PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN MINAT BACA

Posted: 6 Agustus 2011 in Catatan Pendidikan
Tag:, , , ,

Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan

…. Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dikenal anak. Sebagian besar waktunya dihabiskan bersama keluarga. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika anggota keluarga merupakan orang yang paling berarti bagi kehidupan anak. Dengan demikian, maka jelas keluarga mempunyai peranan yang besar dalam pembentukan minat baca….

MEMBACA menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan umat manusia, terlebih pada era informasi dan komunikasi seperti sekarang ini. Membaca juga merupakan sebuah jembatan bagi siapa saja dan di mana saja yang berkeinginan meraih kemajuan dan kesuksesan, baik di lingkungan dunia persekolahan maupun di dunia pekerjaan. Oleh karena itu para pakar sepakat bahwa kemahiran membaca (reading literacy) merupakan conditio sine quanon (prasyarat mutlat) bagi setiap insan yang ingin beroleh kemajuan.
Menurut Sudarso (1993:4) membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah. Kita harus menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati dan mengingat-ingat. Kita tidak dapat membaca tanpa menggerakkan mata atau tanpa menggunakan pikiran kita. Pemahaman dan kecepatan membaca menjadi amat tergantung pada kecakapan dalam menjalankan setiap organ tubuh yang diperlukan untuk itu. Pendapat Soedarso tersebut senada dengan pendapat Tampubolon (1993:41) yang mengatakan bahwa membaca adalah suatu kegiatan fisik dan mental.
Peran Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dikenal anak. Sebagian besar waktunya dihabiskan bersama keluarga. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika anggota keluarga merupakan orang yang paling berarti bagi kehidupan anak. Dengan demikian, maka jelas keluarga mempunyai peranan yang besar dalam pembentukan minat baca.
Kegiatan membaca merupakan suatu bentuk komunikasi yang dapat menciptakan hubungan yang akrab antaranggota keluarga. Membacakan cerita atau mendengarkan cerita anak merupakan bentuk perhatian yang diberikan orangtua pada anaknya. Perhatian dan kasih sayang orangtua membuat anak merasa aman. Selain itu kegiatan tersebut merangsang anak mengutarakan pikirannya pada orangtua. Anak mengetahui bahwa orangtua pun mau mendengarkannya. Hal ini baik untuk perkembangan emosi dan kepribadian anak. Memberikan contoh pada anak juga merupa metode yang efektif untuk meningkatkan minat baca.
Dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan ditemukan bahwa anak-anak yang tidak suka membaca biasanya berasal dari keluarga yang tidak gemar membaca. Sebaliknya, jika orangtuanya pencinta buku biasanya anak pun gemar membaca. Hal ini sesuai dengan teori modeling yang dikemukakan oleh A. Bandura dan Welters, psikolog dari Amerika. Pada masa kecil terutama sebelum anak mulai bersekolah, orangtua merupakan tokoh yang paling dikagumi anak. Mereka ingin seperti orangtuanya. Anak perempuan ingin seperti ibunya dan anak laki-laki ingin seperti ayahnya. Orangtua merupakan tokoh identifikasi bagi anak. Maka tidaklah mengherankan jika anak meniru hal-hal yang dilakukan orangtuanya. Memang pada mulanya mereka hanya mencontoh orangtua, tetapi lama kelamaan mereka mendapatkan kesenangan dari membaca. Akhirnya bacaan merupakan bagian dari kehidupan anak.
Untuk mengenalkan buku pada anak, setidaknya ada tiga petunjuk paling awal yang dijadikan sebagai bahan rujukan untuk menjadikan anak keranjingan membaca.
Pertama, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak agar mereka benar-benar dapat melihat orangtuanya sedang membaca buku.
Kedua, orangtua harus membagikan informasi-informasi yang bermanfaat yang diperoleh dari kegiatan membaca.
Ketiga, pada saat membaca buku di rumah sesekali orangtua harus membacanya dengan suara keras supaya anak dapat mendengar suara bacaan yang sedang dibaca.
Di samping keteladanan di atas, orangtua juga harus membangun suasana yang menyenangkan dalam memperkenalkan buku kepada anak. Ini dapat dilakukan dengan mengajak anak jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan buku. Misalnya, dua minggu sekali anak diajak untuk merasakan dan melihat jajaran buku yang ada di toko buku atau perpustakaan. Bisa juga dengan membiasakan anak untuk memilih buku bacaan secara bebas sesuai dengan keinginannya (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s