Membincang Ulang Kesiapan Mental Siswa Menghadapi UN

Posted: 26 Maret 2011 in Catatan Pendidikan
Tag:, , , , ,

Oleh: Amellia Kurniatie, S.Pd.

Kurang dari satu bulan lagi, siswa SMA/SMK akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Hal ini berarti waktu pelaksanaan UN semakin dekat. Tak bisa dipungkiri, UN kadang kala menjadi momok, ketakutan tersendiri bagi siswa, guru, sekolah dan orang tua.

Kelulusan secara penuh menjadi tolok ukur keberhasilan proses kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Siswa, Guru, sekolah, dan orang tua tentu saja akan merasa senang dengan keberhasilan tersebut. Namun kesuksesan tidak bisa diraih oleh semua sekolah dan siswa. Sebab, tiap tahun selalu saja ada sekolah yang tidak bisa meluluskan siswa 100%. Setiap tahun pula ada siswa yang menangis menyesali ketidakberhasilannya.

UN tahun ini memang beda dengan tahun-tahun sebelumnya, meski ada perubahan pertimbangan penentu kelulusan, 60% hasil UN dan 40% hasil prestasi siswa di sekolah, masih saja tidak dapat mengurangi rasa cemas, terutama bagi para siswa. Banyak siswa yang merasa cemas, jangan-jangan tidak lulus. Mereka takut jikalau mengecewakan perasaan orang tua.

Kekhawatiran tersebut makin bertambah, karena pada UN kali ini tidak ada ujian ulangan. Berarti siswa yang tidak lulus tidak bisa mengulang dan harus ikut ujian di Kejar Paket B (setara SMP/MTs atau Paket C (setara SMA/MA).

Banyak jalan menuju Roma, demikian sebuah peribahasa yang taka sing lagi terngiang di telinga kita. Peribahasa ini memotivasi kita untuk tidak berputus asa, untuk selalu bersemangat dalam berusaha. Demikian pula dengan UN, banyak jalan untuk meraih sukses lulus UN.

Persiapan Mental

Menurut Haryati, ada tiga hal yang harus disiapkan siswa dalam menghadapi UN, yaitu persiapan akademis, mental, dan spiritual. Persiapan akademis sudah banyak dilakukan melalui try out dan pendalaman materi UN di sekolah.

Pelaksanaan try out dan pendalaman materi tersebut diharapkan dapat mendongkrak nilai UN agar memperoleh nilai yang lebih tinggi lagi. Selain itupula kegiatan tersebut merupakan media melatih dan mempersiapkan peserta, agar mampu menjawab soal-soal ujian dengan baik dan benar.

Melihat sejauh mana daya serap peserta ujian terhadap mata pelajaran yang telah diberikan dan memberi gambaran pada guru-guru pokok bahasan serta kiat apa yang belum dipahami peserta ujian. Adapun hasil yang diharapkan dari pelaksanaan, agar para peserta siap menghadapi UN, dimana hasilnya dijadikan alat ukur kemampuan peserta, dan jika hasilnya kurang baik, masih memiliki waktu beberapa minggu untuk melakukan pengayaan.

Selain persiapan akademis, spiritual building atau persiapan mental anak mungkin perlu lebih diintensifkan. Kondisi psikologis siswa menjelang UN harus siap dan tenang. Sebab, situasi mental anak yang tidak siap dan down bisa membuyarkan konsentrasi siswa yang sangat berpengaruh pada siswa saat mengerjakan soal.

Upaya spiritual bisa ditempuh melalui jalan mujahadah bersama di sekolah menjelang UN. Mujahadah bisa melibatkan siswa, guru, wali murid, dan masyarakat umum sekitar sekolah. Doa juga bisa dilakukan sendiri oleh siswa dan orang tua di rumah masing-masing.

Peran Orangtua

Tak kalah penting dibandingkan upaya yang telah disebutkan di atas adalah peran orangtua dalam membantu mempersiapkan mental anaknya dalam menghadapi UN. Dalam banyak kasus, anak terkadang merasa diabaikan oleh orangtuanya dalam proses persiapan UN. Orangtua yang abai terhadap kondisi psikologis anaknya dalam menghadapi beban UN, dapat menyebabkan sang anak menjadi tidak siap menghadapi ujian yang menentukan masa depan mereka.

Oleh sebab itu, orangtua jangan semata-mata mengandalkan kepada guru saja untuk persiapan UN, melainkan secara bersama-sama membantu anak menghadapi ujian tersebut. Perhatian dan dukungan yang diberikan orangtua merupakan bantuan yang tidak terharga nilainya bagi anak. Mereka merasa bahwa mereka tidak dibiarkan sendirian dalam menghadapi UN. Dengan demikian kita bisa berharap bahwa pada tahun ini tidak ada lagi sekolah yang 100 persen siswanya tidak lulus UN. Semoga! (***)

Amellia Kurniatie, S.Pd.

Penulis adalah konselor Bimbingan Konseling SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s