…. Peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini berlangsung di tengah khusuknya kaum muslim menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Renungan yang dapat kita ambil dari dua even yang penuh keberkahan ini adalah sejauh mana bangsa Indonesia mampu mengimplementasikan kemerdekaan ini bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Rakyat masih setia menanti janji-janji yang terlanjur diucapkan oleh pemimpin negeri ini….

Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan

            BULAN Agustus, bagi bangsa Indonesia adalah bulan yang dipandang penuh keberkahan sebab di bulan inilah Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Proklamasi yang dikumandangkan 66 tahun yang lalu tersebut merupakan batas pemisah antara masa penindasan bangsa asing dengan kesadaran baru untuk hadir sebagai bangsa yang bermartabat.
Bangsa yang bermartabat merupakan kata kunci untuk memaknai kemerdekaan yang telah berlangsung lebih dari setengah abad tersebut. Mengapa kata tersebut merupakan kata kunci? Penyebabnya tak lain karena hadirnya penjajah telah menyebabkan rontoknya banyak sendi-sendi kehidupan bangsa ini yang terbang jauh entah ke mana. Kemandirian sebagai sebuah entitas bangsa dan budaya, misalnya, menjadi tergadaikan dan bangsa ini mengalami kesulitan untuk menebus untuk hal-hal yang telah tergadai tersebut.
Proklamasi kemerdekaan tersebut membuka pintu bagi bangsa Indonesia untuk menyatu kembali dalam sebuah komunitas yang utuh dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Bangsa besar yang pernah tercabik-cabik ini akhirnya menemukan kesadaran baru sebagai bangsa yang memahami secara utuh makna persatuan dan kesatuan sebuah bangsa.
Peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini berlangsung di tengah khusuknya kaum muslim menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Renungan yang dapat kita ambil dari dua even yang penuh keberkahan ini adalah sejauh mana bangsa Indonesia mampu mengimplementasikan kemerdekaan ini bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Rakyat masih setia menanti janji-janji yang terlanjur diucapkan oleh pemimpin negeri ini. Kalaupun pemimpin negeri ini masih suka bohong, rakyat masih juga dengan setia menanti sadarnya para pemimpin tersebut. Kalaupun masih juga belum sadar, rakyat tetap berharap ke depan masih ada pemimpin yang mampu membuat rakyat negeri yang indah ini menjadi “gemah ripah loh jinawi”. Walaupun langit akan runtuh, rakyat akan tetap setia menanti (***)

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    Negeri inni makin aneh ya, Bung?

  2. Tidak juga kok, Bung. Kita tetap harus optimis bagi masa depan negeri tercinta ini. Merdeka!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s