Obrolan Warung Kopi | UNIKNYA SUNGSANG

Posted: 15 Oktober 2011 in Obrolan Warung Kopi

.… Kembali ke keunikan Sungsang. Desa cantik di muara sungai tersebut merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin (Sumatera Selatan). Kota kecamatan yang konon berdiri sejak abad ke-17 ini terdiri atas empat desa, yaitu Desa Sungsang I sampai Sungsang IV. Keempat desa tersebut terletak memanjang di tepian sungai dengan rentang 3,5 km  saja….

Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan

            DI BUMI tempat kita tinggal ini selalu saja ada hal-hal yang unik dan menarik. Keunikan tersebut bisa saja tercatat di buku rekor dunia semacam “Guinness Book of Records” ataupun di buku rekor nasional semacam MURI (Museum Rekor Indonesia). Namun, tak sedikit berbagai keunikan yang ada belum tercatat di berbagai buku rekor yang ada tersebut.
Kembali ke keunikan Sungsang. Desa cantik di muara sungai tersebut merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin (Sumatera Selatanl). Kota kecamatan yang konon berdiri sejak abad ke-17 ini terdiri atas empat desa, yaitu Desa Sungsang I sampai Sungsang IV. Keempat desa tersebut terletak memanjang di tepian sungai dengan rentang 3,5 km  saja. Unik, kan?
Keunikan semakin bertambah bila kita menyusuri jalanan yang terbuat dari cor beton di atas sungai tersebut. Kita hanya perlu waktu 15-20 menit saja berjalan santai untuk melewati keempat desa tersebut. Adakah di tempat lain di muka bumi ini kita bisa menemukan desa yang seperti di Sungsang, yang dalam waktu yang sedemikian singkat bisa melalui empat desa sekaligus? Bahkan, konon, Desa Sungsang II panjangnya hanya 250 m dan hanya perlu waktu kurang dari lima menit untuk melaluinya. Unik, kan?
Keempat desa di Sungsang tersebut penuh sesak dengan ruko-ruko di kanan kiri jalan cor beton tersebut. Fasilitas yang ada di sini relatif lengkap, mulai dari kantor polisi, bank, dermaga megah Dinas Perhubungan, hingga telpon seluler. Bila kita mau ke luar dari Sungsang, ke Palembang misalnya, kita cukup memanggil pengemudi speed boat melalui ponsel dan sang pengemudi pun akan menjemput kita di depan rumah. Unik, kan?
Sebagai desa nelayan, Sungsang terkenal dengan oleh-oleh hasil lautnya. Dengan uang 25 ribu saja kita sudah dapat sekilo.kempelang/kerupuk udang mentah alias yang belum digoreng. Harga sekilo pempek udang lenjer 20 ribu dan sebiji pempek kapal selam hanya 5 ribu saja. Murah, kan? Jadi, kapan Anda mau ke Sungsang? (***)

Komentar
  1. .betuul i2 ..
    .hidupp sungsangg ..
    .sungsang daerah nelayan kecamatan banyuasin 2 ..

  2. Ya, tks ya sudah berkumjung….

  3. Nandi Prayudi mengatakan:

    Assalamualaikum masta, ni kunjungan ke 2 ane di blog masta.
    Sumpah ane penasaran sm masta iwan. Klo boleh tau masta asli orang mana n tinggal dimana???
    Saya perhatikan posting2an masta baik di blog ini atau blog masta yg lain selalu masta bawa nama sungsang, ane kagum ama tulisan2 masta tentang sungsang!!!
    Br beberapa hari ni jg ane nemu site web masta yg ngepos lagu2 yg berhubungan dng sungsang. Tp syg krn hp ane ms jadul jd g bs streming lagunya! Hehehe
    Sebelum n sesudahnya ane sebagai putra daerah sungsang sangat2 berterima kasih atas postingan2 masta yg menganggkat nama sungsang. Lanjutkan berkarya masta. Salam sedolor buat masta! Sukses selalu.

  4. Nandi Prayudi mengatakan:

    Sama2 masta!
    Ngomong2 klo ad waktu, silahkan mampir di blog ane masta. Tp harap maklum masih sepi post n pengunjung, krn newbie didunia blog. N tolong bagi2 ilmu ngeblognya biar! Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s