NAZARUDDIN: ANTARA JAKARTA DAN CARTAGENA

Posted: 13 Agustus 2011 in Catatan Politik
Tag:, , ,

…. Belum pernah dalam sejarah korupsi di negara ini, seorang buronan telah membuat banyak pihak menjadi terhuyung-huyung dan kesulitan untuk berdiri tegar. Ibarat badai, hantaman badai Nazaruddin terebut telah menyapu ketegaran seorang presiden, ketua partai berkuasa, hingga para aparat penegak hukum dari sebuah komisi antikorupsi. Dalam pelariannya yang membentang antara Jakarta hingga Cartagena tersebut, Nazaruddin tanpa malu dan….

Oleh : Irwan P. Ratu Bangsawan

TERTANGKAPNYA M. Nazaruddin di Cartagena Kolombia mengakhiri drama panjang yang dilakoninya pasca-terungkapnya skandal Wisma Atlet di Jakabaring Palembang. Pelarian yang dilakukakan Nazaruddin sungguh telah membuat Indonesia terpanah dengan segala macam carut marut relasi antara politik dan mafia ekonomi di Indonesia.

Belum pernah dalam sejarah korupsi di negara ini, seorang buronan telah membuat banyak pihak menjadi terhuyung-huyung dan kesulitan untuk berdiri tegar. Ibarat badai, hantaman badai Nazaruddin terebut telah menyapu ketegaran seorang presiden, ketua partai berkuasa, hingga para aparat penegak hukum dari sebuah komisi antikorupsi. Dalam pelariannya yang membentang antara Jakarta hingga Cartagena tersebut, Nazaruddin tanpa malu dan sungkan dengan bebas menuduh kesana kemari. Begitu banyak nama tokoh terkenal di Indonesia yang diseret oleh Si Nazar. Masyarakat jadi bingung dan resah: benarkah semua tuduhan Nazaruddin tersebut? Sudah sedemikian bobroknyakah para elit negara tersebut?

Puncak Gunung Es Kebohongan
Politisi kita adalah politisi yang lahir dari rahim rezim yang penuh dengan kebohongan. Rezim yang dengan susah payah didirikan rakyat pascakerusuhan 1998 ini ternyata hanyalah rezim yang penuh dengan kebohongan yang tak pernah berhenti walau sehari pun. Makanya, ketika kemudian para pemuka agama di Indonesia merilis pernyataan bahwa rezim sekarang adalah rezim kebohongan, rakyat hanya bisa mengamini dan berharap semuanya segera berakhir.
Munculnya kasus Nazaruddin sesungguhnya hanyalah puncak gunung es kebohongan di Indonesia. Pertanyaannya sekarang adalah mau dibawa kemana negara yang besar ini jika rezim yang berkuasa adalah rezim yang bergelimang kebohongan?
Dalam perspektif budaya, rezim yang suka berbohong adalah rezim yang tidak memiliki prestasi, tapi selalu ingin dipuja-puja sebagai rezim yang berhasil. Dengan kata lain, rezim ini adalah rezim yang tidak berkualitas dan kredibel.
Untuk itu, bangsa kita yang besar ini memerlukan seorang pemimpin yang dapat menyelamatkan Indonesia dari tubir jurang kehancuran. Mengacu pada apa yang diungkapkan oleh Result Consultat Kevin Wu, yang dibutuhkan bangsa ini untuk menyelamatkan negaranya dari kehancuran adalah pemimpin yang benar-benar memiliki kualitas dan mampu mengimplementasikan setiap kebijakan secara berkualitas.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa kesalahan bangsa kita selama ini adalah, kalau memilih presiden bersandar pada kriteria tertentu, tapi bukan mengacu pada kriteria pemimpin yang berkualitas, melainkan karena figurnya pernah teraniaya, ganteng, dan sebagainya.
Selain itu, penanganan hukum di  Indonesia harus segera dikembalikan kepada khitahnya agar negara ini tidak terjerumus ke jurang kehancuran. Karenanya, ke depan, pilihlah pemimpin yang benar-benar dapat menjadi pemimpin yang berkualitas. Bukan pemimpin yang memiliki kharisma karena cakep, ganteng, dan pernah teraniaya. Yang juga perlu kita sadari adalah, saat ini, akibat penegak hukum yang memble, negara kita telah hancur dari segi citra, karena memblenya penegakkan hukum membuat negara kita tak hanya dijuluki sebagai negara dengan bangsa yang gampang mengamuk, tapi juga bangsa dengan negara yang paling korup di dunia dan negara dengan iklim investasi yang paling buruk di dunia (***)

Komentar
  1. […] halim. Terbang dari Kolombia ke Indonesia menggunakan pesawat canggih. Pelariannya dan tuduhannya membuat banyak pihak terhuyung-huyung. Biar pun sudah ditangkap, tetap ada keraguan kasus dia akan senyap dengan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s