Cerita Rakyat | ASAL USUL DESA MAINAN

Posted: 16 April 2011 in Cerita Rakyat, Sastra
Tag:, , , ,

Dahulu kala hiduplah seorang raja yang bernama Singosari yang tinggal di sebuah istana. Beliau memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Pangeran Putra Singosari dan istrinya bernama Dewi Wangi. Mereka bertiga hidup bahagia karena saling menyayangi.
Suatu hari musibah terjadi pada keluarga tersebut. Karena suatu peristiwa yang tragis Dewi Wangi meninggal dunia. Kesedihan yang mendalam dirasakan oleh raja Singosari dan putranya karena kehilangan orang yang sangat mereka cintai. Sejak ibunya pergi, Putra Singosari selalu terlihat sedih. Raja sangat tidak tega melihat kesedihan putranya. Sepeninggal istrinya, raja pun menikah lagi. Raja berharap kesedihan yang dirasakan anaknya akan hilang.
Apa yang menjadi harapan raja tidak terjadi sama sekali. Perempuan yang dinikahi Raja Singosari sangat tidak menyukai Putra Singosari. Setiap hari Putra Singosari dimarahi dan disiksa ibu tirinya. Semua yang dilakukan ibu tirinya tanpa sepengetahuan sang raja.
Suatu hari Putra Singosari disuruh ibu tirinya mencuri uang Raja. Pada saat itu raja sedang pergi. Putra Singosari tidak mau karena ia tahu bahwa mencuri adalah perbuatan yang jahat dan dilarang. Karena tidak mau, Putra Singosari pun dicambuk dengan sangat kuat.
Setelah beberapa hari pergi, raja pun kembali ke istananya. Setiba di istana, yang pertama kali ia lihat adalah putranya. Ia melihat putranya tidak seperti biasanya. Putranya kelihatan sangat sedih. Ia juga melihat banyak tanda-tanda kemerahan di tubuh anaknya.
“Wahai anakku, mengapa engkau tampak sangat sedih?”
“Tidak ayahanda, hamba tidak sedih,” jawab Putra Singosari sambil mencoba tersenyum gembira.
“Apakah kau sakit, anakku?”
“Tidak ayahanda. Hamba sehat-sehat saja.”
“Mengapa tubuhmu merah-merah seperti bekas cambukan?”
“Oh, ini cuma luka biasa. Tadi hamba jatuh dari pohon.”
“Lain kali hati-hati ya, Nak. Ayahanda tidak ingin kamu celaka. Ayahanda tidak ingin melihat kamu sedih.”
“Baik, ayahanda. Hamba berjanji akan lebih berhati-hati,” jawab Putra Singosari. Sebenarnya Putra Singosari ingin sekali mengungkapkan kejadian yang sebenarnya, tetapi ia tidak berani. Ia takut nanti akan mendapat perlakuan yang lebih sadis dari ibu tirinya.
Suatu hari terjadi peperangan di sebuah desa yang letaknya sangat jauh dari wilayah kekuasana Raja Singosari. Peristiwa ini mengharuskan raja untuk pergi ke wilayah peperangan itu untuk membantu desa tersebut. Kali ini kemungkinan raja akan pergi cukup lama. Sebelum berangkat, ia menemui anaknya dan berpesan, “Jagalah dirimu baik-baik anakku. Ayahnda tidak ingin melihatmu sedih apalagi sakit. “
“Baik ayahanda. Hamba berjanji akan baik-baik saja,” jawab Pangeran Putra Singosari, padahal dalam hati ia merasa sangat sedih. Selama ayahandanya pergi pasti ia akan mengalami hari-hari yang sangat menyakitkan.
Kepergian Raja Singosari membuat ibu tirinya leluasa beraksi. Ibu tirinya langsung memerintah anak tirinya sekehendak hatinya. Ibu tirinya memperlakukan Pangeran Putra Singosari tak ubahnya seperti pembantu. Kalau yang dikerjakan Pangeran tidak sesuai, pukulan dan siksaan akan diterima pangeran. Lama-kelamaan Pangeran tidak sanggup lagi. Ia pun pergi dari  istana.
Kepergian Putra Singosari dari istana mengejutkan semua pegawai istana. Mereka pun  sibuk mencari pangeran ke mana-mana. Akan tetapi,  pangeran tetap tidak ditemukan. Ibu tiri pangeran sangat senang mengetahui pangeran tidak ditemukan. Ia malah berharap pangeran sudah mati dimakan binatang buas. Kematian pangeran melicinkan rencananya untuk menguasai semua harta Raja Singosari.
Di luar istana, Putra Singosari berjalan keluar masuk hutan. Ia tak tahu mau ke mana, hingga suatu hari sampailah ia di sebuah desa. Desa yang didatangi Putra Singosari terbagi dua, yakni sebelah ulu dan sebelah ilir.  Ia pun menginap di salah satu rumah penduduk. Penduduk di sana ramah-ramah. Mereka tidak keberatan menerima Putra Singosari. Putra Singosari pun bertahun-tahun tinggal di desa tersebut hingga ia tumbuh menjadi pemuda yang gagah berani dan suka menolong.
Desa sebelah ilir banyak dihuni setan. Desa sebelah ilir selama ini menjadi tempat bermain setan-setan. Setan juga suka mengganggu penduduk desa. Penduduk desa hidup dalam ketakutan.  Karena tidak tahan selalu diganggu, mereka pun meminta bantuan Putra Singosari yang sudah terkenal gagah berani dan suka menolong untuk mengusir setan. Putra Soingosari bersedia membantu penduduk.
Dengan gagah berani Putra Singosari berjuang mengusir setan hingga setan-setan itu berlarian. Sejak saat itu setan-setan tidak lagi berani mengganggu penduduk. Karena pernah menjadi tempat bermain setan,  desa itu  diberi nama Desa Mainan. Di desa itulah Putra Singosari bertemu dengan ayahnya. Raja Singosari pun akhirnya menetap di Desa Mainan dan mereka hidup bahagia. Desa mainan terletak di Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Diceritakan kembali oleh Neny Tryana, S. Pd.
Cerita rakyat ini berasal dari Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Komentar
  1. May Syaroh mengatakan:

    Mainan……………

  2. Dian Wulandari mengatakan:

    Pak, bisa tolong upload lagu-lagu daerah Banyuasin…
    sudah lama merantau, jadi kangen dengan lagu-lagu daerah,
    @sedulang setudung; rampai talang, dan lainnya,,
    kalau bisa tolong di upload ya pak..
    terimakasih…

  3. Anonim mengatakan:

    yg benrer, ad keturunan rajo berarti di mainan, cerito putus di ilir dan ulu. Klo diilir jd desa mainan yg di ulu jd desa apo( limau atw lalang),sudah itu desa mainan di maksud yang ado sekarang atw yg lain, mhon klo biso disebutkan nama pangeran y, kami putrra desa mainan sendiri blom pernah dengar cerita ini dari leluhur kami,

  4. Anonim mengatakan:

    yg benrer, ad keturunan rajo berarti di mainan, cerito putus di ilir dan ulu. Klo diilir jd desa mainan yg di ulu jd desa apo( limau atw lalang),sudah itu desa mainan di maksud yang ado sekarang atw yg lain, mhon klo biso disebutkan nama pangeran y, kami putrra desa mainan sendiri blom pernah dengar cerita ini dari leluhur kami, makasih telah menceritakan y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s