Luluhkan hatimu

Posted: 10 Mei 2011 in Puisi, Sastra

luluhkan hatimu
biarkan angin membawamu melayang
melintas dedaunan, sungai-sungai,
danau-danau, gunung-gunung, lautan dan samudra
biarkan hatimu memilih

jangan kau pikirkan
hujan dan debu silih berganti
panas dan dingin adalah keniscayaan
biarkan hatimu tersenyum

rasakan dan rasakan
cinta adalah kesempatan merasakan
getaran-getaran dari pembuluh darahmu
alirannya berdetak waktu demi waktu
biarkan hatimu menikmatinya

cinta adalah aroma surga
semerbak bunga-bunga tersebar di pojok-pojok hati
berpikir dan bercanda tak ada bedanya
biarkan hatimu terhangatkan api asmara

luluhkan hatimu
jadilah pecinta yang dicintai
katakan, ”Wahai engkau hati yang selalu berubah-ubah.
Teguhkan cintaku sedalam gunung
yang tertancap di punggung bumi.
Biarkan aku mengungkapkan perasaanku.
Jangan dibolak-balik perasaanku.
Biarkan kimia cintaku menyebar hingga ke pori-pori.”

luluhkan hatimu
ungkapkan, ”Wahai engkau yang kucintai.
Biarkan hatiku menembus sudut-sudut hatimu.
Izinkan,  walau engkau tak sudi.
Aku hanya seorang pecinta yang sederhana.

Yang kutahu hanyalah bahwa hatiku
telah menuntunku untuk mencintaimu.
Izinkan, walau engkau tak suka.
Biarkan, walau kuharus berkhayal
bahwa engkau mengizinkanku untuk mencintaimu.”

Banyuasin, 5 November 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s