<description>Semua Kehidupan Sejatinya Bermula dari Niat yang Baik</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 09:43:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='irwanpratubangsawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3c1d0c7626fff0ab3cbd8c3a5d46f668?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Lentera</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/osd.xml" title="Lentera" />
	<atom:link rel='hub' href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>DINAS PARSENPOR BANYUASIN MEMPERKENALKAN LOGO BANYUASIN MEMUKAU</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2012/01/10/dinas-parsenpor-banyuasin-memperkenalkan-logo-banyuasin-memukau/</link>
		<comments>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2012/01/10/dinas-parsenpor-banyuasin-memperkenalkan-logo-banyuasin-memukau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 13:21:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwanpratubangsawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Parsenpor]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata dan Promisi]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuasin]]></category>
		<category><![CDATA[burung burung]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda dan olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[selat bangka]]></category>
		<category><![CDATA[seni budaya]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?p=1912</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;.Menurut Kosarodin, pariwisata Banyuasin harus mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya yang ada di Sumsel maupun di Indonesia. Salah satu destinasi wisata yang menjadi unggulan adalah Taman Nasional Sembilang (TNS) yang terdapat di Kecamatan Banyuasin II. Keunggulan  TNS, selain keindahan alamnya yang masih alami dengan panorama pantai yang mengarah ke Selat Bangka, juga karena taman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1912&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em><strong>&#8230;.Menurut Kosarodin, pariwisata Banyuasin harus mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya yang ada di Sumsel maupun di Indonesia. Salah satu destinasi wisata yang menjadi unggulan adalah Taman Nasional Sembilang (TNS) yang terdapat di Kecamatan Banyuasin II. Keunggulan  TNS, selain keindahan alamnya yang masih alami dengan panorama pantai yang mengarah ke Selat Bangka, juga karena taman nasional ini  merupakan jalur lintasan (flyway) burung migran&#8230;.</strong></em></span></p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2012/01/10/dinas-parsenpor-banyuasin-memperkenalkan-logo-banyuasin-memukau/fascinating-banyuasin-5a/" rel="attachment wp-att-1913"><img class="alignleft size-medium wp-image-1913" title="Logo Banyuasin Memukau (Fascinating Banyuasin)" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2012/01/fascinating-banyuasin-5a.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>Untuk semakin mengenalkan dunia pariwisata di Kabupaten Banyuasin, Dinas Pariwisata, Seni Budaya, Pemuda dan Olahraga (Parsenpor) Kabupaten Banyuasin Sumsel meluncurkan logo pariwisata yang diberi tajuk “Banyuasin Memukau” atau “Fascinating Banyuasin”. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Parsenpor Banyuasin Ir. H. Kosarodin, MM pada Selasa (10/1) di kantornya.</span><br />
Menurut Kosarodin, pariwisata Banyuasin harus mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya yang ada di Sumsel maupun di Indonesia. Salah satu destinasi wisata yang menjadi unggulan adalah Taman Nasional Sembilang (TNS) yang terdapat di Kecamatan Banyuasin II. Keunggulan  TNS, selain keindahan alamnya yang masih alami dengan panorama pantai yang mengarah ke Selat Bangka, juga karena taman nasional ini  merupakan jalur lintasan (<em>flyway</em>) burung migran.<br />
Ribuan bahkan puluhan ribu burung migran asal Siberia dapat disaksikan di Sembilang yang mencapai puncaknya pada bulan Oktober. Hal ini merupakan atraksi yang menarik untuk diamati, karena dapat mendengar secara langsung suara gemuruh burung-burung tersebut terbang bersamaan dan menutupi suara debur ombak Selat Bangka. Keunikan TNS tersebut mengilhami Dinas Parsenpor Banyuasin untuk menjadikannya sebagai logo pariwisata yang mengambil konsep burung migran.</p>
<p><strong>Makna Logo Banyuasin Memukau</strong><br />
Di tempat yang sama Kasi Promosi Pariwisata dan Bimbingan Masyarakat Dinas Parsenpor Banyuasin Irwan P. Ratu Bangsawan, S.Pd., M.Pd mengungkapkan bahwa logo “Banyuasin Memukau” yang didesain oleh Joko Martono, seorang desainer grafis dari SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III ini, mengandung dua makna, yaitu bentuk logo ini mengambil konsep (deformasi) burung migran yang merupakan keunikan dari Taman Nasional Sembilang (ikon pariwisata Kabupaten Banyuasin) dan warna yang beraneka rupa melambangkan keanekaragaman pariwisata Banyuasin yang memukau.<br />
Tambahkan oleh Irwan P. Ratu Bangsawan bahwa Banyuasin memiliki banyak potensi pariwisata yang masih menunggu untuk dikembangkan. “Taman Nasional Sembilang dan Desa Wisata Sungsang Kecamatan Banyuasin II merupakan destinasi wisata unggulan Banyuasin yang akan terus dikembangkan dan dipromosikan ke dunia pariwisata Indonesia,” ungkap penulis puisi ini.<br />
“Setidaknya Banyuasin memiliki 17 objek wisata, seperti Danau Tanah Mas, Agrowisata di Balai Penelitan Sembawa, dan Taman Tebenan,” tambah Irwan. Masih menurut Irwan dunia pariwisata Banyuasin saat ini masih terus menggeliat untuk turut serta menjadi pelaku industri pariwisata Indonesia. “Oleh sebab itu, Disparsenpor melalui Bidang Pariwisata dan Promosi akan terus berusaha mempromosikan potensi yang ada dan memfasilitasi masyarakat dan dunia usaha yang akan turut mengembangkan dunia pariwisata tersebut,” imbuh Irwan (<strong>ip</strong>).</p>
<br />Filed under: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/berita-parsenpor/'>Berita Parsenpor</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/berita-parsenpor/pariwisata-dan-promisi/'>Pariwisata dan Promisi</a> Tagged: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/banyuasin/'>Banyuasin</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/burung-burung/'>burung burung</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/pemuda-dan-olahraga/'>pemuda dan olahraga</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/selat-bangka/'>selat bangka</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/seni-budaya-2/'>seni budaya</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/taman-nasional/'>taman nasional</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1912/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1912&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2012/01/10/dinas-parsenpor-banyuasin-memperkenalkan-logo-banyuasin-memukau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-2.887139 104.389447</georss:point>
		<geo:lat>-2.887139</geo:lat>
		<geo:long>104.389447</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5524376355ccf8503772fe35cb01a049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanpratubangsawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2012/01/fascinating-banyuasin-5a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Logo Banyuasin Memukau (Fascinating Banyuasin)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obrolan Warung Kopi  &#124; Norman Kamaru</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/15/obrolan-warung-kopi-norman-kamaru/</link>
		<comments>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/15/obrolan-warung-kopi-norman-kamaru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 01:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwanpratubangsawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan Warung Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Briptu Norman Kamaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?p=1900</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. Polri memang punya alasan tersendiri sebagai pembenarnya, seperti Norman yang sudah desersi dan angkuh alias tak lagi menghormati atasannya. Namun, perlu juga dipahami bahwa Norman hanyalah anak yang sedang mendapat mainan baru. Jadi, ia memang sedang senang dengan sesuatu yang baru di luar kehidupannya yang monoton dan disiplin selama ini&#8230;. Oleh: Irwan P. Ratu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1900&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em><strong>&#8230;. Polri memang punya alasan tersendiri sebagai pembenarnya, seperti Norman yang sudah desersi dan angkuh alias tak lagi menghormati atasannya. Namun, perlu juga dipahami bahwa Norman hanyalah anak yang sedang mendapat mainan baru. Jadi, ia memang sedang senang dengan sesuatu yang baru di luar kehidupannya yang monoton dan disiplin selama ini&#8230;.</strong></em></span></p></blockquote>
<p><strong>Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan</strong></p>
<p><a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/15/obrolan-warung-kopi-norman-kamaru/aku1234/" rel="attachment wp-att-1901"><img class="alignleft size-medium wp-image-1901" title="IRWAN P. RATU BANGSAWAN" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/12/aku1234.jpg?w=285&#038;h=300" alt="" width="285" height="300" /></a>Karier Briptu Norman Kamaru di Polri berakhir sudah. Ia dipecat dari institusinya tersebut dengan menyandang predikat yang tidak sedap, yaitu berhenti tidak dengan hormat.</p>
<p>Dari pihak Norman sendiri nampaknya tidak mempersalahkan pemecatan tersebut. Hal ini tidak lain karena mereka sudah terlanjur kecewa dengan Polri. Mengapa? Konon, inilah alasannya: 1) Norman dijanjikan menjadi ikon Polri sebab ia telah membawa dampak positif dalam pencitraan Polri. Namun, janji tersebut tak ditepati, 2) Norman merasa terkekang untuk mengembangkan dan mengekspresikan bakat musik dan tari yang dimilikinya. Ia malah beberapa kali ditangkap dan digelandang Provos kembali ke Gorontalo saat manggung di Jakarta. Padahal Norman dijanjikan kalau weekend diberi waktu, 3) Norman ternyata telah terikat kontrak kerja dengan satu label musik di Jakarta, Falcon. Namun, ia kesulitan menjalankan isi kontrak itu lantaran terkekang aturan anggota kepolisian.</p>
<p>Soal diberhentikan bekerja dari suatu institusi sebenarnya merupakan hal yang biasa. Namun, diberhentikan tidak dengan hormat, adalah hal yang berbeda. Sebab diberhentikan dengan predikat tersebut mengandung konsekuensi terhapusnya sebagian hak-hak sipil seseorang. Norman, misalnya, ke depan sudah tidak mungkin lagi menjadi pegawai, apa lagi jadi pejabat seperti menjadi anggota DPR dan Bupati (seperti yang saat ini menjadi <em>trend</em> di dunia selebritas). <em>Nah, loh!</em></p>
<p>Polri memang punya alasan tersendiri sebagai pembenarnya, seperti Norman yang sudah desersi dan angkuh alias tak lagi menghormati atasannya. Namun, perlu juga dipahami bahwa Norman hanyalah anak yang sedang mendapat mainan baru. Jadi, ia memang sedang senang dengan sesuatu yang baru di luar kehidupannya yang monoton dan disiplin selama ini.</p>
<p>Norman semestinya bukan dipecat tapi dijadikan ikon Polri (yang lebih humanis) sebagaimana yang pernah dijanjikan. Ia, mungkin sudah tidak tepat lagi menjadi anggota Brimob, tapi bukankah di Polri masih ada institusi seperti Polisi Pariwisata yang sangat paham tentang dunia hiburan?</p>
<p>Nasi sudah menjadi bubur. Demikian pula nasib Norman. Bagaimanakah nasib Norman di dunia hiburan dan selebritas ke depan? <em>Wallahua’lam bi shawwab</em> (***)</p>
<br />Filed under: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/obrolan-warung-kopi/'>Obrolan Warung Kopi</a> Tagged: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/briptu-norman-kamaru/'>Briptu Norman Kamaru</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1900/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1900&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/15/obrolan-warung-kopi-norman-kamaru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-2.887139 104.389447</georss:point>
		<geo:lat>-2.887139</geo:lat>
		<geo:long>104.389447</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5524376355ccf8503772fe35cb01a049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanpratubangsawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/12/aku1234.jpg?w=285" medium="image">
			<media:title type="html">IRWAN P. RATU BANGSAWAN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obrolan Warung Kopi  &#124; Makelar</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/13/obrolan-warung-kopi-makelar/</link>
		<comments>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/13/obrolan-warung-kopi-makelar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 12:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwanpratubangsawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan Warung Kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?p=1893</guid>
		<description><![CDATA[.&#8230; Dalam perkembangannya sang makelar ternyata tidak hanya bergerak dalam dunia jual beli dalam konotasi ekonomi saja, tapi melebar sampai pada dunia politik dan hukum. Kasus Nazaruddin yang mengungkap jual beli suara dalam Kongres Partai Demokrat dan kasus Gayus yang mengungkap hilangnya pasal pencucian uang (money laundry) dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1893&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>.<em><strong><span style="color:#800080;">&#8230; Dalam perkembangannya sang makelar ternyata tidak hanya bergerak dalam dunia jual beli dalam konotasi ekonomi saja, tapi melebar sampai pada dunia politik dan hukum. Kasus Nazaruddin yang mengungkap jual beli suara dalam Kongres Partai Demokrat dan kasus Gayus yang mengungkap hilangnya pasal pencucian uang (money laundry) dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) merupakan contoh-contoh yang paling aktual adanya praktik makelarisme dalam dunia politik dan hukum kita&#8230;.</span></strong></em></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;" align="center"><strong>Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan</strong></p>
<p><a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/13/obrolan-warung-kopi-makelar/aku123/" rel="attachment wp-att-1894"><img class="alignleft size-medium wp-image-1894" title="IRWAN P. RATU BANGSAWAN" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/12/aku123.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Istilah makelar biasanya selalu berkaitan dengan proses jual beli. Istilah ini mengacu pada seseorang yang menjadi perantara antara pihak penjual dengan pembeli. Yang dijual bisa mobil, tanah, rumah, bahkan sampai pada hal-hal yang bersifat rahasia dan melanggar hukum.</p>
<p>Dalam perkembangannya sang makelar ternyata tidak hanya bergerak dalam dunia jual beli dalam konotasi ekonomi saja, tapi melebar sampai pada dunia politik dan hukum. Kasus Nazaruddin yang mengungkap jual beli suara dalam Kongres Partai Demokrat dan kasus Gayus yang mengungkap hilangnya pasal pencucian uang (<em>money laundry</em>) dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) merupakan contoh-contoh yang paling aktual adanya praktik makelarisme dalam dunia politik dan hukum kita.</p>
<p>Praktik makelarisme dalam dunia politik dan hukum kita makin hari ternyata makin menjadi. Nampaknya, tiada hari tanpa praktik negosiasi dalam rangka mencari keuntungan pribadi maupun kelompoknya masing-masing. Uang negara yang dikumpulkan dari pajak rakyat akhirnya hanya menjadi barang dagangan bagi mereka yang mengaku dirinya bermartabat dan memiliki kedudukan tinggi. Rakyat yang harus memeras keringat untuk membayar pajak kepada negara hanyalah menjadi objek untuk dinegosiasikan nasib dan kehidupannya oleh para makelar tersebut.</p>
<p>Apakah mungkin praktik makelarisme tersebut diberantas? Nampaknya agak sulit menjawab pertanyaan ini. Sebab keuntungan yang diraih dari makelarisme sungguh terlalu sayang untuk diibuang. Keuntungan tersebut dapat digunakan untuk mengejar kesedapan kehidupan duniawi alias hedonis. Bukankah hedonisme sudah menjadi acuan umat saat ini. Keberhasilan alias kesuksesan selalu diukur dari sisi materialisme. Seseorang belum bisa dikatakan sukses bila belum memiliki harta benda yang melimpah serta belum pernah mencicipi hal-hal keduniawian. Sungguh sebuah pandangan yang sesat dan menyesatkan, bukan? (***)</p>
<br />Filed under: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/obrolan-warung-kopi/'>Obrolan Warung Kopi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1893/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1893&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/13/obrolan-warung-kopi-makelar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-2.887139 104.389447</georss:point>
		<geo:lat>-2.887139</geo:lat>
		<geo:long>104.389447</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5524376355ccf8503772fe35cb01a049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanpratubangsawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/12/aku123.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IRWAN P. RATU BANGSAWAN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Tari Seluang Mudik</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/09/asal-usul-tari-seluang-mudik/</link>
		<comments>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/09/asal-usul-tari-seluang-mudik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 15:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwanpratubangsawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat Banyuasin]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat Rantau Bayur]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita rakyat Sumatera Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat']]></category>
		<category><![CDATA[cerita tutur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. Menjelang subuh, ia pergi.untuk memeriksa ambatnya. Karena hari masih gelap, ia tidak bertemu dengan seorang pun selama perjalanan ke sungai. Setelah sampai di tepi sungai, ia langsung menarik ambatnya. Benar! Kali ini ambatnya terasa berat sekali, tetapi ia tidak melihat satu ekor ikan pun yang melekat di kailnya. Dengan tidak berputus asa, ia terus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1886&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em><strong>&#8230;. Menjelang subuh, ia pergi.untuk memeriksa ambatnya. Karena hari masih gelap, ia tidak bertemu dengan seorang pun selama perjalanan ke sungai. Setelah sampai di tepi sungai, ia langsung menarik ambatnya. Benar! Kali ini ambatnya terasa berat sekali, tetapi ia tidak melihat satu ekor ikan pun yang melekat di kailnya. Dengan tidak berputus asa, ia terus menarik ambatnya. Pada bagian ujung ambat, ia melihat sesuatu yang berkilauan melekat di ambatnya. Semakin mendekati ujung ambat,&#8230;</strong></em></span></p></blockquote>
<p><a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/09/asal-usul-tari-seluang-mudik/liessya1/" rel="attachment wp-att-1887"><img class="alignleft size-medium wp-image-1887" title="LIESSYA1" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/12/liessya1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Dahulu kala di tepian Sungai Musi, di sekitar Desa Rantau Bayur dan Tebing Abang, tinggallah seorang bujangan yang hidup sendirian. Bujangan ini biasa dipanggil penduduk dengan sebutan Datuk Arenan. Karena usianya sudah sangat lanjut dan seumur hidupnya belum pernah menikah, orang-orang menggelarinya dengan sebutan bujang tua.<br />
Pekerjaan sehari-hari Datuk Arenan adalah mencari ikan di sungai. Ia mencari ikan dengan menggunakan ambat (rawai). Ambat adalah alat untuk mencari ikan yang dibuat dari rotan yang panjangnya sekitar 50 – 100 meter yang biasa digunakan oleh masyarakat sekitar. Di setiap 1 meter diletakkan kail yang diberi umpan. Pada bagian pangkal ambat diikatkan di pohon besar di pinggir sungai. Sementara di bagian ujung  ambat diberi batu. Untuk mencari ikan ambat dibawa ke sungai dan ujung ambat diletakkan di tengah sungai. Ambat dipasang pagi atau sore hari dan diangkat pagi hari.<br />
Seperti biasanya setiap pagi Datuk Arenan memeriksa ambatnya. Namun, tampaknya hari itu nasib baik tidak berpihak kepadanya.Di ambatnya tidak ada seekor ikanpun yang tersangkut, padahal saat itu sedang musim ikan mudik atau musim ikan kebangaran (mabuk). Pada musim itu biasanya air sungai warnanya berubah menjadi kehitam-hitaman dan berbau tidak sedap. Di antara ikan-ikan mabuk itu yang paling banyak adalah ikan seluang. Ikan seluang mabuk itu sangat mudah didapatkan. Memang saat itu sedang musim kemarau. Rupanya ikan seluang yang berlimpah itu tidak menarik minat Datuk Arenan dan malah ia memasang ikan seluang sebagai umpan di setiap kail yang ada di ambatnya.<br />
Walaupun ia sempat kecewa tidak mendapatkan satu ekor ikan pun, Datuk Arenan tidak patah semangat. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Datuk Arenan melihat ambatnya. Rupanya, pagi ini Datuk Arenan kembali dibuat kecewa sebab tidak ada satu ikan pun yang melekat di ambatnya. Terpaksalah Datuk Arenan memasang lagi ambatnya dan menganti umpannya dengan yang baru. Setelah selesai, pulanglah ia ke rumah. Keesokan paginya ia periksa lagi ambatnya dan tetap tidak ada satu ikan pun yang ia dapatkan. Peristiwa ini berlangsung terus sampai satu minggu. Akan tetapi Datuk Arenan tidak pernah lelah. Tiap pagi ia terus berusaha dan tidak letih berharap sambil mengganti umpan dan memasang ambatnya.<br />
Setelah satu minggu tidak mendapatkan hasil apa pun, tidak seperti malam-malam biasanya, pada malam itu itu Datuk Arenan tertidur sangat pulas. Dalam tidurnya ia bermimpi didatangi orang tua yang sangat bijak dan bersahaja. Orang tua itu mengenakan pakaian putih bersih, wajahnya berjenggot putih panjang, dan memegang tongkat layaknya seorang wali.<br />
“Hai Datuk Arenan, jadilah Engkau orang yang sabar dan tabah. Besok pagi sekali pergilah Engkau melihat ambatmu dan akan Kau dapatkan keajaiban di sana,” ujar sang kakek.<br />
“Keajaiban apakah yang akan aku temukan?” tanya Datuk Arenan.<br />
“Aku tidak akan menjelaskannya. Sebaiknya Kau lihat sendiri keajaiban itu besok pagi,” jawab kakek.<br />
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, sang kakek langsung menghilang dan Datuk Arenan pun terbangun dari tidurnya. Ia sangat heran dengan mimpinya karena seumur hidupnya belum pernah ia bermimpi seperti itu. Ia terus memikirkan mimpinya itu dan tidak bisa tertidur lagi. Ia pun tidak sabar menunggu pagi hari.<br />
Untuk membuktikan mimpinya, pagi-pagi sekali Datuk Arernan pergi ke sungai untuk menarik ambatnya. Suasana masih sangat sepi, belum ada satu orang pun yang ia temui di perjalanan. Saat menarik ambatnya, ia melihat pada kail kedua dan ketiga tersangkut alat tenun yang lengkap dan sangat bagus. Diambilnyalah alat tenun itu. Ia pasang lagi ambatnya.<br />
“Bagus sekali alat tenun ini, punya siapakah gerangan? Apakah ini merupakan pesan dari mimpiku tadi malam?” tanya Datuk Arenan dalam hati.<br />
Setelah itu Datuk Arenan pun pulang membawa alat tenun tadi. Karena hari masih sangat pagi, tak ada seorang pun yang melihat ia membawa alat tenun tersebut. Setiba di rumah dibersihkannya alat tenun itu sehingga alat tenun itu terlihat semakin bagus, tidak rusak dan bisa dipakai untuk menenun.<br />
Malam harinya, kembali ia bermimpi didatangi kakek yang muncul dalam mimpinya malam kemarin.<br />
“Datuk Arenan cucuku, hari ini sudah kau dapatkan keajaiaban itu. Akan tetapi besok pagi kau harus pergi lebih pagi lagi dan akan kau dapatkan keajaiban yang tak terbayangkan,” ujar kakek tersebut.<br />
“Keajaiban apa lagikah yang akan aku terima, Kek?” tanya Datuk Arenan.<br />
Sang kakek tidak menjawab, tetapi langsung menghilang. Datuk Arenan terbangun dari tidurnya dan terus memikirkan arti mimpinya itu.<br />
“Apa ya, kira-kira yang akan terjadi besok pagi?” tanya Datuk Arenan di dalam hati.<br />
Karena sibuk memikirkan mimpinya, ia tidak bisa tidur lagi. Seperti hari kemarin, ia pun tidak sabar menunggu pagi hari dan ingin mengetahui apa yang ia akan dapatkan besok.<br />
Menjelang subuh, ia pergi.untuk memeriksa ambatnya. Karena hari masih gelap, ia tidak bertemu dengan seorang pun selama perjalanan ke sungai. Setelah sampai di tepi sungai, ia langsung menarik ambatnya. Benar! Kali ini ambatnya terasa berat sekali, tetapi ia tidak melihat satu ekor ikan pun yang melekat di kailnya. Dengan tidak berputus asa, ia terus menarik ambatnya. Pada bagian ujung ambat, ia melihat sesuatu yang berkilauan melekat di ambatnya. Semakin mendekati ujung ambat, barulah terlihat olehnya  seperti kain yang berkibar-kibar berkilauan. Setelah mencapai ujung ambat, terlihat jelas yang melekat di ujung ambat adalah seorang wanita. Ia sangat terkejut. Diangkatnya wanita itu dan dibawanya ke pinggir sungai. Bajunya yang putih berkilauan basah kuyup oleh air dan wanita itu sangat kedinginan. Segeralah dibawanya wanita tersebut pulang ke rumahnya.<br />
Setiba di rumah, Datuk Arenan langsung membuka lemari pakaiannnya. Dicarinya pakaian yang cocok untuk wanita asing tersebut. Kemudian ia teringat bahwa ia pernah menyimpan baju almarhum ibunya. Baju itu sudah lama sekali ia simpan. Dicarinya baju tersebut dan dan ia berhasil menemukannya. Ternyata baju itu masih bagus.<br />
“Ini handuk, baju, dan kain yang bisa kau pakai. Segeralah ganti pakaianmu yang basah itu. Nanti kamu masuk angin,” ujar Datuk Arenan.<br />
Wanita itu menurut saja. Ia menuju kamar dan mengganti pakaiannya.<br />
Sementara itu, Datuk Arenan sangat bingung memikirkan apa yang harus dilakukannya. Mula-mula terbesik di benaknya untuk merahasiakan saja apa yang ia temukan pagi ini. Sesaat kemudian pikirannya berubah. Cukup lama ia memikirkan hal tersebut. Akhirnya, ia memutuskan untuk menceritakan apa yang dialaminya kepada krio di kampungnya.<br />
“Ada apa Datuk, panas terik begini Datuk menemui saya. Pasti ada hal yang sangat penting yang ingin Datuk sampaikan kepada saya,” ujar krio.<br />
“Ada hal penting yang ingin saya katakan.”<br />
“Katakanlah, Datuk. Jangan sungkan-sungkan. Saya siap mendengarnya. Kalau memang ada masalah, mudah-mudahan saya bisa bantu.”<br />
“Begini, Krio. Tadi pagi seperti biasa saya memeriksa ambat  yang saya pasang. Namun, saya mendapatkan suatu keajaiban Di ujung ambat saya tersangkut seorang wanita yang tidak saya kenal. Sekarang wanita itu ada di rumah saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dan apakah yang saya lakukan ini sudah benar?”<br />
“Benarkah Datuk apa yang Kau bicarakan?”<br />
“Benar, Krio.”<br />
“Jadi, sekarang ini wanita itu ada di rumahmu?”<br />
“Betul, Krio.”<br />
Cukup lama krio berpikir. Ia pun melanjutkan perkataannnya.<br />
“Datuk adalah seorang laki-laki yang tinggal sendirian di rumah. Akan menjadi aib yang sangat besar kalau Datuk membiarkan wanita itu tinggal di rumah Datuk seperti sekarang ini. Menurut saya, karena Datuk belum punya istri, bagaimana kalau Datuk kawini saja wanita itu. Karena datuk yang menemukan wanita itu, Datuklah yang lebih berhak menjadi istrinya.”<br />
Mendengar ucapan krio, Datuk Arenan sangat gembira. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya bahwa ia akan menikah dengan seorang wanita yang sangat cantik dan selama ini kecantikannya belum pernah ditemui pada wanita-wanita di kampungnya.<br />
Tidak lama setelah pembicaraan Datuk Arenan dengan Krio, diumumkanlah berita pernikahan Datuk Arenan. Setelah itu, diadakanlah pesta besar-besaran di kampung itu. Semua masyarakat bergembira. Pada acara perkawinan tersebut, Datuk Arenan dan istrinya mengenakan pakaian adat perkawinan. Istri Datuk Arena yang memang cantik, semakin cantik dangan dandanan pengantin tersebut. Semua warga pun mengakui dan memuji kecantikan istri Datuk Arenan sehingga Datuk Arenan merasa sangat bangga.<br />
Setelah pesta pernikahan usai, istri Datuk Arenan berpesan kepada suaminya.<br />
“Kak, aku ikhlas dan rela menjadi istri Kakak karena kebaikan Kakak yang telah menyelamatkanku. Namun, ada satu permintaanku agar rumah tangga kita tetap langgeng.”<br />
“Permintaan apakah gerangan itu, Dik.”<br />
“Permintaanku tidaklah berat. Aku hanya meminta pakaianku yang pertama kali kukenakan saat Kakak menemukanku hendaknya disimpan dengan baik dan jangan pernah memintaku untuk mengenakannya kembali.”<br />
“Kalau hanya itu permintaanmu,  tentulah aku sanggupi.”<br />
Mereka berdua kemudian hidup berbahagia. Datuk Arenan tetap meneruskan kebiasaannya menangkap ikan. Istrinya di rumah saja. Pekerjaan sehari-hari istrinya, di samping malayani suaminya, ia menenun benang menjadi kain menggunakan alat tenun yang ditemukan Datuk Arenan sebelum menemukan dirinya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Selang beberapa bulan kemudian, desa tersebut kedatangan tamu jauh. Tamu yang datang adalah rombongan dari Kesultanan Palembang yang pergi berburu. Karena kemalaman, rombongan pun menginap di desa itu.<br />
Seperti biasa, setiap ada tamu yang datang, masyarakat mengadakan jamuan untuk menghormati tamu. Selain dihidangkan makanan, tamu juga disuguhi dan dihibur dengan nyanyian dan tari-tarian.<br />
Malam itu, semua tamu merasa senang dan mereka sangat menikmati suguhan yang disajikan. Banyak warga yang turut hadir dalam jamuan itu, termasuk Datuk Arenan dan istrinya.<br />
Setelah semua tarian dan nyanyian ditampilkan, para tamu yang terpesona dengan kecantikan istri Datuk Arenan meminta kepada krio agar mengizinkan istri Datuk Arenan menari. Disampaikanlah keinginan para tamu kepada Datuk Arenan. Datuk Arenan merasa sangat gembira. Ia merasa tersanjung dan mendapat kehormatan yang luar biasa.<br />
“Baiklah kalau begitu, kami berdua pamit pulang sebentar untuk berganti pakaian,” kata Datuk Arenan kepada krio yang menyampaikan permintaan para tamu.<br />
“Sebenarnya, pakaian yang dipakai istrimu sudah cukup bagus, tetapi kalau istri Datuk ingin berganti pakaian kami persilakan. Kami semua menunggu di sini,” jawab krio.<br />
Setelah berpamitan, pulanglah Datuk Arenan beserta istrinya. Kerena jarak dari tempat perjamuan menuju ke rumah Datuk Arenan tidak terlalu jauh, sebentar saja mereka sudah sampai di rumah.<br />
“Dik, rasanya tidak ada pakaian yang paling pantas kau kenakan pada kesempatan baik ini selain pakaian yang engkau kenakan waktu pertama kali kita bertemu. Kenakanlah pakaian itu Kau akan kelihatan semakin cantik dan mempesona.”<br />
“Kak, bukankah Kakak sudah berjanji padaku untuk tidak menyuruhku memakai pakaian ini? Jadi, tolong jangan suruh aku memakainya. Lebih baik aku kenakan pakaian yang lain saja. Bagaimana kalau yang ini?” kata istrinya sambil menunjukkan baju yang cukup bagus yang baru selesai ia buat.<br />
“Tapi, Dik, Kakak ingin engkau mengenakan pakaian ini. Kakak ingin sekali semua mata terpesona melihat kecantikanmu dalam balutan pakaian ini dan tentu ini akan membuat Kakak akan sangat bangga .”<br />
“Kak, sekali lagi tolong, jangan…jangan Kakak paksa aku memakai pakaian ini. Aku takut Kak, kalau aku memakai pakaian ini akan terjadi keanehan yang aku yakin Kakak dan aku tidak menghendakinya. Percayalah padaku, Kak!”<br />
“Percayalah Dik, Kakak yakin tidak akan terjadi apa-apa pada diri Adik. Sekarang cepat kenakan, mereka semua sudah menunggu kedatangan kita.”<br />
“Jangan Kak, lebih baik aku memakai pakaian yang lain saja.”<br />
“Ayolah Dik, cepatlah kenakan pakaian ini!”<br />
“Baiklah kalau Kakak memaksa, saya akan turuti. Akan tetapi Kakak jangan pernah menyesal dan jangan menyalahkan saya jika terjadi sesuatu setelah saya mengenakan pakaian ini.”<br />
Setelah mengenakan pakaian tersebut, mereka berdua pergi ke tempat perjamuan. Kemudian, menarilah istri Datuk Arenan pada acara jamuan itu. Keindahan tariannya membuat semua yang hadir terpesona. Gerakan tariannya yang lemah gemulai sangat menarik dan memikat hati. Semua bertepuk tangan dan memuji penampilan isri Datuk Arenan.<br />
Istri Datuk Arenan terus menari dengan sungguh-sungguh.. Namun, semakin lama istri Datuk Arenan menari, timbulah keanehan. Perlahan-lahan kaki istri Datuk Arenan terangkat naik. Semakin lama tubuhnya melayang semakin tinggi dan terus naik hingga hilang dari pandangan mata.<br />
Semua yang hadir terpaku, lalu menjadi panik. Mereka bingung seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Terlebih-lebih Datuk Arenan. Ia berlari-lari sambil menjerit-jerit memanggil istrinya.<br />
“Dik, turun Dik, jangan tinggalkan Kakak sendirian. Kakak janji tidak akan menyuruhmu memakai pakaian itu lagi. Turunlah Dik!”<br />
Berkali-kali Datuk Arenan menjerit memanggil istrinya. Setelah lelah menjerit dan berlari-lari, ia pun tersungkur di tanah.<br />
“Oh Dik, mengapa kau tinggalkan kakak sendirian. Belum lama kita bertemu, mengapa Kau tega meninggalkan Kakak dengan cara seperti ini,” ucap Datuk Arenan sambil tak henti-hentinya menangis dan menyesali tindakannya.<br />
Warga yang mendengar ratapan Datuk Arenan pun turut hanyut dalam kesedihan. Tidak sedikit pula yang meneteskan air mata. Salah sorang warga membimbing Datuk Arenan pulang ke rumahnya.<br />
Malam itu datuk Arenan terus memanggil-manggil istrinya sambil matanya menatap ke langit.<br />
Setelah kejadian itu Datuk Arenan terus dalam kesedihan. Sambil meratapi kepergian istrinya, ia menggerak-gerakkan tubuhnya mencoba mengikuti gerakan tarian istrinya sebelum pergi. Ia ingat setiap gerakan istrinya. Setiap hari ia menari menirukan gerakan istrinya. Semakin sering ia menari, semakinlah ia sadar tarian istrinya itu seperti gerakan ikan seluang.<br />
Untuk terus mengenang istrinya, Datuk Arenan pun mengajarkan garakan tarian istrinya kepada gadis-gadis di desanya. Tarian yang diajarkannya inilah yang diberi nama Tari Seluang Mudik.<br />
<strong>Narasumber:</strong> Sofa Hasyim<br />
Diceritakan kembali oleh Neny Tryana, S. Pd. (Guru SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III)<br />
Cerita rakyat ini berasal dari Tebing Abang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/sastra/cerita-rakyat/'>Cerita Rakyat</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/sastra/'>Sastra</a> Tagged: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-banyuasin/'>cerita rakyat Banyuasin</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-rantau-bayur/'>cerita rakyat Rantau Bayur</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-sumatera-selatan/'>Cerita rakyat Sumatera Selatan</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-3/'>cerita rakyat'</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-tutur/'>cerita tutur</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1886/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1886&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/09/asal-usul-tari-seluang-mudik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-2.887139 104.389447</georss:point>
		<geo:lat>-2.887139</geo:lat>
		<geo:long>104.389447</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5524376355ccf8503772fe35cb01a049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanpratubangsawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/12/liessya1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">LIESSYA1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obrolan Warung Kopi &#124; HUTANG</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/09/obrolan-warung-kopi-hutang/</link>
		<comments>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/09/obrolan-warung-kopi-hutang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 14:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwanpratubangsawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan Warung Kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?p=1880</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. Benarkah hutang sudah merupakan gaya hidup? Bahkan, konon kabarnya, negara kita merupakan salah satu negara yang dengan senang hati mengikuti gaya hidup ini. Sebagian pendapatan negara kita ternyata bersumber dari hutang pada negara lain atau dari lembaga donor semacam Bank Dunia. Hutang ini dikemas dalam label “bantuan”. Lucunya, hutang kok bisa merupakan pendapatan ya? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1880&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong><span style="color:#800080;">&#8230;. Benarkah hutang sudah merupakan gaya hidup? Bahkan, konon kabarnya, negara kita merupakan salah satu negara yang dengan senang hati mengikuti gaya hidup ini. Sebagian pendapatan negara kita ternyata bersumber dari hutang pada negara lain atau dari lembaga donor semacam Bank Dunia. Hutang ini dikemas dalam label “bantuan”. Lucunya, hutang kok bisa merupakan pendapatan ya?</span></strong></em></p></blockquote>
<p><strong></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;" align="center"><strong>Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan</strong></p>
<p><a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/09/obrolan-warung-kopi-hutang/irwan-p-ratu-bangsawan-6/" rel="attachment wp-att-1881"><img class="alignleft  wp-image-1881" title="IRWAN P. RATU BANGSAWAN" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/12/irwan-p-ratu-bangsawan.jpg?w=192&#038;h=240" alt="" width="192" height="240" /></a>Prinsip gali lubang tutup lubang ternyata bukan cuma monopoli orang miskin dan tak punya saja. Hampir di semua lini kehidupan, kita dengan mudah dapat menemukan kata “kredit” alias hutang. Mulai dari belanja keperluan dapur, alat-alat rumah tangga, barang elektronik sampai pada gaya hidup dengan menggunakan kartu kredit alias kartu hutang. Khusus untuk kartu kredit, sang pemiliknya bahkan dengan bangga dan suka cita menggunakan dan memamerkannya sebagai sebuah gaya hidup yang “wah”. Sungguh aneh bin ajaib ada orang dengan bangganya berhutang ke sana ke mari hanya dengan iming-iming punya kartu serba bisa seperti kartu kredit tersebut.</p>
<p>Benarkah hutang sudah merupakan gaya hidup? Bahkan, konon kabarnya, negara kita merupakan salah satu negara yang dengan senang hati mengikuti gaya hidup ini. Sebagian pendapatan negara kita ternyata bersumber dari hutang pada negara lain atau dari lembaga donor semacam Bank Dunia. Hutang ini dikemas dalam label “bantuan”. Lucunya, hutang kok bisa merupakan pendapatan ya?</p>
<p>Kabar terakhr yang tak kalah eloknya adalah ternyata gejala hutang di bayar dengan hutang sudah merambah sampai ke tingkat kabupaten. Sebagai contoh, nasib yang “kurang beruntung” seperti di beberapa kabupaten di Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Di provinsi berjuluk Serambi Mekah tersebut berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ternyata ada 10 daerah yang bangkrut dan bermasalah; Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Barat Daya, Pidie, Bireuen, Aceh Tenggara, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Besar. Di samping itu, tingkat pengangguran juga cukup tinggi, Ke-10 daerah tersebut merupakan daerah yang terjebak dalam gali lubang tutup lubang alias hutang ditutup dengan hutang.</p>
<p>Bagaimana dengan Banyuasin? Sudah beberapa tahun terakhir kita sering mendengar gosip bahwa setiap akhir tahun anggaran Banyuasin selalu mengalami defisit anggaran. Terakhir, terdengar kabar bahwa kabupaten yang berjuluk Bumi Sedulang Setudung ini defisit Rp 32,5 miliar. Benarkah? <em>Wallahua’lam bi shawwab</em>. Kita cuma berharap Banyuasin akan terus maju dan tidak terjebak dalam gaya hidup mewah para pengguna kartu kredit. <em>Nah, loh!</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/obrolan-warung-kopi/'>Obrolan Warung Kopi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1880/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1880&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/12/09/obrolan-warung-kopi-hutang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-2.887139 104.389447</georss:point>
		<geo:lat>-2.887139</geo:lat>
		<geo:long>104.389447</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5524376355ccf8503772fe35cb01a049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanpratubangsawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/12/irwan-p-ratu-bangsawan.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">IRWAN P. RATU BANGSAWAN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obrolan Warung Kopi  &#124; NONTON SEA GAMES</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/19/obrolan-warung-kopi-nonton-sea-games/</link>
		<comments>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/19/obrolan-warung-kopi-nonton-sea-games/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 11:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwanpratubangsawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan Warung Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[INASOC]]></category>
		<category><![CDATA[JAKABARING SPORT CITY]]></category>
		<category><![CDATA[JAKABARING STADIUM]]></category>
		<category><![CDATA[SEA Games XXVI Palembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?p=1869</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. Ternyata ide membuat gelanggang olahraga terpadu seperti JSC memiliki kelemahan yang baru dirasakan setelah perhelatan tersebut dimulai, yaitu warga jadi tidak “bernafsu” menonton secara langsung karena mereka tahu betapa sulitnya menuju ke lokasi yang menggelar beberapa pertandingan sekaligus&#8230;. Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan Rasanya ada yang kurang bila sebagai warga Sumatera Selatan kita tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1869&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#800080;"><strong><em>&#8230;. Ternyata ide membuat gelanggang olahraga terpadu seperti JSC memiliki kelemahan yang baru dirasakan setelah perhelatan tersebut dimulai, yaitu warga jadi tidak “bernafsu” menonton secara langsung karena mereka tahu betapa sulitnya menuju ke lokasi yang menggelar beberapa pertandingan sekaligus&#8230;.</em></strong></span></p></blockquote>
<p><strong>Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan</strong></p>
<p><a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/19/obrolan-warung-kopi-nonton-sea-games/irwan-p-ratu-bangsawan1-2/" rel="attachment wp-att-1870"><img class="alignleft  wp-image-1870" title="IRWAN P. RATU BANGSAWAN" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/irwan-p-ratu-bangsawan11.jpg?w=192&#038;h=240" alt="" width="192" height="240" /></a>Rasanya ada yang kurang bila sebagai warga Sumatera Selatan kita tidak menyaksikan alias nonton bareng secara “live” perhelatan akbar sekelas SEA Games. Kurang mantap rasanya bila cuma nonton di teve yang layarnya hanya secuil. Apa lagi bila layar tevenya hanya 14”. Mata jadi sakit dan cepat lelah, kan?</p>
<p>Namun nonton secara langsung ternyata membawa konsekuensi yang luar biasa beratnya. Mulai dari tempat parkir yang jauh dan gelanggang yang juga jauh dari pintu masuk Jakabaring Sport City (JSC). Saya sendiri sebenarnya sudah tahu betapa susahnya mencapai arena (venues) tersebut. Tapi, karena anak semata wayang saya merengek mau minta nonton bareng, mau tidak mau saya harus melalui semua kesulitan itu.</p>
<p>Ternyata ide membuat gelanggang olahraga terpadu seperti JSC memiliki kelemahan yang baru dirasakan setelah perhelatan tersebut dimulai, yaitu warga jadi tidak “bernafsu” menonton secara langsung karena mereka tahu betapa sulitnya menuju ke lokasi yang menggelar beberapa pertandingan sekaligus. Aturan yang terlalu kaku seperti tidak boleh membawa rokok dan harus berjalan kaki menuju arena merupakan juga menyebabkan arena SEA Games Jakabaring seperti “kota setengah mati” yang sulit dikunjungi. Penonton yang hadir di JSC kebanyakan para pelajar yang diberi baju suporter negara peserta SEA Games dan mendapat honor setelah nonton. Ini mirip dengan kegiatan para “alay” (anak layangan) yang sering nongol di pentas-pentas musik teve swasta. Masak nonton acara olahraga harus dibayar? <em>Nah, loh!</em></p>
<p><a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/19/obrolan-warung-kopi-nonton-sea-games/jakabaring-stadium/" rel="attachment wp-att-1871"><img class="alignleft  wp-image-1871" title="JAKABARING STADIUM" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/jakabaring-stadium.jpg?w=240&#038;h=180" alt="" width="240" height="180" /></a>Hal berbeda bila kita nonton di arena bola voli. Selain cabang olahraga voli memang sangat menarik, arenanya juga tidak berada di JSC. Jadi, warga tidak harus bersusah payah menuju arenanya. Di sini penontonnya membludak hingga ada yang tidak bisa masuk arena. Hebat, kan? Nah, siapa berani bilang bahwa membuat gelanggang terpadu seperti JSC merupakan ide brilian dan oke punya? <em>Wallahua’lam bi shawwab</em> (***)</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/obrolan-warung-kopi/'>Obrolan Warung Kopi</a> Tagged: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/inasoc/'>INASOC</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/jakabaring-sport-city/'>JAKABARING SPORT CITY</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/jakabaring-stadium/'>JAKABARING STADIUM</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/sea-games-xxvi-palembang/'>SEA Games XXVI Palembang</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1869/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1869&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/19/obrolan-warung-kopi-nonton-sea-games/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-2.887139 104.389447</georss:point>
		<geo:lat>-2.887139</geo:lat>
		<geo:long>104.389447</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5524376355ccf8503772fe35cb01a049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanpratubangsawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/irwan-p-ratu-bangsawan11.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">IRWAN P. RATU BANGSAWAN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/jakabaring-stadium.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">JAKABARING STADIUM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASAL-USUL NAMA SIDANG MAS</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/19/asal-usul-nama-sidang-mas/</link>
		<comments>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/19/asal-usul-nama-sidang-mas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 11:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwanpratubangsawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat Banyuasin]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat Banyuasin III]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita rakyat Sumatera Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tutur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?p=1861</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. Mereka semua kebingungan. Apa yang harus mereka lakukan terhadap emas itu? Dijual? Dipakai atau diamankan saja? Karena bingung tidak tahu emas tersebut mau diapakan dan karena takut terjadi perselisihan di antara mereka, mereka pun mengadakan sidang untuk membahas penggunaan emas tersebut&#8230;.             Alkisah dahulu kala terdapat sebuah hutan di sekitar Sungai Musi. Pada waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1861&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em><strong>&#8230;. Mereka semua kebingungan. Apa yang harus mereka lakukan terhadap emas itu? Dijual? Dipakai atau diamankan saja? Karena bingung tidak tahu emas tersebut mau diapakan dan karena takut terjadi perselisihan di antara mereka, mereka pun mengadakan sidang untuk membahas penggunaan emas tersebut&#8230;.</strong></em></span></p></blockquote>
<p><strong>            </strong>Alkisah dahulu kala terdapat sebuah hutan di sekitar Sungai Musi. Pada waktu itu Nabi Muhammad belum dilahirkan ke muka bumi. Waktu itu makhluk hidup dapat berbicara seperti manusia. berjuta tahun tempat itu tidak dihuni manusia hanya dihuni hewan-hewan buas dan tentu saja liar.<br />
<a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/19/asal-usul-nama-sidang-mas/para-tetua-adat/" rel="attachment wp-att-1862"><img class="alignleft size-full wp-image-1862" title="Para Tetua Adat" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/para-tetua-adat.jpg?w=614" alt=""   /></a>Suatu hari sekelompok orang perantauan datang ke tempat tersebut. Mulanya mereka hanya bermaksud untuk sekedar melintas dan beristirahat sejenak.  Saat mereka beristirahat, mereka dikejutkan oleh sebuah pemandangan yang sangat memukau. Tumpukan emas yang sangat banyak di hadapan mereka. Melihat emas yang sangat banyak itu, mereka seolah terhipnotis mendekat, mengamati, dan meraba emas-emas itu. Semua terpesona dan seolah tidak percaya. Seumur hidup belum pernah mereka melihat emas sebanyak itu.<br />
Mereka semua kebingungan. Apa yang harus mereka lakukan terhadap emas itu? Dijual? Dipakai atau diamankan saja? Karena bingung tidak tahu emas tersebut mau diapakan dan karena takut terjadi perselisihan di antara mereka, mereka pun mengadakan sidang untuk membahas penggunaan emas tersebut.<br />
“Saudara-saudara, kita berkumpul di sini bermaksud untuk merundingkan sesuatu yang sangat penting. Kalau tidak kita rundingkan, saya khawatir akan berakibat buruk bagi kelangsungan hubungan kita semua,” ucap salah satu dari mereka memulai pembicaraan.<br />
”Saudara-saudaraku, seperti telah kita ketahui bersama, kita hadir di tempat ini semula hanya untuk beristirahat. Kemudian kita mendapatkan sesuatu yang sangat mengejutkan, yakni setumpuk emas. Tumpukan emas ini tidak terhingga nilainya. Tumpukan emas ini tentunya sesuatu anugerah bagi kita semua kalau kita bisa mengelolahnya sedemikian rupa. Sekarang kita butuh kesepakatan bersama, mau kita apakan emas-emas ini,” lanjutnya.<br />
Selama sidang berlangsung, berbagai pendapat dan saran pun dikumpulkan. Akhirnya disepakati bahwa emas-emas itu didiamkan pada tempatnya.<br />
“Saudaraku, terima kasih akhirnya kita bisa membuat keputusan yang bijak bahwa emas itu kita biarkan saja. Akan tetapi, kita tidak bisa membiarkannya begitu saja. Bisa saja emas ini diambil oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Saya punya usul, untuk menjaga emas ini, bagaimana kalau kita bermukim di sini. Selain menjaga emas ini, tempat ini juga memang layak untuk kita huni bersama. Saya yakin kehidupan kita akan lebih baik jika kita tinggal di sini.<br />
“Saya setuju,’ jawab salah satu dari mereka.<br />
“Saya juga setuju,” jawab yang lain.<br />
“Kami setuju,” jawab beberapa peserta siding secara bersamaan.<br />
Akhirnya disepakatilah bahwa mereka menetap di tempat tersebut.<br />
Kehidupan mereka saat itu sangat unik. Mereka menanamkan jalan hidup yang sangat lurus. Sikap mereka sangat hebat, antara lain dalam hal menolong sesama, tidak mengganggu orang lain, dan menjaga kepentingan barsama. Sikap masyarakat tersebut sangat patut diacungi jempol.<br />
Seiring dengan perjalanan waktu pemukiman itu terus dihuni oleh manusia hingga kini. Sampai sekarang orang meyakini bahwa emas itu masih ada. Akan tetapi, ada beberapa kepercayaan yang muncul. Pertama, mereka percaya hanya orang-orang yang memiliki tuah (kekuatan gaib) yang bisa melihatnya. Kedua, ada juga yang mengatakan bahwa emas itu sekarang terkubur di dalam tanah. Sebagai buktinya, saat ini setiap warga yang menggali sumur, mereka akan mendapatkan serbuk dan lempengan batu menyerupai emas.<br />
Karena di tempat tersebut pernah terjadi persidangan emas, mereka sepakat memberi nama mereka tempat tinggal mereka dengan nama Sidang Emas. Desa Sidang Emas terdapat di Kecamatan Banyuasin III.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong><em>Diceritakan kembali oleh Neny Tryana, S. Pd. (Guru SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III)</em></strong></span><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong><em> Cerita rakyat ini berasal dari Desa Sidang Emas, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.</em></strong></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/sastra/cerita-rakyat/'>Cerita Rakyat</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/sastra/'>Sastra</a> Tagged: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-dongeng/'>cerita dongeng</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-2/'>cerita rakyat</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-banyuasin/'>cerita rakyat Banyuasin</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-banyuasin-iii/'>cerita rakyat Banyuasin III</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-sumatera-selatan/'>Cerita rakyat Sumatera Selatan</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-tutur/'>cerita tutur</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1861/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1861&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/19/asal-usul-nama-sidang-mas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-2.887139 104.389447</georss:point>
		<geo:lat>-2.887139</geo:lat>
		<geo:long>104.389447</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5524376355ccf8503772fe35cb01a049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanpratubangsawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/para-tetua-adat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Para Tetua Adat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obrolan Warung Kopi &#124; SEA Games dan Keindonesiaan</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/12/obrolan-warung-kopi-sea-games-dan-keindonesiaan/</link>
		<comments>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/12/obrolan-warung-kopi-sea-games-dan-keindonesiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 02:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwanpratubangsawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan Warung Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[SEA Games XXVI Palembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?p=1855</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. Sebagaimana biasa, setiap kali ada kegiatan yang menyangkut nama besar bangsa, pasti ada semacam mobilisasi untuk mendukung secara masif Indonesia. Slogan seperti “Ayo Indonesia Bisa” adalah contoh mobilisasi dukungan tersebut&#8230;. Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan SEJAK kemarin (11/11) perhelatan olahraga terbesar di Asia Tenggara (SEA Games) secara resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1855&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em><strong>&#8230;. Sebagaimana biasa, setiap kali ada kegiatan yang menyangkut nama besar bangsa, pasti ada semacam mobilisasi untuk mendukung secara masif Indonesia. Slogan seperti “Ayo Indonesia Bisa” adalah contoh mobilisasi dukungan tersebut&#8230;.</strong></em></span></p></blockquote>
<p><strong>Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan<br />
<a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/12/obrolan-warung-kopi-sea-games-dan-keindonesiaan/irwan-p-ratu-bangsawan2-4/" rel="attachment wp-att-1856"><img class="alignleft size-full wp-image-1856" title="IRWAN P. RATU BANGSAWAN" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/irwan-p-ratu-bangsawan2.jpg?w=614" alt=""   /></a>SEJAK</strong> kemarin (11/11) perhelatan olahraga terbesar di Asia Tenggara (SEA Games) secara resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SEA Games yang ke-26 ini dilaksanakan di dua kota besar, yaitu di Jakarta dan Palembang.<br />
Sebagai tuan rumah, tekad besar telah ditanamkan dalam setiap diri atlet Indonesia, yaitu harus menjadi yang terbaik dan Indonesia harus menjadi juara umum. Mungkinkah?<br />
Sebagaimana biasa, setiap kali ada kegiatan yang menyangkut nama besar bangsa, pasti ada semacam mobilisasi untuk mendukung secara masif Indonesia. Slogan seperti “Ayo Indonesia Bisa” adalah contoh mobilisasi dukungan tersebut.<br />
Efektifkah mobilisasi tersebut? Biasanya, rakyat Indonesia adalah rakyat yang sangat cinta bangsa dan negaranya. Mereka biasanya akan bahu membahu bila sudah menyangkut nasionalisme. Keindonesiaan rakyat kita adalah nasionalisme yang tanpa reserve. Mereka mencintai Indonesia “tanpa ada udang di balik batu”.<br />
SEA Games adalah wahana yang tepat untuk, sekali lagi, mengukur keindonesiaan kita. Mungkinkah keindonesiaan kita masih pekat ataukah sudah mulai meluntur? Pertanyaan ini, sesungguhnya bukan ditujukan kepada rakyat kita yang memang sudah tidak diragukan lagi keindonesiaannya, melainkan lebih tepat jika ditujukan kepada para pejabat dan politisi kita. Mengapa? Sebab para pejabat dan politisi biasanya adalah pihak yang paling rentan “terganggu” keindonesiaannya jika sudah berhadapan dengan tahta, wanita, dan harta. Benarkah? <em>Wallahua’lam bishawwab!</em> (***)</p>
<br />Filed under: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/obrolan-warung-kopi/'>Obrolan Warung Kopi</a> Tagged: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/sea-games-xxvi-palembang/'>SEA Games XXVI Palembang</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1855/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1855&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/12/obrolan-warung-kopi-sea-games-dan-keindonesiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-2.887139 104.389447</georss:point>
		<geo:lat>-2.887139</geo:lat>
		<geo:long>104.389447</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5524376355ccf8503772fe35cb01a049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanpratubangsawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/irwan-p-ratu-bangsawan2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IRWAN P. RATU BANGSAWAN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puyang Perahu Kawah</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/12/puyang-perahu-kawah/</link>
		<comments>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/12/puyang-perahu-kawah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 01:56:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwanpratubangsawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat Banyuasin]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita rakyat Sumatera Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat']]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat' Kecamatan Rantau Bayur]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tutur]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Lebung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?p=1849</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. Setelah cucunya beranjak dewasa, ketib memerintahkan keempat cucunya yang laki-laki  untuk pergi dari Ngelebung dan merantau, mencari penghidupan ke tempat lain. Semua cucunya melaksanakan perintah kakeknya. Urip pergi ke arah utara, Sirah ke arah barat, Teladan menyelusuri sungai menuju ke hulu, yaitu ke arah Desa Rantau Bayur, dan Waras juga menyelusuri ke hulu, yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1849&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong><span style="color:#800080;">&#8230;. Setelah cucunya beranjak dewasa, ketib memerintahkan keempat cucunya yang laki-laki  untuk pergi dari Ngelebung dan merantau, mencari penghidupan ke tempat lain. Semua cucunya melaksanakan perintah kakeknya. Urip pergi ke arah utara, Sirah ke arah barat, Teladan menyelusuri sungai menuju ke hulu, yaitu ke arah Desa Rantau Bayur, dan Waras juga menyelusuri ke hulu, yaitu ke arah Sungai Keruh Musi Banyuasin. Cucu perempuan satu-satunya, yaitu Untung tetap tinggal dan menemukan jodohnya di tempat tersebut&#8230;.</span></strong></em></p></blockquote>
<p>Pada zaman dahulu, di masa penjajahan Belanda, di hulu sungai Musi terdapat sebuah kampung yang penduduknya telah beragama Islam. Kampung itu bernama Benakat. Di kampung itu hiduplah satu keluarga ketib (tokoh agama Islam). Keluarga ketib ini memiliki satu anak perempuan yang beranjak dewasa bernama Ayu yang sangat cantik jelita.</p>
<p><a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/12/puyang-perahu-kawah/b/" rel="attachment wp-att-1850"><img class="alignleft size-full wp-image-1850" title="b" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/rantau-bayur.jpg?w=614" alt=""   /></a>Suatu hari lewatlah seorang opsir Belanda di kampung Benakat. Secara kebetulan opsir bertemu Ayu. Melihat kecantikan Ayu, opsir langsung tertarik.</p>
<p>“Alangkah cantiknya gadis ini. Gadis secantik ini tidak akan akan aku sia-siakan. Aku harus mendapatkan gadis ini,” katanya dalam hati.</p>
<p>Mengetahui Ayu anak seorang ketib, datanglah opsir Belanda kepada ketib. Dengan percaya diri yang tinggi, ia langsung mengemukakan maksud kedatangannya, yakni untuk meminang Ayu dan akan dijadikan selir. Opsir tidak mengetahui bahwa ketib sangat membenci Belanda. Pinangan opsir, langsung ditolak oleh ketib. Akibatnya, opsir Belanda menjadi marah besar. Ia mengancam dengan menggunakan kekuasaannya. Isi ancamannya sangat membuat hati kecut siapa pun yang mendengarnya. Opsir memberi batas waktu kepada ketib untuk mempertimbangkan lamarannya. Bila batas waktu yang ditentukan, ketib masih tetap menolak pinangannya, opsir mengancam akan membunuh semua keluarga ketib, tanpa kecuali.</p>
<p>Demi keselamatan keluarganya, sebelum batas waktu yang ditentukan tiba, pergilah ketib bersama keluarganya meninggalkan kampung Benakat. Dengan kesaktian yang dimilikinya, ketib membawa istri dan anaknya Ayu menaiki sebuah kawah besar yang terbuat dari besi (wajan besi untuk memasak nasi) sebagai perahu. Kawah tersebut terus hanyut hingga ke hilir mengikuti arus Sungai Musi.</p>
<p>Beberapa hari lamanya terombang- ambing mengikuti arus sungai, terdamparlah mereka di sebuah hutan di pinggiran Sungai Musi. Karena diangggap aman, menetaplah mereka di hutan tersebut. Hutan tersebut belum ada penghuninya. Pada saat itu hidup mengasingkan diri seperti yang mereka lakukan disebut ngelebung.</p>
<p>Suatu hari tersesatlah seorang pemuda dan tiba di tempat tinggal ketib.  Pemuda tersebut berasal dari Palembang. Ia melarikan diri dari kejaran Belanda. Ia pun menetap di tempat tersebut hingga bertahun-tahun.</p>
<p>Setelah beberapa tahun mengenal Ayu dan keluarganya, pemuda tersebut memberanikan diri melamar Ayu. Lamarannya diterima dengan senang hati oleh keluarga ketib. Pernikahan pun dilaksanakan.</p>
<p>Dari pernikahan mereka lahirlah cucu-cucu ketib, yaitu empat orang anak laki-laki yang bernama Urip, Sirah, Waras, dan Teladan, serta satu perempuan yang bernama Untung.</p>
<p>Setelah cucunya beranjak dewasa, ketib memerintahkan keempat cucunya yang laki-laki  untuk pergi dari Ngelebung dan merantau, mencari penghidupan ke tempat lain. Semua cucunya melaksanakan perintah kakeknya. Urip pergi ke arah utara, Sirah ke arah barat, Teladan menyelusuri sungai menuju ke hulu, yaitu ke arah Desa Rantau Bayur, dan Waras juga menyelusuri ke hulu, yaitu ke arah Sungai Keruh Musi Banyuasin. Cucu perempuan satu-satunya, yaitu Untung tetap tinggal dan menemukan jodohnya di tempat tersebut.</p>
<p>Untung dan suaminya memperluas wilayah tempat tinggal mereka sampai ke suatu sungai yang diberi nama Rimba Bulian. Sejak itulah tempat yang menjadi tempat tinggal Ketib dan keluarganya dinamakan Ngelebung.</p>
<p>Lama-kelamaan penduduk Ngelebung bertambah banyak dan berkembanglah menjadi sebuah kampung yang akhirnya menjadi sebuah dusun bernama Lebung.  Dusun Lebung sekarang lebih dikenal dengan nama Desa Lebung. Karena kesaktian ketib membuat kawah menjadi perahu sebagai kendaraan, ia kemudian dikenal dengan sebutan “Puyang Perahu Kawah”.</p>
<p><em>Diceritakan kembali oleh Neny Tryana, S. Pd. (Guru SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III)</em><br />
<em>Cerita rakyat ini berasal dari Desa Lebung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/sastra/cerita-rakyat/'>Cerita Rakyat</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/sastra/'>Sastra</a> Tagged: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-dongeng/'>cerita dongeng</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-banyuasin/'>cerita rakyat Banyuasin</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-sumatera-selatan/'>Cerita rakyat Sumatera Selatan</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-3/'>cerita rakyat'</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-rakyat-kecamatan-rantau-bayur/'>cerita rakyat' Kecamatan Rantau Bayur</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/cerita-tutur/'>cerita tutur</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/desa-lebung/'>Desa Lebung</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1849/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1849&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/12/puyang-perahu-kawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-2.887139 104.389447</georss:point>
		<geo:lat>-2.887139</geo:lat>
		<geo:long>104.389447</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5524376355ccf8503772fe35cb01a049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanpratubangsawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/rantau-bayur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KIRAB API SEA GAMES DISAMBUT MERIAH DI BANYUASIN</title>
		<link>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/07/kirap-api-sea-games-disambut-meriah-di-banyuasin/</link>
		<comments>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/07/kirap-api-sea-games-disambut-meriah-di-banyuasin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 04:50:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irwanpratubangsawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Parsenpor]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuasin]]></category>
		<category><![CDATA[KIRAP API SEA GAMES XXVI]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pangkalanbalai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/?p=1830</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. Kabupaten Banyuasin mendapat kehormatan pertama untuk menerima api SEA Games tersebut langsung dari kontingen provinsi. Di sepanjang jalan lintas timur (jalintim) ruas Palembang-Betung, arak-arakan yang dikawal oleh sejumlah motor gede (moge) tersebut mendapat sambutan yang sangat meriah&#8230;.. PANGKALANBALAI - Detik-detik pelaksanaan SEA Games ke-26 semakin di ambang pintu. Hari ini api SEA Games mulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1830&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em><strong>&#8230;. Kabupaten Banyuasin mendapat kehormatan pertama untuk menerima api SEA Games tersebut langsung dari kontingen provinsi. Di sepanjang jalan lintas timur (jalintim) ruas Palembang-Betung, arak-arakan yang dikawal oleh sejumlah motor gede (moge) tersebut mendapat sambutan yang sangat meriah&#8230;..</strong></em></span></p></blockquote>
<p><strong>PANGKALANBALAI -</strong> Detik-detik pelaksanaan SEA Games ke-26 semakin di ambang pintu. Hari ini api SEA Games mulai dikirap ke beberapa kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Selatan.</p>
<p><a href="http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/07/kirap-api-sea-games-disambut-meriah-di-banyuasin/sea-games/" rel="attachment wp-att-1831"><img class="alignleft size-full wp-image-1831" title="LOGO SEA GAMES KE-26 PALEMBANG-JAKARTA INDONESIA" src="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/sea-games.jpeg?w=614" alt=""   /></a>      Kabupaten Banyuasin mendapat kehormatan pertama untuk menerima api SEA Games tersebut langsung dari kontingen provinsi. Di sepanjang jalan lintas timur (jalintim) ruas Palembang-Betung, arak-arakan yang dikawal oleh sejumlah motor gede (moge) tersebut mendapat sambutan yang sangat meriah. Para pelajar dan masyarakat yang berjejer di sepanjang jalan melambai-lambaikan bendera merah putih menyambut kedatangan rombongan tersebut.</p>
<p>Setiba di Pangkalanbalai sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan api SEA Games diterima di Kompleks Rumah Dinas Bupati Banyuasin. Bupati Banyuasin Ir. H. Amiruddin Inoed didampingi Ketua DPRD, Wakil Bupati dan sejumlah kepala SKPD menerima langsung api tersebut untuk dikirap di kota Pangkalanbalai dan selanjutnya dibawa ke Kabupaten Musi Banyuasin (IP).</p>
<br />Filed under: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/berita-parsenpor/'>Berita Parsenpor</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/category/berita-parsenpor/olahraga/'>Olahraga</a> Tagged: <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/banyuasin/'>Banyuasin</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/kirap-api-sea-games-xxvi/'>KIRAP API SEA GAMES XXVI</a>, <a href='http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/tag/kota-pangkalanbalai/'>Kota Pangkalanbalai</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irwanpratubangsawan.wordpress.com/1830/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irwanpratubangsawan.wordpress.com&amp;blog=13225453&amp;post=1830&amp;subd=irwanpratubangsawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwanpratubangsawan.wordpress.com/2011/11/07/kirap-api-sea-games-disambut-meriah-di-banyuasin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-2.887139 104.389447</georss:point>
		<geo:lat>-2.887139</geo:lat>
		<geo:long>104.389447</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5524376355ccf8503772fe35cb01a049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanpratubangsawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irwanpratubangsawan.files.wordpress.com/2011/11/sea-games.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">LOGO SEA GAMES KE-26 PALEMBANG-JAKARTA INDONESIA</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
