Obrolan Warung Kopi | PUASA DAN TARAWIHAN

Posted: 30 Juli 2011 in Obrolan Warung Kopi
Tag:, ,

Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan

….pengunjung warung kopi biasanya asyik menggosipkan imam sholat tarawih, mulai dari imam yang terlalu panjang membaca ayat-ayat Quran sampai yang lupa saat membaca ayat-ayat yang pendek. Yang paling seru adalah gosip para anak mudanya. Biasanya, bila ada cewek-cewek cantik yang “turun” ke masjid saat tarawih, banyak sekali kaum jejaka kesepian yang datang ke masjid untuk menghibur hatinya yang sedang luka….

KEBIASAAN warung kopi yang buka nonstop 24 jam akan segera berubah seiring dengan dimulainya bulan Ramadhan pada Senin mendatang. Warung tempat nongkrong para pecinta kopi sejati tersebut biasanya baru akan buka selepas tarawihan. Nah, di sinilah asyiknya ngobrol di warung kopi saat Ramadhan tiba yaitu minum kopi panas dan manis sambil menunggu sahur tiba.
Bapak-bapak pengunjung warung kopi biasanya asyik menggosipkan imam sholat tarawih, mulai dari imam yang terlalu panjang membaca ayat-ayat Quran sampai yang lupa saat membaca ayat-ayat yang pendek. Yang paling seru adalah gosip para anak mudanya. Biasanya, bila ada cewek-cewek cantik yang “turun” ke masjid saat tarawih, banyak sekali kaum jejaka kesepian yang datang ke masjid untuk menghibur hatinya yang sedang luka. Nah loh!
Ibadah tarawih memang selalu punya cerita. Penulis sendiri saat masih kanak-kanak di Sembawa, sering sholat tarawih di Masjid Al Muhajirin. Ketika itu, suasana pedesaan masih sangat terasa. Ketika Ramadhan tiba, di depan tiap-tiap rumah pasti dipasang lampu kelap-kelip yang ditutupi ember warna-warni. Suasana desa yang gelap gulita karena belum ada PLN-nya pun menjadi meriah dan menyenangkan. Masjid Al Muhajirin saat itu masih sangat kecil. Jadi, ketika tarawihan, masjid itu selalu penuh sesak. Lucunya, ketika awal Ramadhan tiba, selalu didahului dengan perdebatan panjang lebar tentang jumlah rokaat tarawihnya, mau 11 atau 23 rokaat. Lucu bin ajaib sekali saat itu, tapi sungguh guyub.
Sebagai kanak-kanak, sholat tarawih selalu menyenangkan, apa lagi saat membaca sholawat. Selalu meriah, ramai, dan sering diplesetkan. Tentu saja orang-orang tua kami marah melihat kelakuan kami tersebut. Namun, apa mau di kata sebab toh mereka juga demikian saat masih kanak-kanak, kan? Ahlah wa Sahlan Ya Ramadhan!! (***)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s