Perbedaan Sup dan Soto

Posted: 26 Agustus 2016 in Catatan Budaya, Kuliner

…. Mungkin perbedaan lain adalah dari banyaknya jenis dan perbedaan dan perpaduan bumbu serta kuah….

soto dan sopMungkin sudah terlalu sering perbedaan ini ditanyakan semua orang.
Apa bedanya soto dan sop?
Hingga sekarang belum ditemukan jawaban pastinya.

Saya coba ber-andai-andai secara teoritis kalau memakai santan dan gurih, seharusnya disebut soto, tetapi, bila bening disebut sop.
Namun banyak soto yang bening, misalnya: soto bandung, soto banjar, dan soto kudus.
Selain itu, banyak juga sop yang tidak bening-bening amat. Sop brenebon (kacang merah, bruinebonen) dari Manado adalah contohnya.
Kalau pertanyaan itu diperluas dengan kuah asam dari Minahasa dan palu basa dari Makassar, maka teorinya jadi semakin kacau.

Ada juga teori lain yakni dilihat dari cara memasak dan bahan-bahan yang digunakan.

Sup, rata-rata kuahnya bening dan dimasak dengan beraneka sayuran seperti kol, wortel, brokoli, kentang atau buncis.
Kalau masak sup ayam atau sup daging sapi, pasti ketemu sayuran-sayuran diatas.
Semuanya dimasak dalam satu panci, sehingga kaldunya berasa campuran daging dan sayuran.

Soto, dimasak hanya menggunakan campuran daging saja tanpa sayuran, walaupun ada kecambah sebagai penambahan saja dan tidak dimasak bersamaan tapi terpisah.
Soto tidak pernah dimasak bersama sayuran, hanya saja untuk penyajian menggunakan satu jenis sayuran.

Mungkin perbedaan lain adalah dari banyaknya jenis dan perbedaan dan perpaduan bumbu serta kuah.
Kalo sup itu dasarnya cuma air kaldu saja untuk kuah yang isinya bisa macem-macem.

Sedangkan soto, kuahnya bisa ber-macam-macam tergantung daerah masing-masing.
Bumbu soto lebih mengandalkan rempah-rempah untuk kuahnya (serai dan salam).
Contoh soto betawi, kuahnya memadukan santan dan susu.
Soto kudus, cenderung kuahnya bening.
Soto makassar (Coto) kuahnya kental dan cenderung penuh lemak.
Untuk isi juga macam-macam, mulai dari babat, usus, daging sampai ceker bisa dipakai.

Belum lagi pelengkap lain yang bermacam2 (krupuk, emping, lenthok, dll)

Namun pastinya yang tidak membedakan sup dan soto adalah di kuah dan daging, karena itu yang buat keduanya bersatu walau bumbu & rempah yang berbeda.

Semoga bermanfaat…

Ditulis Oleh: Indra Ketaren (Presiden Gastronomi Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s