Obrolan Warung Kopi | HARI RAYA QURBAN

Posted: 3 Mei 2011 in Obrolan Warung Kopi
Tag:, , ,

Yogya di suatu ketika ………………

AKU tidak ingat persis tahun kejadian yang aneh ini kualami. Tapi, rekonstruksi kejadiannya masih membayang jelas, seperti nonton sinetron di Indosiar saja layaknya.
Sebagaimana layaknya Hari Raya Idul Adha, maka di segenap pelosok dunia Islam, disembelih kambing, kerbau, sapi, dan hewan-hewan lainnya yang diperkenankan syariat Islam. Lah, Idul Adha tahun itu sungguh kunantikan, sebab, sebagaimana layaknya anak-anak kos di Jogja, mendapat sejumput daging sapi atau kambing sungguh membahagiakan. Ini berarti makan enak tanpa harus merogoh kocek yang memang nggak bisa dirogoh lagi. Sekedar mengingat, harga nasi saat itu adalah sebagai berikut:
1. Nasi tempe atau tahu : Rp 300
2. Nasi ikan : Rp 450
3. Nasi ayam : Rp 500
4. Nasi rendang : Tidak ingat (karena jarang membelinya)
Aku dan Istiqomah (istriku saat ini) sudah sejak usai sholat ’id menunggu pembagian daging qurban. Nasi telah dimasak, bumbu pun telah disiapkan. Angan-angan makan enak pun sudah di bayangkan. Pokoknya asyik kayaknya………..
Jam sudah menunjukan pukul 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, 15.00. Perut semakin lapar, daging tak kunjung datang. Padahal, masjid tempat penyembelihan hewan qurban terletak persis di depan kamar kos-kosanku. Padahal juga, aku sering sholat di masjid yang aku sudah lupa namanya itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00. Apa boleh buat, perut nggak bisa diajak kompromi lagi. Skuter Vespa Spesialku segera kustarter, tancap gas, dan cari utangan baru. Alhamdulillah, seorang temen, namanya Endang Wigati, mau meminjamkan uang sebesar Rp 10.000, sebuah jumlah yang cukup besar untuk ukuran saat itu.
Uang sudah dapat, skuter segera menuju ke rumah makan padang di samping terminal Umbul Harjo Jogja. Beli sebungkus nasi rendang, tentunya. Pulang ke kos-kosan Isty, ambil nasi yang sudah dingin karena telah dimasak tadi pagi, buka bungkus nasi rendang, dan …… dicampurkan jadi satu agar banyak dan bisa dimakan berdua. Agar tsemakin asyik, ditambahkan ikan asin goreng yang maknyus. Alhamdulillah, walau nggak dapat jatah daging qurban, berkat pengorbanan Endang Wigati, kami akhirnya makan nasi + daging di Hari Raya Qurban tahun itu. Terima kasih Ya Allah, terima kasih Endang!
(Irwan P. Ratu Bangsawan)

Komentar
  1. M. Ali Harnandyo Prabakusuma mengatakan:

    Hahahaaa……… Cukup terhibur juga membacanya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s