…. Pasar sebenarnya adalah etalase sebuah kota. Ia bisa menjadi ikon yang membanggakan, bisa juga menjadi aib yang memalukan. Para pengunjung warung kopi tahu bahwa pasarlah yang menjadi perhatian setiap kali ada tamu yang datang….

CERITA kesemrawutan Pasar Pangkalanbalai bukanlah cerita kemarin sore. Sejak Kabupaten Banyuasin didirikan hingga saat ini wacana dan usulan penataan pasar tersebut sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Banyak pejabat daerah dan anggota DPRD yang sudah berkunjung dan menyaksikan kacau balaunya pasar, tapi semuanya ibarat angin yang berlalu tanpa kesan.

Pasar sebenarnya adalah etalase sebuah kota. Ia bisa menjadi ikon yang membanggakan, bisa juga menjadi aib yang memalukan. Para pengunjung warung kopi tahu bahwa pasarlah yang menjadi perhatian setiap kali ada tamu yang datang, sebab pasar adalah pusat keramaian di suatu tempat. Namun, mereka tidak paham mengapa pemerintah kurang peduli dengan keberadaan pasar yang mereka cintai tersebut. Terang saja mereka sangat ingin pasar mereka cantik dan bersih, sebab di sanalah mereka sering berkumpul untuk menyeruput secangkir kopi yang segar di pagi hari.

Kapankah pasar ini akan segera ditata? Tak ada yang tahu. Yang mereka tahu hanyalah bahwa para pejabat dan anggota DPRD sering berkunjung untuk melihat kondisi pasar yang semakin tidak nyaman tersebut. Mereka tidak habis pikir mengapa para tamu terhormat tersebut hanya datang berkunjung tanpa ada tindak lanjutnya. Para peminum kopi tersebut hanya bisa menggosipkan perilaku para pejabat tanpa tahu harus berbuat apa. Sungguh aneh bin ajaib (Irwan P. Ratu Bangsawan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s