Selayang Pandang Taman Nasional Sembilang

Posted: 5 November 2011 in Berita Parsenpor, Pariwisata dan Promosi
Tag:, ,

…. Ribuan bahkan puluhan ribu burung migran asal Siberia dapat disaksikan di Sembilang yang mencapai puncaknya pada bulan Oktober. Hal ini merupakan atraksi burung migran yang menarik untuk diamati, karena dapat mendengar secara langsung suara gemuruh burung-burung tersebut terbang bersamaan dan menutupi suara debur ombak Selat Bangka….

Sejarah Singkat
Taman Nasional (TN) Sembilang merupakan sebagian kawasan hutan mangrove terluas yang tersisa di sepanjang pantai timur pulau Sumatera yang perlu di lestarikan keberadaanya untuk keseimbangan ekosistem di dunia.
Latar belakang penunjukan kawasan TN Semblang adalah didasarkan pada rekomendasi Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (No 522/5459/BAPPEDA-IV/1998 dan SK Menteri Kehutanan No. 76/Kpts-II/2001 tanggal 15 Maret 2001 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan, yang didalamnya tercantum penunjukan kawasan Sembilang menjadi Calon Taman Nasional. Kemudian ditindaklanjuti surat Gubernur Sumatera Selatan No. 22/5128/I tanggal 23 Oktober 2001 yang meminta penetapan kawasan calon taman nasional Sembilang seluas 205.750 ha.
Berdasarkan Perda Sumatera Selatan No. 5 Tahun 1994 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) kawasan seluas 205.750 ha yang ditunjuk sebagai calon Taman Nasional ini merupakan penggabungan dari kawasan Suaka Margasatwa (SM) Terusan Dalam (29.250 ha), Hutan Suaka Alam (HSA) Sembilang seluas 113.173, Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sungai Terusan Dalam seluas 45.500 ha dan kawasan perairan di sekitarnya seluas 17.827 ha.
Selanjutnya pada tahun 2003, kawasan TN Sembilang ditetapkan melalui SK Menteri Kehutanan No. 95/Kpts-II/2003 tanggal 19 Maret 2003 seluas ± 202.896,31 hektar termasuk kawasan perairannya.
Topografi
Berdasarkan Peta Rupa Bumi Indonesia Lembar 1013 (skala 1:250.000) yang diterbitkan Bakosurtanal, kawasan TN Sembilang memiliki topografi datar.
Iklim
Kawasan TN Sembilang memiliki iklim tropis dengan rata-rata curah hujan tahunan 2.455 mm. Musim kemarau biasanya terjadi dari bulai Mei hingga Oktober, musim hujan dengan angin barat laut yang keras dan membawa butiran hujan dari November hinggal April.
Hidrologi
Sebagan besar kawasan TN Sembilang terdiri dari habitat estuarine. Sejumlah sungai yang relatif lebih pendek menyalurkan air tawar tadah hujan dan hutan rawa gambut yang terletak jauh ke daratan dalam pola menyirip (pinnate) ke wilayah pesisir taman nasional. Sungai terbesar adalah Sungai Sembilang yang diperkirakan berukuran panjang 70 km. Sungai lainnya memberi kontribusi pada formasi habitat estuarin. Di kawasan TN Sembilang terdapat ± 70 sungai yang semuanya bermuara ke Laut Cina Selatan dan Selat Bangka.
Sosial dan Ekonomi Masyarakat Sekitar
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Staf TNS pada tahun 2007, terdapat 5 desa/dusun yang termasuk di dalam dan sekitar kawasan TN Sembilang dengan perkiraan jumlah penduduk 6.755 jiwa dan jumlah kepala keluarga 1727 KK. Dari ke-5 desa/dusun yang disurvei tersebut, 1 desa (Desa Tanah Tinggi) dan 2 dusun (Dusun Terusan Dalam dan Dusun Sembilang) diantaranya terdapat dalam kawasan TN Sembilang dengan jumlah penduduk mencapai 2.40 jiwa dan 651 KK.
Permukiman di dalam TN Sembilang meliputi Terusan Dalam, Tanjung Birik, Simpang Ngirawan (Merawan), Sembilang, Sungai Bungin, areal tambak di Semenanjung Banyuasin (Solok Buntu dsk) dan bagan-bagan ikan di perairan pantai. Permukiman di sekitar kawasan meliputi daerah Sungsang, dan Karang Agung (daerah transmigrasi).
Masyarakat umumnya tinggal di atas rumah-rumah panggung di tepi sungai di daerah pasang surut, dan sedikit masuk ke arah darat. Perikanan tangkap merupakan kegiatan sehari-hari bagi masyarakat TN Sembilang. Di bagian Selatan kawasan taman nasional, tepatnya d Semenanjung Banyuasin, terdapat kegiatan budidaya tambak yang sebagian besar dilakukan oleh masyarakat pendatang yang berasal dari Lampung.
Lokasi TN Sembilang
Menurut wilayah administrasi pemerintahan, TN Sembilang berada di kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan. Sementara secara geografis TN sembilang berada diantara 1°38’ – 2°25’ LS dan 104°12’ – 104°55’ BT.Sebelah Barat Laut Taman Nasional Sembilang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Berbak yang berada di Provinsi Jambi.
Potensi Kawasan TN Sembilang
Taman Nasional Sembilang merupakan perwakilan hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, dan hutan riparian (tepi sungai) di Propinsi Sumatera Selatan.
Tumbuhan yang ada di daratan dan perairan dicirikan dengan adanya paku gajah (Acrostichum aureum), nipah (Nypa fruticans), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus tectorius), waru laut (Hibiscus tiliaceus), nibung (Oncosperma tigillaria), jelutung (Dyera costulata), menggeris (Koompassia excelsa), gelam tikus (Syzygium inophylla), Rhizophora sp., Sonneratia alba, dan Bruguiera gimnorrhiza.
Daerah-daerah pantai/hutan terutama di Sembilang dan Semenanjung Banyuasin merupakan habitat harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), tapir (Tapirus indicus), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), kucing mas (Catopuma temminckii temminckii), rusa sambar (Cervus unicolor equinus), buaya (Crocodylus porosus), biawak (Varanus salvator), ikan sembilang (Plotusus canius), labi-labi besar (Chitra indica), lumba-lumba air tawar (Orcaella brevirostris), dan berbagai jenis burung.
Ribuan bahkan puluhan ribu burung migran asal Siberia dapat disaksikan di Sembilang yang mencapai puncaknya pada bulan Oktober. Hal ini merupakan atraksi burung migran yang menarik untuk diamati, karena dapat mendengar secara langsung suara gemuruh burung-burung tersebut terbang bersamaan dan menutupi suara debur ombak Selat Bangka.
Jenis burung lainnya yang ada seperti blekok asia (Limnodromus semipalmatus), trinil tutul (Pseudototanus guttifer), undan putih (Pelecanus onocrotalus), bluwok putih (Mycteria cinerea), bangau tongtong (Leptoptilos javanicus), dara laut sayap putih (Chlidonias leucoptera), dan lain-lain.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi: Semenanjung Banyuasin, Sembilang, Teluk Benawan, Teluk Sekanak, Pulau Betet. Menyelusuri sungai sambil mengamati satwa, mangrove, memancing, mengamati burung-burung migran asal Siberia dan lumba-lumba air tawar
Akseptabilitas
Palembang-Sungsang menggunakan charter kapal motor sekitar dua jam, dan dilanjutkan ke lokasi sekitar dua jam.

TN SEMIBLANG BANYUASIN

Komentar
  1. Anonim mengatakan:

    Peta alang ganteng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s