Buken aku dek gelek ade cinte
Buken
Dinde lah lupe kite ade jenji
Buken aku dek gelek ade cinte
Buken
Dinde lah ingkar ape kendek kite
Cube Dinde piker
Cubelah
Ape lemaknye cinte terase besi
Dingin, juge idek lemak
Tapi, ngape Dinde diem
Idek katik rase
Tapi, ngape Dinde idek nak jujor
Jedi Dinde, nasip lah ade di depan mate
Jelenilah nasip yang Dinde pileh
Aku nak tetap di sini nyusun idup yang beru

Irwan P. Ratu Bangsawan
4/1/18

Iklan

Adab Makan Adat Melayu

Posted: 20 Januari 2018 in Kabupaten Banyuasin

A. Cara Menghidangkan Makanan

Ilustrasi

Pada umumnya dahulu orangtua Melayu adalah sangat sederhana, mereka tidak memerlukan sebuah meja untuk keluarga makan bersama-sama dilantai. makan dihidangkan menggunakan talam lengkap dengan tudung saji ataupun dengan dihidangkan diatas seprai, adapun urutan menghidangkan makan adalah sebagai berikut:

~ Membentangkan seprai;
~ Air minum dihidangkan terlebih dahulu (gelas kosong beserta kendi air);
~ Piring makan dan tempat basuh kedua tangan;
~ Yang ketiga barulah diletakkan mangkuk nasi;
~ Terakhir lauk pauk dan kelemih pencuci mulut;

Sedangkan untuk makan di atas meja, makanan ditata rapi di atas meja sesuai dengan jumlah orang yang akan makan dengan catatan air minum diletakan di sebelah kanan.

B. Tata Cara Makan

~ Mencuci tangan sebelum makan;
~ Meminum air segelas atau seteguhnya, agar terhindar dari salah usus;
~ Menyendok nasi oleh orang yang muda;
~ Mengambil makanan dengan tangan kanan;
~ Membaca basmallah dan doa sebelum makan dan minum;
~ Mengambil makanan yang didepan kita (orang terdekat dari makanan) terlebih dahulu;
~ Mengambil lauk pauk dengan sendok, hendaknya dipegang pangkal sendok;
~ Sewaktu mengunyah, mulut tidak berbunyi;
~ Hindari bercakap-cakap waktu makan;
~ Membaca hamdallah setelah selesai makan;
~ Kalau ingin berhenti makan, terlebih dahulu maka sikap sopan santun minta izin berhenti makan;
~ Selesai makan maka mencuci tangan dengan menyirami tangan sedikti dengan kepiring sendiri baru kemudian mencelup tangan kedalam tempat basuh tangan;
~ Makan hendaklah bersama-sama, karena makan berjamaah mendatangkan berkah tuan rumah jangan berhenti dulu sebelum para tamu selesai makan.

Sumber: http://budayaindonesia1995.blogspot.com/2014/05/adab-makan-adat-melayu.html?m=1




Oleh: Jenny

Bagi orang awam atau anak-anak pasti terasa asing sekali dengan permainan gobak sodor atau bahkan tidak mengenalnya. Gobak sodor adalah permainan tradisional yang sering sekali dimainkan pada jaman dahulu dan terkenal pada masanya. Gobak sodor sendiri kini sudah jarang ditemui bahkan tidak ada yang pernah lagi memainkannya, karena seiring berkembangnya kemajuan teknologi. Cara memainkan permainan ini tidak terlalu sulit karena permainan ini sudah ada sejak lama jadi sudah banyak yang lupa cara memainkannya.

Permainan gobak sodor berasal dari Pulau Jawa atau lebih tepatnya di Jawa Tengah. Gobak sodor mempunyai cerita sejarah yang tersendiri yaitu pada zaman dahulu para prajurit di zaman kerajaan memainkan sodoran sebagai latihan keterampilan dalam berperang untuk melawan musuh. Sodor sendiri adalah alat tombak dengan panjang kira-kira 2 meter, tanpa mata tombak yang tajam pada ujungnya. Oleh karena itu, permainan tradisional tersebut dikenal dengan gobak sodor.

Gobak sodor dikenal dengan permainannya yang memiliki aturan permainan tidak boleh menyentuh badan lawan atau harus terhindar dari kejaran lawan. Garis-garis penjagaan dibuat dari kapur sehingga bisa dimainkan di lapangan mana saja atau lapangan bulu tangkis. Permainan ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok pertama sebagai penyerang dan kelompok kedua sebagai penjaga. Satu tim terdiri dari tiga sampai lima orang. Setiap tim harus memilih salah satu anggotanya untuk menjadi ketua yang bertugas sebagai gobag dan sodor.

Tim yang bertugas untuk menjaga harus berada di sepanjang garis horizontal yang telah dibuat. Tim tersebut bertugas untuk menghalangi lawan yang berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Sebagai tim jaga harus bisa memantau setiap pergerakan tim serang jangan sampai tim tersebut bisa menembus penjagaan tim jaga. Dalam permainan ini sangat dibutuhkan ketangkasan dan kecepatan.

Sebagai tim serang atau tim lawan harus bisa melewati semua garis melintang yang telah ditentukan untuk bisa memenangkan permainan ini. Untuk memenangkan permainan ini harus ada salah satu dari tim serang yang bisa kembali lagi ke pangkalan tanpa tersentuh tim jaga. Jika dalam tim serang ada yang berhasil melewatinya maka tim serang menang. Tetapi, bila ada salah satu dari tim serang yang tersentuh oleh tim jaga maka tim jaga menjadi pemenangnya. Untuk melanjutkan permainan, tim jaga berganti menjadi tim serang dan begitu seterusnya.

Permainan gobak sodor sangat baik untuk diperkenalkan kepada anak-anak. Permainan tradisional ini meskipun sudah jarang dimainkan, tetapi sangat seru untuk dimainkan di waktu senggang. Anak-anak pasti sangat menyukainya karena banyak manfaat positif yang bisa diambil selain itu tidak berbahaya bagi anak-anak. Permainan tradisional gobak sodor adalah pilihan permainan yang tepat bagi anak-anak.


OLEH: ZENG WEI JIAN
Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Ilustrasi


MENURUT Philosopher Alfred North Whitehead, half-truth memproduksi konklusi salah dan tipu daya.
Cerita Half-truth dibangun di atas fakta parsial. Separuh benar. Kadang hanya menampilkan satu fragmen kecil kebenaran dari keseluruhan fakta. 

Metode half-truth bisa menampilkan deceptive element, bias makna dan misrepresent the truth. Fungsinya adalah membuat sebuah keyakinan (a belief) sebagai fakta. 

Sebuah fakta, bila dinyatakan separo, bisa mislead orang banyak. Half-truth tidak lain adalah sebuah outright lie. Kebohongan sempurna. 

Modus half-truth biasanya dipake oleh penipu profesional, untrustworthy people, dan mereka yang punya hidden agendas.

Dalam naskah “The Magic Lantern: The Revolution of 1989 Witnessed in Warsaw, Budapest, Berlin, and Prague”, Timothy Garton Ash menyatakan bahwa the essence of democratic politics might rather be described as “working in half-truth”. 

Half-truth jadi kebiasaan dalam arena politik. Misalnya di DKI Jakarta. Half-truth gencar dipake sebagai mode nyerang Anies Baswedan di masalah rencana perizinan becak. 

Kabar becak ini langsung disamber Anies Haters. Supaya kredible, mereka gunakan statemen “Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti”. 

Si pengamat bilang, “Mengembalikan becak ke jalan raya itu kemunduran jauh”. Entah apa yang dia amati. 

Padahal, Anies hanya berencana membuka trayek becak secara terbatas. Limited policy. Di area kompleks perumahan, lokasi turisme dan kampung yang tak terjangkau angkot. Nggak pernah ada plan menghadirkan becak di jalan-jalan protokol ibukota. 

Becak jadi “Angling” alias Angkutan Lingkungan. Bukan Angkot atau Angkutan Kota. 

Selain punya hidden agendas, Anies Haters hobi berfantasi. Mereka menghayal urbanisasi masif serbu Jakarta. Jalan Sudirman-Thamrin blepotan wara-wiri becak. 

Di pikiran mereka, Traffic jam di mana-mana. Gara-gara Becak Anies, Jakarta jadi stucked Hellish city. Kota Neraka. 

Supaya tampak historis, mereka kutip statement ngawur dari Gubernur Wiyogo Atmodarminto yang mengatakan “pekerjaan menarik becak adalah penghisapan manusia atas manusia”. 

Jadi seperti Romusha atau slavery itu profesi becak-driver. Seolah, Kang Becak versi Anies serupa dengan Chinese Rickshaw abad 17 atau imported African slaves di Jamaica. Padahal nggak gitu-gitu amat ya.

Becak lumrah di major shopping district macam Oxford Street London dan New York. Selama ini becak masih beroperasi di Teluk Gong, Muara Baru, Cilincing. 

Di Tangerang, Pekalongan, Sumut, Semarang dan sebagainya becak bertebaran. Bahkan ada politisi berpose sebagai penarik becak sebagai pencitraan dulang suara. 

Bukan Anies Haters namanya bila nggak jahat. Mereka bikin meim “becak online”. Disingkat “Be-ol”. Istilah slank. Artinya berak. Otak haters memang kusut. 

Faktanya, Gubernur Anies Baswedan nggak pernah rilis ide soal “becak online”. Itu murni hoax. Hasil rekaan imaginer kaum haters. Fakta lain, sebenarnya Anies merealisasi kontrak politik Gubernur Jokowi yang menjanjikan operasi becak di Jakarta. 

Semua opini Anies haters soal becak berdasarkan rasa benci. Masuk kategori hatespeech. “Opinion based on hate is not opinion at all,” kata Netizen Rio Sumantri. 

Jurnalis Dick Lyles berkata, “Hate makes people stupid”. Dan itu bisa dilihat pada para pembenci Anies Baswedan…! [***]

Sumber: http://rmol.co/read/2018/01/17/322695/Becak:-Emang-Salah-Gue-Ape-


Oleh: Satria Dwi Saputro


Permainan tradisional yang ada di masing-masing daerah tidak hanya kaya dari segi jenis saja yang beragam akan tetapi juga memiliki banyak aturan serta metode yang dipakai. Selain itu dalam melakukan permainan tradisional biasanya para peserta atau orang-orang yang bermain akan membuat semacam undian terlebih dahulu untuk menentukan giliran yang bermain nantinya. Pada artikel ini coba mengulas mengenai memulai permainan tradisional dengan metode dilakukan pengundian terlebih dahulu. Tujuannya agar permainan tradisional yang dimainkan nantinya akan berjalan sportif dan juga menghindari kecurangan.

Pengundian dalam banyak jenis permainan tradisional itu diperlukan guna dapat menentukan siapa yang mendapat kesempatan pertama untuk memulai permainannya. Dalam penentuan undian pada permainan tradisional biasanya mengandalkan peran wasit untuk dapat memilih pemain atau kelompok mana yang mendapat giliran pertama. Ada pula yang dilakukan tanpa wasit dengan masing-masing pemain atau kelompok yang diwakilkan melakukan undian menggunakan cara yang telah ditentukan sebelumnya. Biasanya permainan tradisional yang menggunakan metode pengundian sebelum memulai permainan ada banyak sekali seperti petak umpet, patok lele, lompat tali, congklak, dan masih banyak lagi.
Di berbagai daerah yang terdapat permainan tradisionalnya memiliki ragam metode yang berbeda-beda untuk mengundi para pemain yang akan bertanding. Akan tetapi lazimnya yang dikenal secara umum di berbagai daerah terdapat cara atau metode mengundi yang populer ialah dengan sistem suit atau suten atau nama lainnya disebut juga dengan sistem hom-pim-pah. Pada suit atau suten media yang dipergunakan adalah tiga jari yang ada di tangan yakni jempol, telunjuk, dan kelingking. Adapun makna dari ketiga jari tersebut adalah jari jempol dimaknai sebagai gajah yang akan menang melawan telunjuk, jari telunjuk diartikan sebagai manusia yang akan menang melawan jari kelingking, dan jari kelingking dimaknai sebagai semut yang akan bisa mengalahkan jari jempol. Sistem suit yang dipergunakan untuk pengundian pemain perorangan atau kelompok yang bertanding biasanya hanya bisa dijalankan oleh dua orang saja.
Akan tetapi beda halnya dengan memakai sistem hom pim pah yang dapat dipakai lebih dari dua orang untuk penentuan pengundiannya. Pada sistem hom pim pah yang juga menggunakan media tangan tidak memakai sistem jari yang ada dalam suit melainkan hanya menggunakan telapak tangan dan bagian atas tangan. Adapun istilah yang ada pada hom pim pah adalah hitam dan putih yang mana sebagai putih adalah bagian telapak tangan sedangkan bagian atas tangan sebagai hitam. Dalam penentuan siapa yang menang ataupun kalah maka terlebih dahulu dipilih warna apa yang disebut menang dan kalah. Misalnya, jika para pemain yang terdiri 5 orang sepakat memilih putih atau telapak tangan yang muncul sebagai pemenang maka yang hitam sudah tentu akan kalah.

Sedangkan metode yang digunakan untuk melakukan pengundian dalam permainan tradisional tidak hanya memakai sistem suit atau hom pim pah akan tetapi ada banyak lagi. Adapun sistem lainnya dalam pengundian permainan tradisional biasanya memanfaatkan berbagai jenis media yang di sekitarnya. Misalnya memanfaatkan alat yang dipakai dalam permainan tradisional yang akan dimainkan seperti kelereng, tempurung, dan lainnya. Di samping itu pengundian yang dilakukan untuk menentukan giliran dalam permainan tradisional dalam penyebutannya ada yang sengaja diberi nama seperti suit atau suten dan juga tanpa nama. Akan tetapi walaupun ada atau tidak adanya nama untuk penyebutan pengundian tetap saja dalam memulai pertandingan permainan tradisional akan menggunakan metode pengundian sebagai sarana agar permainannya nanti berjalan lancar.