INDUSTRI KAPAL JUKUNG KEMANG BEJALU

Posted: 16 Mei 2016 in Berita Parsenpor, Pariwisata dan Promosi, Seni Budaya

INDUSTRI KAPAL JUKUNG KEMANG BEJALUKEMAMPUAN sumber daya manusia di Kabupaten Banyuasin juga sangat handal dalam membuat kapal jukung yang bermuatan sampai 200 ton. Industri kapal jukung ini berada di Desa Kemang Bejalu, Kecamatan Rantau Bayur, persis berada di pinggir sungai. Hampir delapan puluh persen warga di daerah ini menjadi ahli pembuat kapal jukung. Mereka dahulunya merupakan penduduk pendatang dari daerah Meranjat Kabupaten Ogan Ilir, yang kemudian menetap di Kabupaten Banyuasin, di pinggiran sungai Desa Kemang Bejalu.

INDUSTRI KAPAL JUKUNG KEMANG BEJALU1Mereka hidup damai dan tentram bersama masyarakat asli. Kerukunan itu terlihat dari usaha mereka di Banyuasin ini berjalan turun temurun sampai ratusan tahun tanpa diganggu oleh penduduk asli. emampuan warga Kemang Bejalu dalam membuat kapal jukung mereka terima dari nenek-nenek moyang mereka sejak ratusan tahun silam. Kapal jukung yang mereka buat berbagai ukuran ada yang kecil, sedang hingga paling besar yang mampu memuat 200 ton barang.

Kapal jukung Kemang Bejalu sangat terkenal di berbagai daerah dengan kualitas dan daya tahannya diperlukan untuk sungai-sungai. Kapal jukung Kemang Bejalu terbuat dari kayu bungur, jenis kayu yang berkualitastinggi dan tahan lama.

INDUSTRI KAPAL JUKUNG KEMANG BEJALU12Pembuatan kapal jukung di desa ini dilakukan atas pesanan. Harganya bisa mencapai ratusan juta. Pemesannya antara lain warga transmigrasi dalam wilayah Banyuasin sendiri dan dari daerah Sumatera Selatan lainnya. Pemesannya juga berasal dari provinsi Bangka Belitung, Jambi dan Lampung.

Saat ini ada 13 kelompok usaha (pengusaha) yang mempekerjakan ratusan ahli pembuat kapal jukung di desa ini. Salah satu diantaranya adalah Budi Utomo, yang memiliki 20 orang ahli pembuatan kapal. Dalam setahun desa ini bisa memroduksi 40 kapal jukung dengan lama pembuatan satu kapal bisa berbulan-bulan karena satu kapal hanya dibuat oleh dua orang (***)

————–

Tulisan ini telah dimuat dalam buku Sejarah, Khasanah Budaya, dan Profil Potensi Kabupaten Banyuasin. (Penulis: Ajmal Rokian, dkk) diterbitkan oleh Dinas Pariwisata, Seni Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuasin (2014).

INDUSTRI KAPAL JUKUNG KEMANG BEJALU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s