.… Semua orang di istana tertegun melihat Bujang Krengot, termasuk sang Raja. Tapi karena kebodohannya, sang Raja tidak tahu bahwa yang telah dibacakan oleh Bujang Krengot itu salah. Sang Raja menerima Bujang Krengot untuk tinggal sementara di istana….

  ALKISAH pada zaman dahulu terdapat sebuah kerajaan. Dalam kerajaan tersebut terdapat seorang putri yang sedang mencari suami. Ia sangat mendambakan seorang lelaki yang perkasa, baik hati, dan pandai mengaji. Atas kesepakatan putri, ayah dan ibunya akan  mengadakan sayembara. Raja segera memanggil pegawai istana untuk segera mengumumkan sayembara ini ke seluruh negeri. Mendapat perintah dari raja, para pengawai istana segera mengumumkan kepada khalayak ramai.

“Wahai seluruh penduduk negeri, segeralah berkumpul ada pengumuman penting,” seru pengawal raja.

Penduduk yang mendengar adanya pengumuman langsung berkumpul. Setelah semua penduduk berkumpul pengawal segera membacakan isi pengumuman.

“Pengumuman-pengumuman, bagi pemuda-pemuda perkasa, baik hati dan yang paling utama pandai mengaji, datanglah beramai-ramai ke istana karena sang putri sedang mencari pendamping hidupnya!”

Berita tersebut sampai ke telinga seorang pemuda tua yang cacat. Ia memiliki cacat di antara mulut dan hidungnya atau sering disebut sumbing. Penduduk desa sering memanggilnya bujang krengot.

Mendengar sayembara itu, ia bergegas menuju istana. Semangat dan kepercayaan diri yang tinggi serta sangat menggebu-gebu ia melangkahkan kakinya ke istana. Satu per satu pemuda negeri diuji oleh sang putri. Namun, belum ada satu pun yang cocok. Tibalah giliran Bujang Krengot yang akan diuji oleh sang putri.

“Apa yang bisa kau tunjukkan padaku?” Tanya putri.

“Aku bisa mengaji, Sang Putri!,“ jawab Bujang Krengot dengan suara sengaunya.

“Kalau begitu silahkan, aku akan mendengarkanmu!” perintah sang putri yang saat itu ditemani oleh raja.

Ehm… ehm… Auzubillahiminasyaitonirrojim… bismillahirohmanirohim… kola’kollabu dengan gulo abang, nasinyo dengan nasi puteh, sambal cong kediro lalap petai…” Bujang Krengot mengaji dengan semangatnya.

Semua orang di istana tertegun melihat Bujang Krengot, termasuk sang Raja. Tapi karena kebodohannya, sang Raja tidak tahu bahwa yang telah dibacakan oleh Bujang Krengot itu salah. Sang Raja menerima Bujang Krengot untuk tinggal sementara di istana.

“Kakak hari ini mau makan apa?”  tanya sang putri.

“Aku mau makan yang enak-enak. Daging ya, Dik !” perintahnya

“Kak dagingkan keras, sedangkan kakak tidak punya gigi?” tanya sang putri.

“Tidak apa-apa, aku kan sakt.i Jadi, walaupun tidak punya gigi aku masih bisa makan semua yang ku mau.  Nah, sekarang pergilah ke pasar. Jangan lupa belikan aku permen kojek ,” perintahnya pada sang putri.

Pulang dari pasar putri segera ke dapur. Dengan terpaksa ia segera memerintahkan juru masak dapur untuk memasakkan Bujang Krengot makan siang.  Putri sangat kesal dengan tingkah laku Bujang Krengot karena bertindak sesuka hatinya, padahal mereka belum menikah. Hanya karena perintah ayahnya, ia tetap melaksanakannya. Tak lupa putri memberikan permen kojek yang dipesan oleh Bujang Krengot. Putri heran mengapa permen kojeknya yang dibelinya bisa habis hingga satu toples, padahal Bujang Krengot tidak punya gigi lagi. Ternyata, setelah diselidiki, permen kojek yang ia makan selalu keluar dari bibir sumbingnya. Ia mengatakan kepada sang putri bahwa permen itu telah habis dimakannya. Setelah hal tersebut  diketahui oleh sang raja, Bujang Krengot langsung diusir dari istana.

Saat malam tiba Bujang Krengot memakai pakaian serba putih sehingga wujudnya terlihat seperti pocong. Ia naik ke atas pohon di sebelah kamar raja. Ia berniat menakut-nakuti raja. Sang raja terkejut dengan apa yang dilihatnya.

“Sepertinya itu pocong?” tanya raja dalam hati.

Karena penasaran, raja melihat keluar dan berdiri di bawah pohon itu. Sang raja mencoba mendekati pocong jadi-jadian itu. Raja tidak mengetahui kalau pocong itu adalah Bujang krengot. Pocong jadi-jadian itu berkata, “Hai Raja terimalah Bujang Krengot kembali ke istana. Izinkanlah dia menikah dengan sang putri karena dia adalah orang yang sakti.  Kalau tidak, kau akan kucekik dan kubunuh.”

“Baiklah, aku akan memerintahkan pengawalku untuk mencari Bujang Krengot,” jawab sang raja. Ia sangat ketakutan. Bergegas Sang Raja kembali ke kamarnya.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali raja memerintahkan seluruh pengawal istana untuk mencari Bujang Krengot. Seluruh pengawal istana menyebar ke seluruh negeri. Padahal, Bujang Krengot tak jauh dari istana. Salah seorang pengawal melihatnya sedang tertidur di atas pohon di sebelah kamar sang raja.

Pengawal yang melihat Bujang Krengot segera melaporkan kepada raja, mendengar hal itu raja menemui Bujang Krengot. Raja pun jadi tahu bahwa pocong yang dilihatnya semalam adalah Bujang Krengot. Raja sangat marah atas kebohongan Bujang Krengot. Segera ia diseret keluar dari istana. la pun diusir dari negeri tempat tinggalnya.

Diceritakan kembali oleh Neny Tryana, S. Pd.

Cerita rakyat ini berasal dari Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s