TARI SELUANG MUDIK

Posted: 13 Mei 2016 in Berita Parsenpor, Catatan Budaya, Seni Budaya, Tari Daerah

TARI SELUANG MUDIK

TARI SELUANG MUDIK

Tari ini terdiri dari tujuh orang putri  dengan satu penari paling cantik di depan. Sinopsis tari sakral dan unik yang diiringi dengan tabuhan gamelan ini pada dahulu kala di Rantau Bayur terdapat anak seorang pangeran yang sehari-hari pekerjaannya sebagai penangkap ikan (dalam bahasa Banyuasin Ngerawai). Kebetulan berhari-hari ia tidak mendapatkan tangkapan ikan. Pada hari pertama dia tidak mendapat ikan tapi mendapatkan tangkapan gandik, aksesoris seorang penari wanita, kemudian hari kedua, jalanya tertangkap gelang wanita, hari ketiga dapat selendang seorang putri dan terakhir yang terjala bukan ikan, tetapi malahan seorang putri.

Dalam legenda yang dipercaya masyarakat Rantau Bayur, anak pangeran ini kemudian menikah dengan sang putri ini. Suatu hari, keturunan raja dari Palembang akan berkunjung ke Rantau Bayur karena tidak ada penari maka putri inilah satu-satunya yang dijadikan andalan sebagai penari. Sang putri waktu itu ingin menari tetapi tidak memiliki selendang. Suaminya kemudian memberinya selendang yang ia dapatkan ketika ngerawai ikan.  Ketika selendang itu dipakai sang putri ternyata ia langsung terbang tidak pulang lagi ke Rantau Bayur hingga sekarang (***)

 ———————————–

Tulisan ini telah dimuat dalam buku Sejarah, Khasanah Budaya, dan Profil Potensi Kabupaten Banyuasin. (Penulis: Ajmal Rokian, dkk) diterbitkan oleh Dinas Pariwisata, Seni Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuasin (2014).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s