Ambilkan Bulan Bu

Posted: 19 Oktober 2012 in Puisi, Sastra

Ambilkan bulan, Bu
untuk menemaniku di malam gelap
— jangan nak, nanti orang-orang marah
— mereka juga butuh sang rembulan
Tapi, aku tidak bisa tidur, Bu
— tidurlah nak, nanti ibu temani
— ibu akan ada di sini sepanjang malam
Ambilkan bulan, Bu
— nak, bulan akan pergi sebentar lagi
— ia akan berkelana menembus malam
— mengabarkan nestapa dewi ke penjuru bumi
Ambilkan bulan, Bu
— anakku, tak selamanya kehidupan sang dewi bahagia
— ia juga bisa berduka
— ia ingin selalu bersama sang baskara
Siapa sang baskara, Bu?
— anakku sang baskara adalah kekasih sang rembulan
— tapi, mereka tak pernah bisa menyatu
— suratan takdir telah memisahkan mereka
Ambilkan bulan, Bu
biarkanlah aku yang akan menemaninya
— tidak anakku, sang rembulan bukan milikmu
— biarkanlah dia tetap di sana
— biarkanlah dia menginspirasi kita semua
Ambilkan bulan, Bu
— anakku, tidakkah kau dengar kata ibu tadi?

Banyuasin, 15:10:2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s