Obrolan Warung Kopi | TERMINAL LIAR

Posted: 11 Juni 2011 in Obrolan Warung Kopi

…, sebagaimana biasa, semangat 1945 sudah lama berlalu. Yang tinggal adalah semangat sepoi-sepoi angin berlalu. Artinya, semuanya tergantung pada situasi dan kondisi. Bila memang diperlukan, ketegasan akan ditegakkan, tapi bila lagi sungkan, maka biarlah para sopir tersebut ngetem sesukanya sampai jalanan tersebut benar-benar macet….

WARUNG kopi ada gosip baru terkait dengan pusing tujuh kelilingnya Dinas Perhubungan Banyuasin akibat ulah sopir yang suka ngetem di gerbang masuk Banyuasin. Akibatnya, jalan lintas timur poros Palembang-Jambi sering macet total akibat para sopir enggan masuk ke Terminal Alang-alang Lebar dan memilih mencari penumpang di terminal liar tersebut.

Aparat terkait seperti Satlantas dan Dinas Perhubungan memang telah berupaya untuk menertibkan kesemrawutan tersebut. Bahkan, Polres Banyuasin telah membuat Poslantas untuk mencegah kesemrawutan semakin menjadi.

Namun, sebagaimana biasa, semangat 1945 sudah lama berlalu. Yang tinggal adalah semangat sepoi-sepoi angin berlalu. Artinya, semuanya tergantung pada situasi dan kondisi. Bila memang diperlukan, ketegasan akan ditegakkan, tapi bila lagi sungkan, maka biarlah para sopir tersebut ngetem sesukanya sampai jalanan tersebut benar-benar macet semacet-macetnya. Aneh!

Sambil  minum kopi ditambah pisang goreng hangat, gosip di warung kopi berlanjut terus. Para peminum kopi tersebut bernostalgia bahwa dua atau tiga tahun yang lalu jalanan tersebut belumlah semacet seperti saat ini. Mereka berusaha memahami bahwa dunia memang sudah berubah. Mereka juga berusaha memahami bahwa sopir juga manusia yang butuh mencari uang tanpa harus terpuruk menunggu penumpang datang ke terminal. Bagi kita yang pernah mencoba masuk terminal, kita tahu betapa lamanya waktu yang diperlukan para sopir untuk mengisi angdes yang penumpangnya hanya 12-14 orang tersebut. Nah, dari pada pusing tujuh putaran, lebih baik ngetem di batas kota dan penumpang langsung memenuhi angdes warna hijau pupus tersebut: praktis dan tidak ribet.

Kapankah jalan tersebut akan lancar dan nyaman dilalui? Wallahu a’lam bishawwab. Para pengunjung warung kopi hanya berharap bahwa pemerintah bisa semakin cerdas dan tangkas dalam bekerja. Mereka juga juga sempat berkhayal tentang adanya jalan alternatif agar beban jalan lintas timur dapat berkurang dan kemacetan dapat segera terurai. Mimpi kale (Irwan P. Ratu Bangsawan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s