Janji Angin Pada Serumpun Bambu

Posted: 25 Mei 2011 in Puisi, Sastra

Serumpun bambu di pinggir jalan desa yang sunyi
telah menerima janji sang angin
yang akan bertiup sepanjang waktu

Serumpun bambu bergairah
ketika sang angin membelainya
tak didengarkannya lagi kecipak air terjun kecil
yang jatuh di sela bebatuan
ia terlalu bergairah
meliuk
menari
pasrah
dan mendesah parau

Serumpun bambu telah menerima janji sang angin
tak ingin berpaling
walau sepasang bangau putih bertengger di pucuk-pucuknya
di ujung desa ini
serumpun bambu memegang janji sang angin
menunggu sepanjang hari
mendesah pasrah
walau sepi
walau sepi

Komentar
  1. astrid mengatakan:

    walau sepi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s