ADAT MIDANG LEBARAN DI SUNGSANG

Posted: 16 Mei 2016 in Berita Parsenpor, Catatan Budaya, Seni Budaya

…. jalan-jalan saling berkunjung satu sama lain dan bersilaturahmi. Masyarakat Sungsang setiap hari midang selalu berganti-ganti pakaian….

DESA SUNGSANG

Desa Sungsang, Kecamatan Banyuasin II

ADAT ini dilakukan oleh sekitar 12 ribu jiwa (5.000 kk) masyarakat Desa Sungsang I. II. III, IV dan Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II yang biasanya digelar saat Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha. Sebelum tahun 1990, acara midang Idul Adha dilakukan masyarakat tujuh hari berturut-turut, tetapi setelah 1990, midang Idul Adha hanya dilakukan tiga hari berturut-turut yaitu hari pertama, kedua dan hari ketiga Lebaran sama seperti midang Idul Fitri.

Midang diartikan jalan-jalan saling berkunjung satu sama lain dan bersilaturahmi. Masyarakat Sungsang setiap hari midang selalu berganti-ganti pakaian. Pagi sampai siang berpakain lain. Siang hingga sorenya ganti pakaian lain. Makanya kalau dulu midang Idul Adha seseorang harus menyiapkan 14 stel pakaian, namun sekarang baik midang Idul Adha maupun midang Idul Fitri, warga Sungsang tidak banyak lagi menyiapkan pakaian baru cukup enam stel. Diduga karena harus menyiapkan pakaian sebanyak 14 stel inilah, maka midang Idul Adha di Sungsang dikurangi menjadi tiga hari beturut-turut, karena pakaian yang diganti itu semuanya pakaian yang baru dibeli untuk mengikuti adat midang. Penampilan midang juga mencerminkan warga Sungsang menampilkan dirinya yang berhasil. Ini dilihat dari aksesoris perhiasan yang dipakai warga saat midang memakai emas dalam jumlah besar. Penampilan mengeluarkan semua perhiasan ini bukan untuk pamer harta atau bersombong diri, tetapi untuk saling memberi semangat kepada satu sama lain agar lebih giat bekerja pada masa yang akan datang sehingga bisa mendapatkan kekayaan dan harta perhiasan dengan cara yang halalan toyyiban.

Dahulu midang diikuti oleh para orang tua, tetapi sekarang kegiatan midang hanya dilakukan oleh para muda mudi. “Mungkin para sesepuh dan orang tua kita itu sudah malu mengikuti midang sekarang,” kata Ahmad Ridwan, S.Sos., M.Si., Kasubag Umum dan Perlengkapan Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin. Ahmad Ridwan yang memperhatikan perkembangan midang mengatakan mengadakan pakaian baru midang sepertinya sudah menjadi tradisi, sehingga bagi muda mudi yang tidak memiliki pakaian baru atau perhiasan, mereka tidak akan keluar rumah mengikuti midang karena merasa malu.

Adat midang ini sendiri pada hari-hari pertama dan kedua tidak terlalu ramai. Semua orang yang jalan-jalan keliling kampung diisi dengan saling kunjung mengunjungi rumah untuk saling meminta maaf dan silaturahmi lebaran. Akan tetapi sampai dihari ketiga orang yang midang di jalan Sungsang di pinggir sungai sepanjang 4,5 km di lima Desa Sungsang I, II, III, IV dan Marga Sungsang itu akan semakin ramai. Mereka betul-betul berjalan-jalan saja di jalan dan salin bersilaturahmi sesama. Kegiatan ini diikuti oleh 5.000 KK atau 12.000 jiwa di lima Desa Sungsang. Pada saat berkunjung biasanya tuan rumah menyediakan ketupat sayur opor ayam dan kue khas lapik (mirip kue bongkol/lemang yang dibungkus dengan daun nipah), yaitu terbuat dari ketan tumbuk padat dikukus daun nipah dimasak seharian dan diberi abon udang bercampur kelapa. Setiap rumah biasanya akan memasak ketupat, sayur opor ayam dan lapik sehari sebelum Lebaran untuk disajikan sebagai bagian dari makanan acara midang. Setelah bertamu dan silaturahmi dengan sanak keluarga, tetangga dan kawan, kegiatan midang diisi dengan aktivitas jalan-jalan tidak bertujuan. Acara ini sudah turun temurun dari nenek moyang mereka untuk silaturahmi masyarakat yang juga terbiasa jalan-jalan ke tempat keluarga dan saudara (sanjo-sanjoan). Dahulu orang-orang tua lebih banyak ikut midang, tapi sekarang orang tua justru jarang ikut. Sekarang para pemuda dan pemudilah yang banyak melakukannya (***)

———————————–

Tulisan ini telah dimuat dalam buku Sejarah, Khasanah Budaya, dan Profil Potensi Kabupaten Banyuasin. (Penulis: Ajmal Rokian, dkk) diterbitkan oleh Dinas Pariwisata, Seni Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuasin (2014)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s