Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Irwan P. Ratu Bangsawan’

Oleh : Irwan P. Ratu Bangsawan Marfuah ingin segera menikah, itu sudah pasti. Hanya saja kedua orangtuanya tidak setuju jika ia menikah dengan Windhu. Yang membuat Marfuah semakin pusing tujuh keliling, orangtuanya tidak pernah memberi alasan yang jelas mengapa mereka tidak setuju jika ia menikah dengan Windhu. Marfuah masih ingat benar bagaimana dua minggu yang [...]

Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan MARKONAH adalah janda kembang yang paling banyak dipergunjingkan di kampung kami. Pergunjingan tersebut selalu berkisar di sekitar penyebab matinya para suami Markonah yang pernah menikah tiga kali. Tiga kali menikah, tiga kali pula Markonah harus menahan kegetiran karena kematian suaminya. Pernikahan Markonah tidak pernah lebih dari satu bulan. Ketika menikah [...]

Beberapa waktu lalu Dewan Kesenian Banyuasin mengadakan “Festival Lagu Melayu dan Dangdut” tingkat kabupaten. Festival yang diikuti utusan dari 15 kecamatan yang ada di Banyuasin tersebut jika ditilik dari jumlah dan kualitas vokal peserta dapat dikatakan cukup sukses. Festival yang membebaskan peserta untuk menyanyikan lagu yang bergenre melayu ataukah dangdut ini menyisakan catatan yang cukup [...]

Sastra yang ditulis dalam Bahasa Melayu Banyuasin hingga saat ini dapat dikatakan belum ada yang dipublikasikan. Akibatnya, kita kesulitan untuk mendokumentasikan perkembangan sastra daerah Banyuasin. Tidak terdeteksinya perkembangan tersebut tentu saja merupakan kerugian tersendiri bagi kita sebab sastra daerah merupakan salah satu bentuk kearifan lokal dari suatu daerah dalam bentuk bahasa. Kemunduran sastra daerah merupakan [...]

Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan Mungkin kita masih ingat ketika masih kanak-kanak, kita sering bermain pantak lele, enggrang, mobil-mobilan, atau perahu-perahuan yang terbuat dari kayu pulai. Penulis sendiri pernah merasakan betapa nikmatnya memainkan berbagai permainan tersebut. Ketika masih kanak-kanak, saat sore hari seusai sekolah, kami sering memainkan permainan tradisional, seperti pantak lele, di halaman sekolah [...]