Tasawuf Cinta

Posted: 10 Mei 2011 in Puisi, Sastra

I.

Rinduku padamu
adalah rindu malam pada siang
rinduku padamu
adalah rindu sungai pada muara
rinduku padamu
adalah rindu kemarau pada hujan
tapi, mengapa engkau masih sangsi?
Kasihku padamu
adalah kasih Adam pada Hawa
kasihku padamu
adalah kasih Sulaiman pada Balqis
kasihku padamu
adalah kasih Yusuf pada Zulaikha
tapi, mengapa engkau masih ragu?

II.

”Aku tak ingin bersamamu!” ungkapmu ketus di pagi itu
bibirku tersenyum rapuh
tetes embun pagi kulihat telah membeku di ujung dahan
menggigil tubuhku
tapi, engkau tak peduli
”Aku tak ingin melihatmu lagi!” ungkapmu ketus di sore itu
mataku meredup hampa
debu berterbangan di tiup angin sore
sesak napasku
tapi, engkau tak peduli

III.

Duhai engkau yang kurindu
bencilah aku
walau hatiku luka
walau hatiku perih
Duhai engkau yang kukasihi
sakitilah aku
walau hatiku lebam
walau hatiku membiru

IV.

”Duh, mengapa aku tetap merindu dan mengasihimu?”
kataku tersenyum pada bianglala
: sore pun menghening
: senyap

Banyuasin, 9 November 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s