MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA

Posted: 30 Juli 2011 in Catatan Pendidikan
Tag:, ,

Irwan P. Ratu Bangsawan

…. Orang yang mempunyai minat baca yang baik umumnya akan berusaha melahap aneka bacaan atau bacaannya akan sangat variatif. Mereka bukan hanya akan membaca jenis-jenis bacaan yang ada hubungan langsung dengan pekerjaan atau profesi dirinya saja, tetapi juga akan membaca jenis-jenis bacaan lain….

DARI waktu ke waktu keluhan tentang minat baca masyarakat kita masih sama, yaitu masih sangat mengecewakan dan sangat rendah. Kegiatan membaca sebenarnya merupakan kegiatan belajar dan bagian integral dari dunia pendidikan. Oleh sebab itu, kegiatan membaca merupakan tanggung jawab keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Dalam situasi sekarang saat kemauan dan kemampuan beli masyarakat sangat rendah, sudah wajar pula bahwa peranan pemerintah akan sangat menentukan berhasil tidaknya pengembangan kegiatan dan minat baca ini.
Menurut Kartosedono kita tidak mengharapkan bahwa setiap individu di dalam masyarakat harus memiliki dan membeli setiap buku yang diterbitkan. Yang kita harapkan adalah tumbuhnya minat baca dan adanya kesempatan bagi setiap individu dalam masyarakat untuk dapat membaca dan mengembangkan kegiatan membaca. Kesempatan ini dapat diusahakan oleh pemerintah dengan penyelenggaraan perpustakaan yang cukup memadai sehingga dapat dijangkau oleh setiap individu dalam masyarakat.
Di sekolah-sekolah mutlak perlu adanya layanan perpustakaan sekolah. Demikian pun di desa-desa perlu adanya perpustakaan-perpustakaan umum tingkat desa. Meningkatkan kegiatan membaca untuk membina kebiasaan membaca bagi masyarakat melalui penyelenggaraan perpustakaan yang mencukupi ini kiranya merupakan cara yang paling efisien bagi pemerintah.

Minat Baca Siswa di Banyuasin

Wahadaniah (1997) menjelaskan bahwa minat baca adalah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Apa yang diungkapkan oleh Wahadaniah tersebut menggambarkan bahwa minat pertama-tama muncul dari dalam diri individu yang bersangkutan.
Orang yang mempunyai minat baca yang baik umumnya akan berusaha melahap aneka bacaan atau bacaannya akan sangat variatif. Mereka bukan hanya akan membaca jenis-jenis bacaan yang ada hubungan langsung dengan pekerjaan atau profesi dirinya saja, tetapi juga akan membaca jenis-jenis bacaan lain.
Bagaimana dengan minat baca siswa di Banyuasin? Banyuasin sebagai daerah yang relatif masih baru, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis (2004) minat baca siswa tergolong masih rendah. Rendahnya minat baca siswa di Banyuasin disebabkan hal-hal sebagai berikut.
Pertama, motivasi membaca yang belum mendukung. Jika melihat dari sisi motivasi, kondisi motivasi membaca responden memang masih dalam taraf yang belum menggembirakan. Sebagian besar responden mengaku bahwa motivasi mereka membaca hanya sekedar untuk mencari hiburan saja. Dalam taraf awal pembinaan minat dan kegemaran membaca apa yang telah dikemukakan responden tersebut memang dapat dipahami. Akan tetapi jika dikaitkan dengan status mereka sebagai pelajar mestinya motivasi utama mereka membaca adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi.
Kedua, frekuensi membaca yang rendah. Sebagian besar responden melaporkan bahwa waktu yang mereka gunakan untuk membaca setiap hari hari lebih kurang 30 menit. Diduga salah satu faktor penyebab frekuensi membaca yang rendah ini disebabkan oleh kemampuan bahasa Indonesia yang kurang. Untuk itu diperlukan penelitian lanjutan guna mengungkapkan hubungan antara kemampuan bahasa Indonesia dan frekuensi membaca siswa. Frekuensi membaca dapat dijadikan parameter untuk mengetahui apakah seseorang telah memiliki minat baca yang tinggi atau rendah.
Ketiga, motivasi dari orangtua yang masih rendah. Para responden sebagian besar mengaku bahwa yang paling mendorong mereka agar membaca adalah guru mereka. Jawaban ini relevan dengan temuan tentang peran orangtua yang mengungkapkan bahwa orangtua belum mampu berbuat secara konsisten untuk memotivasi anaknya agar memiliki minat baca.
Temuan di atas berarti menguatkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Thorndike. Berdasarkan hasil penelitian tahun 1986 yang dilakukannya di lima belas negara, termasuk di dalamnya negara-negara berkembang, ditemukan bahwa di antara berbagai faktor eksternal (Thorndike menyebutnya faktor sosiologis) yang ada maka faktor pengaruh keluargalah yang sangat tinggi kontribusinya dalam mempengaruhi terbentuknya minat serta kemahiran membaca pada anak-anak. Bahkan Thorndike menyatakan bahwa tidak terdapat indikasi bahwa anak-anak yang memiliki minat serta kemahiran membaca unggul sebagai akibat langsung (pengaruh) dari pengajaran membaca yang diselenggarakan di sekolah-sekolah. Sebaliknya berkat pengaruh serta dukungan keluargalah minat serta keterampilan membaca mereka terbentuk (Harkas & Sulistianingsih, 1997: 1.29).
Pendapat senada dengan Thorndike juga direkomendasikan dalam laporan penelitian IAEA (International Achievement Education Association) tahun 1988. Menurut badan dunia tersebut, analisis lebih jauh di negara-negara yang anak-anaknya memiliki minat serta keterampilan membaca unggul, seperti Finlandia, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa, pada umumnya mereka memiliki akses kemudahan dalam mendapatkan berbagai bahan bacaan yang berkualitas, baik di perpustakaan sekolah, dan terutama di rumah-rumah. Sehubungan dengan kenyataan tersebut IAEA merekomendasikan bahwa faktor dukungan keluarga merupakan salah satu kunci dalam pembentukan minat serta keterampilan membaca pada anak-anak. Wujud dukungan keluarga tersebut antara lain penciptaan tradisi membaca di dalam lingkungan keluarga serta penyediaan bahan-bahan bacaan sesuai dengan anak-anak.(***)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s