Namun Aku Tetap Tersenyum

Posted: 10 Mei 2011 in Puisi, Sastra

angin menghembus ulam jantungku
berkabut dan meneteskan embun dukaku
namun aku tetap tersenyum

walau jantungku berdetak tak beratur
menggebu dan perlahan tak terdengar detaknya
namun aku tetap tersenyum

angin telah membawa aroma tubuhmu
jauh hingga ke sudut-sudut kota tua ini
namun aku tetap tersenyum

tak bolehkah aku jatuh cinta
walau cintaku ini adalah cinta platonik
tak bolehkah aku jatuh cinta
padahal cintaku ini berselimut suka cita
pahamkah engkau: walau cintakuku ini ’kan melintas sahara
namun aku tetap tersenyum

lihatlah mataku
walau letih dan tak berair mata lagi
namun aku tetap tersenyum

bolehkah aku jatuh cinta
walau cintaku ini adalah cinta terakhirku
walau tak ada yang peduli
walau kau pergi
walau semua pergi
dan aku kesepian
namun aku tetap tersenyum
dan berharap besok malam kau mengetuk pintu rumahku
tersenyum
tersenyum
tersenyum

Banyuasin, 5 Juni 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s