MEWASPADAI PENYALAHGUNAAN INTERNET OLEH ANAK

Posted: 26 April 2011 in Catatan Pendidikan
Tag:, , , , ,

Oleh : Irma Pheraliesa, S.Kom.

SAAT ini internet sudah dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat dan sudah mencapai ke pelosok-pelosok. Internet bukan hanya dikenal oleh kalangan masyarakat perkotaan tetapi bahkan oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan. Penggunaan internet sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat modern sekarang ini, mulai dari penyebaran informasi, pencarian data, bahkan untuk jaringan sosial seperti Facebook, Myspace, Twitter, dan sebagainya. Penggunaan internet juga sangat mudah sehingga setiap orang dapat melakukannya bahkan oleh anak-anak sekali pun.
Di sisi lain, belakangan ini, angka kasus kekerasan terhadap anak di tanah air terus meningkat. Bahkan, banyak dari kasus kekerasan anak tersebut sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan. Tak hanya di dunia nyata, kekerasan juga kerap berawal dari dunia maya (internet). Untuk meminimalisasi terjadinya tindak kekerasan terhadap anak-anak, kita perlu mewaspadai faktor-faktor yang yang dapat menyebabkan terjadinya kekerasan, antara lain permainan game online yang mengandung unsur kekerasan, media-media pornografi yang berasal dari internet. Dari data resmi yang dikeluarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan dikutip detikINET, diperkirakan setiap satu hingga dua menit terjadi tindak kekerasan pada anak. Setiap tahunnya, jumlah kekerasan yang tercatat bisa mencapai 788 ribu kasus.

Peran Orangtua
Dampak yang diberikan internet bergantung bagaimana orang memanfaatkannya. Jika ia menggunakannya dengan baik maka dampak yang diberikan positif tapi jika dimanfaatkan untuk hal-hal yang berbau pornografi bisa berdampak negatif. Sayangnya, seorang anak yang belum baligh belum bisa menentukan mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk. Karena kebebasan yang diberikan internet, mungkin saja anak yang sedang mencari tugas sekolahnya di internet menemukan gambar/teks pornografi. Apalagi daya rekam anak tinggi, jadi ingatannya tentang pornografi akan melekat kuat dalam dirinya. Kesibukan bekerja seringkali menyebabkan orang tua kurang melakukan pengawasan terhadap penggunaan internet pada anak. Inilah yang membuat anak leluasa ketika mengakses situs web yang tidak diinginkan. Sebaiknya orangtua mendampingi anaknya saat mengakses internet untuk menghindarkan anak dari penyalahgunaan internet.
Adapun ciri seorang anak sudah kecanduan internet umumnya adalah anak akan marah bila dibatasi untuk menggunakan internet, anak juga cenderung enggan berkomunikasi dengan orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berkomunikasi dengan orang tertentu saja. Jika sudah seperti in peran orangtua sangatlah penting.
Internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Melarang anak berinternet sama saja seperti melarang anak memakai energi listrik dan kembali ke zaman batu. Hendaknya jawaban tidak berorientasi kembali ke masa lalu atau antimodernisasi. Lalu pertanyaan yang perlu dijawab juga, bagaimana melindungi anak dari pornografi internet?
Berbagai bahaya di internet dan masalah kecanduan internet bukan tidak dapat diatasi. Dengan mengetahui dampak negatif dari internet, sebagai orang-tua, kita dapat melindungi buah hati kita dengan melakukan hal-hal berikut:
Pertama, orang tua perlu memilki pengetahuan tentang internet, karena seorang anak dapat saja dengan sengaja membiarkan atau membuat orang tua tidak memahami teknologi sehingga orang tua berpikir tidak ada dampak negatif dari internet.
Kedua, letakkan komputer di tempat yang mudah dilihat karena kadang orang tua merasa bangga dengan meletakkan dalam kamar anak mereka sebuah komputer yang terhubung internet. Hal ini sebenarnya akan membahayakan anak karena mereka dapat leluasa mengakses situs-situs yang tidak baik tanpa diketahui orang tua. Sebaliknya, dengan meletakkan di tempat terbuka, misalnya di ruang keluarga, kita dapat memantau situs apa saja yang dibuka anak. Bantu anak untuk dapat membuat keputusan sendiri karena sebagai orangtua, kita tidak dapat mengawasi anak 24 jam. Biasakan anak untuk mengambil keputusan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, memutuskan untuk menggunakan pakaian yang mana atau tanyakan pendapat dan sudut pandang anak. Sehingga saat orangtua tidak ada atau saat muncul situs porno, mereka dapat mengambil tindakan yang tepat.
Ketiga, tanamkan pula rasa takut akan Tuhan, sehingga walau orangtua tidak ada, tetapi dia tahu bahwa Tuhan memerhatikan dan melihat apa yang dilakukannya.
Keempat, orangtua juga harus membatasi penggunaan internet bagi anak. Tetapkan berapa lama internet boleh digunakan dan situs apa saja yang boleh diakses. Memasang software filter pornografi seperti K9 web protection untuk mencegah anak-anak mengakses situs porno.
Hal terakhir yang paling penting adalah orangtua harus menjaga komunikasi yang baik dengan anak. Karena komunikasi yang baik dan terbuka serta keakraban dengan anak akan memudahkan orangtua untuk menanamkan nilai-nilai moral dan dapat menjelaskan kepada anak apa saja bahaya dari penggunaan internet.

Irma Pheraliesa, S.Kom
adalah penggiat internet sehat bebas pornografi, tinggal di Pangkalan Balai.

Komentar
  1. pheeeeeiiii mengatakan:

    Siiiiiiippzzhh…. Teruskan Perjuangan na to menulis..!!!

  2. Gorys mengatakan:

    Okelah kalau begituw. Salam buat yang nulis…

  3. Anonim mengatakan:

    thankss yaaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s