Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Sastra Banyuasin’

Pada zaman dahulu, di salah satu desa hiduplah seorang anak perempuan dan ibunya. Anak perempuannya bernama Siti Gelembung. Nasib Gelembung sangat malang. Setiap hari pagi-pagi sekali Gelembung ditinggalkan ibunya ke kebun dan menjelang malam ibunya baru pulang ke rumah. Setiap sebelum pergi Ibunya selalu berpesan kepada Gelembung agar tidak pergi kemana-mana, apalagi pergi jauh dari [...]

Di suatu dusun yang terletak di tengah hutan belantara, hiduplah satu keluarga yang miskin. Mereka tinggal di sebuah rumah yang biasa disebut pondok. Mereka terdiri dari ibu dan kedua anaknya. Ibunya sudah tua dan biasa dipanggil Mak Bo. Anaknya yang tua bernama Hiju dan yang kecil bernama Hanur. Mereka hidup seadanya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, [...]

Zaman dahulu di sebuah desa hiduplah dua orang anak yatim piatu. Kakaknya bernama Lematang dan adiknya bernama Tanjung. Mereka hidup dalam kemiskinan. Mereka berdua saling menyayangi. Lematang berwajah tampan, orangnya baik, beriman, dan pemberani. Sedangkan adiknya seorang yang sangat manja dan penakut. Suatu hari Tanjung  menangis karena kelaparan. “Kak, lapar! Apa yang bisa aku makan?” [...]

Pada masa lampau  di desa Lubuk Karet hiduplah seorang laki-laki bernama Ario Bajung. Ia adalah seorang pemimpin desa yang sangat dihormati oleh rakyatnya. Kepemimpinannya tiada banding adilnya. Ia juga sangat ramah dan setiap saat selalu mengamati serta memperhatikan penduduk di daerah kekuasaannya. Kadang kala tidak segan-segannya ia datang ke rumah penduduk untuk mencari kesulitan-kesulitan yang [...]

Pada zaman dahulu, di sebuah hutan berdirilah sebuah kerajaan yang sangat megah. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang selalu bertindak semena-mena. Ia selalu berbuat tidak adil dan senantiasa mementingkan dirinya sendiri. Karena itu, rakyat sangat membenci rajanya. Akan tetapi, dia mempunyai isteri yang sangat baik hati dan selalu patuh pada perintahnya. Sang istri memahami [...]