Gorengan, Kebiasaan Orang Indonesia

Posted: 5 Juni 2017 in Berita Parsenpor, Catatan Budaya, Kebudayaan, Kuliner, Sejarah dan Tradisi, Seni Budaya

Oleh: Indra Ketaren

Presiden Gastronomi Indonesia

GORENGAN

Gorengan (ilustrasi)

Makanan serba digoreng merupakan jenis makanan yang paling banyak diminati orang Indonesia. Tingkat konsumsi gorengan masyarakat Indonesia sudah sangat tinggi karena hampir tidak ada makanan yang tidak digoreng. Kondisi ini terlihat baik pada rumah-rumah makan umum, jajanan jalanan atau di rumah sendiri yang mana orang lebih memilih makanan gorengan dibanding rebusan atau kukus.

Kebiasaan membuat makanan serba digoreng ini karena makanan yang digoreng lebih cepat dibuat, rasanya enak, serta praktis karena cukup tepung diberi air dan garam sedikit lalu digoreng. Contoh sederhana saat buat sarapan pagi, umumnya dibuat nasi goreng, telur ceplok, tempe goreng, ikan goreng, sambel tumis goreng. Semua serba digoreng.
Hampir semua menu makanan andalan orang Indonesia pasti di goreng. Mulai dari makanan utama sampai penganan dan kue-kue pun digoreng. Pasti kita tidak asing dengan nasi goreng, ayam goreng kecap, mie goreng, pangsit goreng, kerupuk, rempeyek, martabak, bahkan sampai es krim yang basah kita punya menu es krim goreng.
Disamping itu gorengan adalah cemilan bagi orang Indonesia. Hampir semua orang gemar membuat gorengan. Intinya apapun makanannya, mau itu tempe, tahu, singkong, ubi, pisang, sukun, nangka asalkan bisa digoreng. Biasanya orang Indonesia selalu melengkapi sajian ini dengan sambel kecap atau sambel petis, yaitu mode dicocol; sampai-sampai orang Bugis Makassar kalau makan pisang goreng dan ubi goreng pun pasti dengan sambel.
Buktinya, hampir semua pedagang di kaki lima penjual gorengan alias jajanan yang di goreng berjejer di sepanjang jalan. Tidak susah untuk mendapatkan tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng, ubi goreng, bakwan, molen di Indonesia. Tinggal keluar rumah ketemu jalan besar yang ada trotoarnya pasti ada penjual gorengan disitu.
Ada yang mengatakan penyebabnya, makanan yang digoreng penampakannya lebih menantang dibanding makanan yang direbus atau di bakar. Kalau disuguhi ayam rebus dan ayam goreng, banyak yang lebih memilih ayam goreng soalnya penampakannya lebih menarik selera. Apalagi sensasi kriuk-kriuk makanan yang digoreng membuat lidah bergoyang. Sensasi yang tidak didapatkan dari makanan yang direbus atau di bakar. Bunyi kriuk-kriuk pun terasa merdu di telinga.
Bisa dikatakan kebanyakan orang Indonesia suka dengan yang namanya gorengan. Tiada hari tanpa menu yang di goreng dan tetap setia dengan menu gorengan. Apalagi makanan yang digoreng lebih tahan lama dibanding makanan lain. Kalau mau makan tinggal di panaskan di atas wajan dengan minyak. Pengaruh kebiasaan gorengan itu sudah ada sejak kecil yang dibiasakan dengan gorengan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s