Nama Tarian Tari Kepok-kepok Betepak
Pencipta Edwin Hardi, S.Sos. (Boy)
Jumlah Penari 6 (enam) orang
Durasi 6 (enam) menit
Musik Pengiring Perkusi, Orgen, dan Gong
Perlengkapan Marawis
Makna Dalam mengembangkan agama Islam, syeh-syeh mengembangkan pula seni marawis, terbangan, burdah, disertai dengan gerak-gerak dana, zapin, rudat, saman, dan lain-lain.

Tari Kepok-kepok Betepak menceritakan perkembangan Islam dan dunia seni Islam di tanah Melayu.

 Kepok Betepak

 

 

 

Iklan

Nama Tarian Tari Ngundang
Pencipta Nana Lusiana
Jumlah Penari 8 (delapan) orang
Durasi 5 (lima) menit
Musik Pengiring Perkusi dan Orgen
Perlengkapan
Makna

Tari ini menceritakan kebiasaan masyarakat Banyuasin dalam mengumpulkan sanak saudara dan handai tolan untuk menghadiri dan membantu acara hajatan atau persedekahan. Ngundang atau mengundang merupakan tradisi turun temurun masyarakat Banyuasin. Kegiatan ngundang biasanya dilakukan seminggu sebelum acara persedekahan dilaksanakan.

 

tari ngundang

Tari Ngundang

 


Nama Tarian Tari Burung Kuau
Pencipta Sari Melati
Jumlah Penari 6 (enam) orang
Durasi 5 (lima) menit
Musik Pengiring Perkusi, biolla, keyboard/akordion
Perlengkapan
Makna

Tari Burung Kuau menceritakan kepedihan hati seorang anak yang selalu dikekang oleh ibunya, sehingga ia selalu berdoa kepada Tuhan agar ditumbuhkan sayap supaya bisa terbang bebas dan tidak lagi terkekang oleh ibunya. Kesedihannya memuncak saat musim panen tebu tiba ketika ia terus meminta kepada ibunya agar dibawakan sebatang tebu dari kebun, namun sampai akhir musim panen tersebut yang ia dapat hanyalah sebatang tebu busuk. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu dengan almarhum ayahnya, dan ayahnya berpesan kepadanya supaya bertembang:

“Tebu sebatang umak sayang
Anak sekok umak tak sayang
Anak sekok jadi burong
Burung Kuaw di fajar hari.”

Dia pun terus bertembang sampai berubah menjadi burung kuau atau merak kerdil (Polyplecton malacense scheterma­cheri Bruggemann) dan pergi meninggalkan ibunya, hingga sekarang suara burung kuau dapat didengar di fajar hari. Cerita burung kuau ini berasal dari Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.

TARI BURUNG KUAW

Tari Burung Kuau


TARI SELUANG MUDIK

Tari Seluang Mudik

Nama Tarian Tari Seluang Mudik
Pencipta
Jumlah Penari 7 (tujuh) orang
Durasi 5 (lima) menit
Musik Pengiring Gamelan/Kelentangan
Perlengkapan
Makna

Tari ini terdiri dari tujuh orang putri dengan satu penari paling cantik di depan. Tarian sakral dan unik ini menceritakan bahwa pada dahulu kala di Rantau Bayur terdapat anak seorang pangeran yang sehari-hari pekerjaannya sebagai penangkap ikan (dalam bahasa Banyuasin ngerawai). Kebetulan berhari-hari ia tidak mendapatkan tangkapan ikan. Pada hari pertama dia tidak mendapat ikan tapi mendapatkan tangkapan gandik (aksesoris seorang penari wanita), kemudian hari kedua, jalanya tertangkap gelang wanita, hari ketiga dapat selendang seorang putri dan terakhir yang terjala bukan ikan, tetapi malahan seorang putri.

Dalam legenda yang dipercaya masyarakat Rantau Bayur, anak pangeran ini kemudian menikah dengan sang putri ini. Suatu hari, keturunan raja dari Palembang akan berkunjung ke Rantau Bayur karena tidak ada penari maka putri inilah satu-satunya yang dijadikan andalan sebagai penari. Sang putri waktu itu ingin menari tetapi tidak memiliki selendang. Suaminya kemudian memberinya selendang yang ia dapatkan ketika ngerawai ikan. Ketika selendang itu dipakai sang putri ternyata ia langsung terbang tidak pulang lagi ke Rantau Bayur hingga sekarang.

 


Nama Tarian Tari Betangas
Pencipta Raden Gunawan, S.Sos.
Jumlah Penari 5 (lima) orang
Durasi 5 (lima) menit
Musik Pengiring Perkusi dan Akordion
Perlengkapan Dulang yang berisi rempah-rempah dan bunga setaman
Makna

Tari Betangas menceritakan adat yang berlaku bagi calon pengantin di Kabupaten Banyuasin. Calon pengantin diwajibkan untuk melaksanakan upacara betangas sebelum hari pernikahan dan resepsinya.

Betangas adalah mandi uap dengan menggunakan rempah-rempah dan bunga setaman yang ada di Kabupaten Banyuasin. Betangas berguna untuk menghilangkan keringat dan bau badan sehingga pengantin yang ditangas terlihat lebih segar, cantik dan berseri-seri.

IMG_6891

Tari Betangas


Oleh: Indra Ketaren

Presiden Gastronomi Indonesia

GORENGAN

Gorengan (ilustrasi)

Makanan serba digoreng merupakan jenis makanan yang paling banyak diminati orang Indonesia. Tingkat konsumsi gorengan masyarakat Indonesia sudah sangat tinggi karena hampir tidak ada makanan yang tidak digoreng. Kondisi ini terlihat baik pada rumah-rumah makan umum, jajanan jalanan atau di rumah sendiri yang mana orang lebih memilih makanan gorengan dibanding rebusan atau kukus.

Kebiasaan membuat makanan serba digoreng ini karena makanan yang digoreng lebih cepat dibuat, rasanya enak, serta praktis karena cukup tepung diberi air dan garam sedikit lalu digoreng. Contoh sederhana saat buat sarapan pagi, umumnya dibuat nasi goreng, telur ceplok, tempe goreng, ikan goreng, sambel tumis goreng. Semua serba digoreng.
Hampir semua menu makanan andalan orang Indonesia pasti di goreng. Mulai dari makanan utama sampai penganan dan kue-kue pun digoreng. Pasti kita tidak asing dengan nasi goreng, ayam goreng kecap, mie goreng, pangsit goreng, kerupuk, rempeyek, martabak, bahkan sampai es krim yang basah kita punya menu es krim goreng.
Disamping itu gorengan adalah cemilan bagi orang Indonesia. Hampir semua orang gemar membuat gorengan. Intinya apapun makanannya, mau itu tempe, tahu, singkong, ubi, pisang, sukun, nangka asalkan bisa digoreng. Biasanya orang Indonesia selalu melengkapi sajian ini dengan sambel kecap atau sambel petis, yaitu mode dicocol; sampai-sampai orang Bugis Makassar kalau makan pisang goreng dan ubi goreng pun pasti dengan sambel.
Buktinya, hampir semua pedagang di kaki lima penjual gorengan alias jajanan yang di goreng berjejer di sepanjang jalan. Tidak susah untuk mendapatkan tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng, ubi goreng, bakwan, molen di Indonesia. Tinggal keluar rumah ketemu jalan besar yang ada trotoarnya pasti ada penjual gorengan disitu.
Ada yang mengatakan penyebabnya, makanan yang digoreng penampakannya lebih menantang dibanding makanan yang direbus atau di bakar. Kalau disuguhi ayam rebus dan ayam goreng, banyak yang lebih memilih ayam goreng soalnya penampakannya lebih menarik selera. Apalagi sensasi kriuk-kriuk makanan yang digoreng membuat lidah bergoyang. Sensasi yang tidak didapatkan dari makanan yang direbus atau di bakar. Bunyi kriuk-kriuk pun terasa merdu di telinga.
Bisa dikatakan kebanyakan orang Indonesia suka dengan yang namanya gorengan. Tiada hari tanpa menu yang di goreng dan tetap setia dengan menu gorengan. Apalagi makanan yang digoreng lebih tahan lama dibanding makanan lain. Kalau mau makan tinggal di panaskan di atas wajan dengan minyak. Pengaruh kebiasaan gorengan itu sudah ada sejak kecil yang dibiasakan dengan gorengan.

Oleh: Indra Ketaren

Gastronomi secara sederhana adalah “seni memilih, menyiapkan, menyajikan, dan menikmati makanan enak”. Kemahiran terhadapnya menggambarkan gaya dan kemungkinan-kemungkinan baru dari seni masakan tradisional (otentik) yang dieksplorasi oleh ahli masak (chef). Bahasa lain yang sering digunakan beberapa chef terkenal di dunia, gastronomi dikatakan sebagai “Avant Garde” atau “Modernist Cuisine”.

Perancis dan Inggris adalah pionir dalam avant garde atau modernist cuisine, dimana sebagai negara melting-pot bangsa-bangsa di dunia, segala rupa resepi masakan antar bangsa dieksplorasi, dimodifikasi dan diintegrasikan ke dalam struktur gastronomi cuisine di ke dua negara.

Bagi kalangan lain, gaya dan pola seni memasak gastekwantronomi dikatakan menggunakan reaksi fisik dan kimia selama proses memasaknya; dan jika sebagian dari metoda eksperimental itu dilakukan seperti ini, maka seni memasak tersebut adalah gastronomi molekuler.

Namun bagi sebagian besar chef-chef terkenal di dunia menolak mengatakan teknik gaya memasak mereka adalah molekuler, mengingat tidak semua prosesnya menggunakan reaksi fisik dan kimia. Avant garde atau modernist cuisine yang ditampilkan bukan hanya sebatas memberi makan orang dengan memperkenalkan keindahan reaksi fisik dan kimia, tetapi mempunyai nilai pengalaman sensorik terhadap bahan-bahan baku yang digunakan, presentasi dan hospitality yang sengaja dirangsang penampilannya, mengundang selera, dan rasanya enak; yang jika orang melihat, seakan-akan seluruh panca – indra mereka ikut makan.

Avant garde adalah makanan istimewa, dimana bahan bakunya dipilih dari kualitas terbaik yang diolah dengan kajian gizi berdasarkan immune system food concept, dietary nutrition maupun komposisi food combining yang tidak berlebihan.

Modern cuisine, begitulah sebutan populer lainnya, adalah seni memasak yang ditelusuri secara khusus dengan menata bumbu dan rempah dalam pengolahan makanan untuk mendapatkan rasa, aroma, tekstur, warna, antimikroba dan antioksidan yang seimbang.

Presentasinya menggunakan teknik plating yang mutakhir dengan susunan table setting dan penampilan peranti saji yang terbaik.

Disamping itu dan yang paling penting, gastronomi atau avant garde atau modernist cuisine, menampilkan makanan, yang sebelum dinikmati, mempunyai sebuah cerita dari kisah sejarah, budaya, lanskap geografis dan metoda memasaknya.

Sekarang bagaimana gastronomi mempengaruhi kehidupan masyarakat ?

POLA HIDUP
Jika membandingkan perjalanan hidup sekarang dengan beberapa tahun lalu, banyak perbedaan yang terjadi terkait makanan, karena seni keahlian memasak telah berkembang sedemikian rupa, berubah teknik dan mengalami modifikasi.

Umpamanya, kehadiran makanan cepat saji telah mengubah gaya makan dan cara memasak masyarakat dunia. Selain itu makanan diet mengubah persepsi masyarakat terhadap content makanan untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi lemak dan dampak kolesterol.

Itu baru dua sisi yang bicara, belum lagi karena pengaruh modernisasi dan tekhnologi membawa implikasi yang besar terhadap pola hidup masyarakat dalam mengkonsumsi makanan.

Perubahan pola hidup ini membawa masyarakat kepada tuntutan akan masakan yang sehat yang berarti kualitas bahan baku dan cara memasaknya harus memenuhi standard gizi dan nutrisi yang baik. Akibatnya masyarakat semakin kritis memilih makanan yang dengan sendirinya bicara tentang kualitas dan kesehatan.

BUDAYA
Pertukaran akan budaya memiliki dampak mengubah cara orang makan, apa yang orang makan, bahkan bagaimana orang makan makanan. Dari budaya, orang belajar seni masakan bangsa lain dan mengakulturasikannya ke dalam kearifan lokal setempat. Contoh-contoh bagaimana pola makan orang barat banyak ditiru masyarakat Asia, bahkan sebaliknya, sehingga melahirkan budaya makan baru.

Gastronomi memang lahir dari budaya Perancis yang melebar ke negara Eropa dan Amerika. Tetapi jarang orang mengetahui bahwa di masa lalu gastronomi juga lahir di daratan Tiongkok yang budaya masakannya saling berinteraksi dengan budaya masakan masyarakat barat.

Menu dan seni keahlian Perancis dan Tiongkok saling bertukar dan saling dieksplorasi, dimodifikasi dan diintegrasikan ke dalam struktur gastronomi cuisine dunia. Tidak heran sekarang dan dimana saja orang makan di suatu restoran, ada saja aneka ragam masakan barat dan oriental saling bersanding dalam menu makanan rumah makan mereka.

GEOGRAFI
Dengan banyaknya citarasa makanan yang berbeda di seluruh dunia, masyarakat terdorong mencoba menu makanan bangsa lain untuk mendapat pengalaman baru. Perjalanan wisata manca negara adalah bentuk dari dorongan keinginan tersebut yang berakibat makanan itu suatu saat harus diimport untuk memenuhi permintaan konsumen di dalam negeri.

Selain akibat dari perjalanan wisata, banyak juga yang mendorong permintaan itu akibat dari perjalanan bisnis, pertukaran budaya maupun akibat sekolah di luar negeri. Namun yang pasti peran media komunikasi pemasaran dan media sosial cukup besar memberi sumbangan akan keinginan mendapatkan makanan tersebut. Iklan-iklan dari seluruh dunia mendorong orang untuk mencoba makanan baru, apalagi chef-chef terkenal mempengaruhi orang untuk mencoba makanan yang berbeda.

Dengan adanya pertukaran makanan antar negara ini membawa dengan sendirinya budaya pola hidup baru itu ke dalam permintaan terhadap makanan, yakni penampilan, presentasi dan kualitasnya harus sesuai dengan standard yang berlaku.

SUSTAINABILITY
Fakta perubahan pola hidup, pertukaran budaya dan perbedaan geografis bukan faktor utama yang menyebabkan masyarakat mudah berdaptasi dan mengubah gaya makan mereka. Faktor menjaga keberlanjutan terhadap keseimbangan alam dan ketersediaan pangan menjadi perhatian mereka, mengingat pasokan dan produksi dunia yang terbatas saat ini.

Makan yang berkualitas dan enak bukan berarti boros dalam menggunakan bahan baku atau membuang yang tidak terstandard baik. Justru produksi pangan harus dijaga dan dikontrol secara ketat sehingga tidak ada pembuangan yang percuma. Masyarakat barat lebih mengutamakan langkah keberlanjutan (sustainability) ini mengingat pertambahan penduduk yang semakin meningkat tajam.

Untuk itu di masa depan, makanan tidak akan disajikan dalam porsi kuantitas tetapi lebih kepada kualitas dengan porsi yang kecil asalkan kandungan gizi dan nutrisinya memenuhi standard kehidupan manusia (***)

Sumber: http://gastroina.blogspot.co.id