MUSIK MELAYU YANG MULAI TERLUPAKAN

Posted: 12 Maret 2011 in Catatan Budaya
Tag:, ,

Beberapa waktu lalu Dewan Kesenian Banyuasin mengadakan “Festival Lagu Melayu dan Dangdut” tingkat kabupaten. Festival yang diikuti utusan dari 15 kecamatan yang ada di Banyuasin tersebut jika ditilik dari jumlah dan kualitas vokal peserta dapat dikatakan cukup sukses. Festival yang membebaskan peserta untuk menyanyikan lagu yang bergenre melayu ataukah dangdut ini menyisakan catatan yang cukup mengusik, yaitu fakta bahwa sebagian besar peserta lebih memilih menyanyikan lagu dangdut bila dibandingkan dengan menyanyikan lagu melayu.

Penyebab utama tidak banyaknya peserta memilih lagu melayu ternyata disebabkan sudah kurang populernya genre lagu melayu di tengah masyarakat. Hal ini tentu saja cukup memrihatinkan sebab sebagai komunitas Melayu Islam, masyarakat Banyuasin sudah mulai meninggalkan warisan budaya leluhur kita sendiri.

Lagu melayu Banyuasin bila melihat coraknya mirip dengan lagu melayu Deli. Menurut beberapa kalangan, yang membedakan antara lagu melayu Banyuasin dan melayu Deli adalah adanya instrumen gong dan kenong di dalam lagu melayu Banyuasin. Ke depan, upaya untuk membangkitkan kembali lagu melayu Banyuasin harus benar-benar dilakukan secara terprogram, bukan hanya secara sporadis belaka. Perlu juga diupayakan adanya workshop untuk mendeskripsikan ciri-ciri lagu melayu Banyuasin (wan).

Komentar
  1. Su'aidah HS mengatakan:

    izin share……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s