Ceritaku Pada Bungaku

Posted: 10 Mei 2011 in Puisi, Sastra

tak pernah lagi kudengar sapamu
tak pernah lagi kulihat senyummu
tapi tak mengapa

tak pernah lagi kudengar nyanyian kecilmu
tak pernah lagi kulihat wajah sumringahmu
tapi tak mengapa

tapi,
lihatlah mataku
masihkah tersisa amarahku?
lihatlah bibirku
masihkah tersisa sinisku?
lihatlah wajahku
masihkah tersisa benciku

tak mengapa semua berlalu
tak mengapa semua tetap terluka
tak mengapa semua tetap berduka
tak mengapa

tapi,
masihkah serpihan cinta itu?
jika tidak, katakan, ”Semua t’lah berlalu”.
dan aku pun dapat tetap melanjutkan hidupku wahai bungaku
walau tertatih dan terluka
………..

Banyuasin, 12 Juni 2010

Komentar
  1. astrid mengatakan:

    jika tidak, katakan, ”Semua t’lah berlalu”.
    >sebuah kepastian yg kamu ingin dengar dari bungamu

    tak mengapa semua berlalu
    tak mengapa semua tetap terluka
    tak mengapa semua tetap berduka
    tak mengapa

    tapi,
    masihkah serpihan cinta itu?

    utk apa serpihan cinta…
    pabila kamu tak mampu merekatnya
    jadikan kristal yg mengukir kedua hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s