ADAT SEDEKAH PEDUSUNAN

Posted: 12 Mei 2016 in Berita Parsenpor, Catatan Budaya, Pariwisata dan Promosi, Seni Budaya

.… warga langsung menuju tempat acara Sedekah Pedusunan dengan membawa tepak berisi berbagai jenis makanan. Tepak makanan ini dibuka….

 

SEDEKAH DUSUN ILUSTRASI

Sedekah Pedusunan (ilustrasi)

Adat ini menjadi kebiasaan masyarakat Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan yang diakui warga sudah dilestarikan puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

Sedekah Pedusunan dilaksanakan setiap hari Jumat terakhir pada bulan Sya’ban kalender Arab. Pelaksanaannya di dusun tertua yakni di RT 07, 08 dan RT 19 Dusun II Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan. Waktu pelaksanaannya pagi hari sampai selesai menjelang solat Jumat.

Sebelum melaksanakan Sedekah Pedusunan, perangkat adat memberitahu kepada seluruh warga kampung dengan menabuh kelentongan keliling kampung yang memberitahukan bahwa hari Jumat terakhir Bulan Sya’ban akan diadakan Sedekah Pedusunan. Untuk mendapatkan keberkahan dari Allah pencipta alam semesta, semua warga desa akan hadir dalam kegiatan ini.

Saat acara dilakukan seluruh warga kampung tumpah ruah mengikuti Sedekah Pedusunan ini. Warga kelahiran Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan yang merantau atau tinggal di luar daerah atau mungkin tinggal di luar negeri sengaja pulang kampong untuk mengikuti acara Sedekah Pedusunan.

Kegiatan Sedekah Pedusunan didahului dengan ramai-ramai berziarah ke kuburan nenek moyang dan kuburan keluarga masing-masing di pemakaman Desa Sungai Dua. Saat ziarah ini banyak warga juga menyempatkan diri ziarah ke kuburan Puyang Raden

Ahmad, pendiri Desa Sungai Dua. Di sekitar pemakaman puyang ini, tetua adat biasanya menjual barang-barang berupa kemenyan, bedak keramas dan juga ada yang mengambil tanah kuburan puyang untuk mengambil berkat dari tetua dusun.

Setelah dilaksanakan ziarah, warga langsung menuju tempat acara Sedekah Pedusunan dengan membawa tepak berisi berbagai jenis makanan. Tepak makanan ini dibuka di lokasi acara yang telah dipasang tikar atau terpal. Beberapa tahun terakhir ini Sedekah Pedusunan dilaksanakan di sepanjang jalan kampung Desa Sungai Dua sehingga seluruh warga ramai memadati jalan utama kampong di desa ini. Otomotis kendaraan pun sulit lewat dan harus mengikuti acara ini dulu baru bisa lewat.

Sebelum dimulai acara Sedekah Pedusunan, Tetua adat/Ketua adat mempersiapkan sesajen sambil dilaksanakan pembakaran kemenyan dan bacaan-bacaan spiritual zikir dan solawat nabi.

Sesajenan tradisi Sedekah Pedusunan terdiri dari bubur serabi, bubur putih dan bubur merah, ayam panggang, nasi gemuk dan telor rebus sembilan ekor serta tujuh macam ketupat yang diberi nama ketupat burung, ketupat lanang, ketupat betino, ketupat bonang, ketupat gendang, ketupat sango bayo dan ketupat salah mimpi.

Setelah dilaksanakan bacaan-bacaan ritual adat dan membakar kemenyan oleh Tetua Adat, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Tetua Adat dan pemerintahan setempat.

Sambutan pemerintah setempat biasanya disampaikan oleh Kepala Desa yang diberi kesempatan memberikan penjelasan berbagai masalah antara lain pembangunan desa yang akan dilakukan termasuk pembayaran pajak bumi dan bangunan, menjaga kebersihan kampung untuk menghindari kemungkinan penyebaran penyakit menular sehingga warga dapat menjalankan kegiatannya dengan baik.

Usai penyampaian sambutan itu, Tetua Adat memimpin membaca Surat Yasin, tahlil dan doa kepada Allah agar anak keturunan warga Desa Sungai Dua diselamatkan Allah dan sejahtera dalam kehidupannya, kemudian orang tua, nenek moyang dan keluarganya yang sudah meninggal diampuni dosa-dosanya dan mendapat rahmat serta kenikmatan di sisi Allah SWT.

Setelah rangkaian ritual membaca Yasin, tahlil dan doa dilakukan, makanan yang sudah dihidangkan beramai-ramai yang dibawamasing-masing oleh seluruh warga menggunakan tepak bawaan masing-masing tadi disantap bersama-sama dan ada pula sebagian warga yang tidak makan di acara sedekahan itu namun saling bertukaran makanan dan dibawa ke rumah masing-masing untuk dimakan bersama keluarga di rumah guna mengambil keberkahan setelah mengikuti Sedekah Pedusunan tersebut (***)

——————————-
Tulisan ini telah dimuat dalam buku Sejarah, Khasanah Budaya, dan Profil Potensi Kabupaten Banyuasin. (Penulis: Ajmal Rokian, dkk) diterbitkan oleh Dinas Pariwisata, Seni Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuasin (2014)
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s