Purnama di Jogja

Posted: 10 Mei 2011 in Puisi, Sastra

Kubayangkan purnama di Jogja akan selalu indah
bintang terang benderang bagai matahari
angin bertiup sepoi-sepoi
suara jangkrik terdengar sayup-sayup

Kubayangkan purnama di Jogja adalah purnama terindah di
negeriku
anak-anak bermain di halaman rumah
gadis-gadis bercengkrama di teras rumah
jejaka tertawa-tawa senang melihat para gadis bersenda gurau

Kubayangkan purnama di Jogja adalah saat bagiku
mengungkapkan rasa kasihku
mandi bersih di sore hari
berkeramas
berbaju yang disetrika rapi
berminyak wangi merek inoui
berminyak rambut merek tancho warna hijau
bersepatu yang dibersihkan dengan kain basah
sungguh sempurna!

Kubayangkan purnama di Jogja akan membahagiakanku
kudatangi rumah kekasihku
berbasa-basi
cerita sana-sini
sampailah pada saat kasihku berkata, “Mas, kita putus saja!”

Kubayangkan purnama di Jogja tiba-tiba tertutup awan tebal
hujan turun lebat
petir sambar-menyambar
pohon tumbang di mana-mana
jalan-jaan tergenang banjir
Jogja banjir
rumah kekasihku banjir
terbawa arus
masuk Kali Code
terbawa hingga ke laut

Kubayangkan aku bertanya dengan sengit, “Atas dasar apa kita
putus?”
tapi, aku tak bertanya
Jogja mengajarkanku untuk diam
walau aku harus sakit
walau aku harus dikhianati

Kubayangkan purnama di Jogja dari tempatku saat ini
dingin
sedikit ngilu
tapi, tak apalah!!!

Banyuasin, 18 Januari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s