…. Setelah putri dibunuh, kerajaan itu hancur karena sebuah serapah. Kerajaan itu menjadi batu kemudian menghilang selamanya. Pemuda yang menjadi suami dari putri  menjelma menjadi sebuah batu besar yang terdapat di aliran Sungai Tampok Penen….

ALKISAH pada zaman dahulu terdapat sebuah kerajaan yang sangat terkenal di Pangkalan Balai. Kerajaan tersebut dipimpin oleh raja yang sangat bijaksana. Ia mempunyai seorang istri yang sangat pengertian kepadanya. Ia juga mempunyai seorang putri yang sangat cantik, Kecantikannya terkenal diseluruh penjuru negeri.
Raja sangat menyayangi anak dan istrinya. Ia juga selalu mengambil keputusan yang sangat bijak. Ia membuat peraturan yang sesuai dan dipatuhi warga kerajaannya. Putri yang juga dihargai serta dihormati oleh semua warganya itu, selalu mendapatkan perhatian yang lebih. Apalagi ia memiliki paras yang sangat cantik. Tidak salah jika ia banyak disukai para pemuda dan pangeran-pangeran dari negeri lain.
Satu hal yang sangat tidak disukai putri adalah bersumpah. Ia sangat membenci yang namanya bersumpah. Selain itu, ada satu kekurangan putri yang cukup mengganggu yaitu ia selalu mengambil keputusan secara gegabah. Akan tetapi, ia menyadari kekurangannya. Ia selalu mencoba untuk mengubah sikap gegabahnya itu.
Suatu hari putri bertemu dengan seorang pemuda yang sangat tampan. Si pemuda bersikap sangat baik terhadap putri. Semua kehendak putri selalu diturutinya. Pemuda tersebut mengetahui bahwa putri sangat kaya raya. Ia mempunyai harta yang berlimpah ruah. Karena selalu bersikap baik kepada putri, hubungan putri dan pemuda itu semakin dekat.
Putri dan pemuda tersebut terlihat selalu jalan berdua. Pemuda itu pun setiap hari menyempat diri mengunjungi putri di kerajaannya. Karena kepandaiannya mengambil hati raja, raja pun menyukainya. Ia sangat pandai menunjukan sifat yang baik kepada raja dan putri. Setidaknya raja dan putri menganggap pemuda itu orang baik-baik.
Semakin lama raja dan putri terpengaruh akan kebaikan pemuda itu. Raja pun menyetujui hubungan antara putri dan pemuda itu. Pemuda itu sangat senang dengan keputusan raja. Pemuda itu bermaksud untuk melamar sang putri untuk dijadikannya istri.
Sang putri menerima tawaran dari pemuda. Mereka lalu menikah dan hidup bersama.. Ketika ia telah menjalani hidup dengan putri, ia memulai aksi ingin merebut tahta dan harta dari raja. Hal pertama yang dilakukannnya adalah membunuh raja. Ia memberikan racun pada makanan raja. Karena tidak tahu makanan yang disajikannya mengandung racun, seperti biasa raja menyantap makanannya.  Tidak lama setelah menyantap makanan yang telah diracun, raja meninggal dunia.
Sepeningggal raja, seketika tahta kerajaan dikuasai oleh pemuda tersebut. Mulanya  putri tidak mengetahui niat jahat suaminya. ia hanya mengikuti peraturan yang ada.
Ketika Putri mengetahui niat jahat suaminya, ia memerintahkan prajuritnya untuk menangkap suaminya. Akan tetapi apa daya, malah ia yang ditangkap prajuritnya dan akan dibunuh oleh suaminya sendiri.
Putri bersumpah, “Jika kau ingin membunuhku, silahkan! Akan tetapi, ingatlah,  kerajaan ini akan hancur dan menjadi sebuah serapah.”
“Aku tidak percaya ucapanmu!” jawab suaminya.
Ia pun langsung memanggil prajuritnya, “Prajurit, kemari!”
“hamba tuanku.”
“Cepatlah kau bunuh wanita ini.”
Prajurit pun langsung membunuh putri.
Setelah putri dibunuh, kerajaan itu hancur karena sebuah serapah. Kerajaan itu menjadi batu kemudian menghilang selamanya. Pemuda yang menjadi suami dari putri  menjelma menjadi sebuah batu besar yang terdapat di aliran Sungai Tampok Penen.

Diceritakan kembali oleh Neny Tryana, S. Pd. dan Nia Indah Pratiwi.
Cerita rakyat ini berasal dari Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Komentar
  1. Ahadi Wasif mengatakan:

    ah beru nengar aku ade cerite mekni

  2. Anonim mengatakan:

    Ila nian ape tu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s