TARI BURUNG KUAW

TARI BURUNG KUAW

 

Tari Burung Kuaw menceritakan kepedihan hati seorang anak yang selalu dikekang oleh ibunya, sehingga ia selalu berdoa kepada Tuhan agar ditumbuhkan sayap supaya bisa terbang bebas dan tidak lagi terkekang oleh ibunya.

Kesedihannya memuncak saat musim panen tebu tiba ketika ia terus meminta kepada ibunya agar dibawakan sebatang tebu dari kebun, namun sampai akhir musim panen tersebut yang ia dapat hanyalah sebatang tebu busuk, dalam tidurnya ia bermimpi bertemu dengan almarhum mendiang ayahnya, dan ia berpesan kepadanya supaya bertembang:

“Tebu sebatang umak sayang
Anak sekok umak tak sayang
Anak sekok jadi burong
Burung Kuaw di fajar hari.”

Dia pun terus bertembang sampai berubah menjadi burung kuaw dan pergi meninggalkan ibunya, hingga sekarang suara burung kuaw dapat didengar di fajar hari. Cerita burung kuaw ini berasal dari Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin (***)

———————————–

Tulisan ini telah dimuat dalam buku Sejarah, Khasanah Budaya, dan Profil Potensi Kabupaten Banyuasin. (Penulis: Ajmal Rokian, dkk) diterbitkan oleh Dinas Pariwisata, Seni Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuasin (2014).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s