Setelah Terbenam Matahari

Posted: 9 November 2012 in Puisi, Sastra

: untukmu yang aku rindu

Setelah terbenam matahari
gelisah menunggumu bersolek
di balik bilikmu
aroma wangimu menembus hingga di sini
di tempatku termangu menantimu

kuingin mengajakmu menembus malam
menuju sekumpulan kunang-kunang di tanah lapang
merasakan kehangatan kerlap-kerlip cahya sang penerang

Setelah terbenam matahari
masihkah engkau membayangkan bersampan
menyusuri sungai-sungai
bersamaku?
masihkah engkau ingin bersenandung
tentang gemerlap bintang
saat aku mendayung sampan kecil kita?

Setelah terbenam matahari
kutunggu engkau menepati janjimu

Banyuasin, 31:10:2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s